
'' kalau bik Tami,, kemarin sudah di jemput oleh anak nya, mereka pun membawa nya pulang, kalau mbak Dewi..'' Aldo tak sanggup melenjut kan perkataan nya kembali
'' mbak Dewi kenapa mas,?'' desak Hani penasaran dengan akhir cerita Aldo yang belum usai
'' mbak Dewi meninggal dunia setelah dua hari di rawat di sini,, luka mbak Dewi yang paling parah, jadi, mbak dewi tidak bisa di tolong..? ujar Aldo
'' ya..Allah... kenapa jadi sesuram itu, Hani jadi takut tinggal di sini ma.?'' ucap Hani membayang kan, kejadian yang menimpah di rumah mereka
'' kamu ini, iman nya tipis sekali.?'' ucap Aldo seraya terkekeh kecil
'' hanya takut saja mas, takut kejadian kemarin menimpah lagi ke kita.?'' ujar Hani
'' mas, gak ada niat lagi ngambil art, mas trauma, lebih baik, mas kerjakan sendiri saja.?'' ucap Aldo menatap Hani dengan lembut
'' apa tidak memberat kan mas,'' ucap Hani menoleh ke arah Aldo
'' memberat kan sikit gak apa, yang penting keluarga kita aman, anak-anak kita terjamin keselamatan nya, dan terutama kamu, biar tidak ada kejadian yang sama.'' putus Aldo, ia tidak akan mengulang ke jadian yang sama seperti hari yang lalu
Aldo cukup trauma dengan Hani masuk ke dalam rumah sakit dengan ke adaan yang membuat Aldo panik setengah mati, lebih baik Aldo repot mengurusi anak dan istri nya, dari pada ia harus kehilangan anak dan istrinya
'' Aldo, itu Hani nya di ajak mandi, ini sudah sore.?'' pinta Ella yang baru selesai membersih kan dua cucu nya
'' iya ma, tapi luka operasi nya gimana ma.'' tanya Aldo menghawatir kan luka Hani
'' kan, masih ada perban nya, lagian, luka nya kalau di tutupi terus, nanti gak cepat sembuh nya.'' ucap Ella pada Aldo
'' sok tau mama, pernah aja tidak.?'' ucap Aldo menatap sang mama yang masih berdiri di dekat pintu kamar
'' kamu ini, mama walau pun tidak pernah, mama kan semalam bertanya kepada dokter, anak ini, di bilangin kok malah mama di bilang sok tau.?'' ujar Ella mengomeli aldo
membuat Aldo terkekeh geli melihat ekspresi wajah mama nya yang sudah merah padam pada nya, Aldo memapah Hani masuk ke dalam kamar mandi, membantu Hani mandi sore hari
sedang kan Alan Adam, sibuk bermain pada si kembar di sela ana dan Ella memasak di dapur, hingga makan malam tersedia, semua orang berkumpul di meja makan, kecuali Aldo dan Hani
__ADS_1
'' mau asi Kali ya...maka nya nangis terus.?' ujar Aldo yang sedari tadi menimang Kania yang tak kunjung diam
'' coba sini mas, biar Hani beri ASI..? pinta Hani pada Aldo
Aldo berjalan mendekat ke arah Hani, dan meletak kan Kania di pangkuan Hani, dengan perlahan Hani memberi kan Kania asi
'' biar mas,, buat kan susu, kalau belum juga keluar air asi nya.?'' ucap Aldo yang melihat Kania merengek dalam menikmati asi nya
'' keluar mas, cuma gak terlalu deras, aneh deh mas, dulu pas ASII. si kembar deras nya minta ampun, sekarang kok kayak gak ada isi nya.?'' ucap Hani menatap ke arah Aldo
'' mas, juga gak tau, biar mas, buat kan susu saja lah.'' ucap Aldo beranjak dari duduk nya,berlalu bersama dengan termos kecil dan dot susu
'' mau apa do?'' tanya ana ketika melihat menantu nya melintasi meja makan
'' mau buat kan susu untuk Kania ma.?'' saut Aldo, ana yang mendengar itu hanya mengangguk saja,
ana melanjuk kan kembali menyuapi Kiara dan juga Kenan, sedang kan Ella memberi makan kiano,
'' mau bagai mana kita besok, papa ada pekerjaan.?'' Ucap Alan. kepada ana,
'' papa pulang sendiri saja, mama di sini membantu Hani, tidak mungkin mama ikut dengan papa, kasian Ella nanti, mengurus tiga cucu kita, di tambah lagi menyediakan makanan untuk Aldo dan Hani.?'' ucap ana menoleh ke arah cucu nya yang sedang bermain
'' baik lah, papa akan pulang sendiri, nanti papa akan memintak Dina untuk tinggal sementara di rumah.?'' ucap Alan
'' dina kan, sedang pergi juga pa, bersama keluarga Fikri, apa papa lupa itu, mungkin Diana dan juga ibu ikut bersama mereka, kalau tidak, mereka pasti sudah kemari menjenguk Hani.?'' ucap ana membuat Alan tersadar
'' oh.. iya, papa lupa ma,, ya.. sudah lah, biar nanti papa sarapan di resto saja,?'' putus Alan
**
pagi menyapa, dengan kesibukan masing-masing, di mana kini Aldo membantu Hani seperti biasa, dan para papa memjaga cucu di pagi hari, ana dan Ella membuat sarapan setelah membersih kan ke tiga cucu mereka
'' kalau bukan karena sesar, mungkin Hani sudah bisa bergabung bersama kita ya.. ana.?'' ucap Ella menatap ana yang berada di samping nya
__ADS_1
''' jelas dong, lagian kalau normal palingan sebentar merasakan sakit nya,?'' ucap ana
'' sebenar nya aku tidak tega melihat Hani selalu meringis menahan sakit nya, tapi mau bagai mana lagi, selamat saja syukur..'' ucap Ella menghela nafas berat
'' ya.. begitu lah, Hani pun tidak menginginan kan sesar ini, namun demi diri nya dan anak nya, Aldo terpaksa mengambil keputusan sesar .'' ucap ana
di mana kini Hani membenahi asi nya, selesai mandi Kania merengek minta asi, untung saja Hani sudah selesai memakai baju
'' mas, mau sarapan, gak apa kan, kalau mas tinggal sendiri.'' Aldo menatap sejenak ke arah Hani yang bersandar di dinding ranjang
'' gak apa mas, lagian kalau mas, nanti gak sarapan, Gak ada tenaga untuk menjaga Kania.?'' ucap Hani terkekeh kecil melihat ke arah Aldo
'' gak gitu juga kali Han, kamu pikir, mas tidak sanggup menjaga Kania, tiga anak saja mas jag, apa lagi ini hanya satu.?'' ucap Aldo
membuat Hani tertawa tertahan, karena tidak mungkin Hani tertawa lepas, yang ada perut nya berdenyut tidak karuan
Aldo berjalan ke luar kamar, dengan Hani yang masih duduk di tempat nya,
'' mau sarapan do.'' Ella menatap anak nya yang mendatangi meja makan
'' iya ma, Aldo lapar sekali, sampai mau mati rasa nya..'' ucap Aldo seraya terkekeh kecil melihat sang mama yang memasang wajah jutek nya.
'' kau jangan mati sekarang, kasian Hani, anak mu banyak, nanti haninke walahan mengurus nya, apa mau anak mu di sambel atau di goreng ke dalam kuali,, walau pun harta mu banyak, tapi itu semua atas nama Hani,.?'' ujar Ella melihat ekspresi wajah Aldo
'' kan Masi ada mama.?'' saut Aldo enteng
'' enak saja, mama tidak mau mengurus anak mu yang banyak itu, masa mama sudah tua begini mengurus anak mu yang banyak itu.?'' ucap Ella menolak mengurus ketiga cucu nya
'' sedang bahas apa sih.?' tanya ana bingung
...****************...
jangan lupa like'komen hadiah vote sebanyak banyak nya ya
__ADS_1
'' terimakasih'''