
benci dan cinta itu terkadang membuat sebagian orang bingung, terkadang benci bisa berubah menjadi cinta, terkadang cinta setengah mati tetapi pada ujung nya akan benci dan kecewa, begitu juga yang kini tengah di rasa kan oleh Hani dan juga Aldo
dulu Aldo sangat membenci Hani, dan dulu Hani sangat mencintai Aldo, tapi kini semua itu berputar seperti roda yang sedang berjalan
dalam hati kecil Hani, ada segudang rasa khawatir terhadap Aldo, namun egois Hani mengalah kan rasa khawatir Nya
sudah berulang kali mama ana menyuruh Hani untuk datang menjenguk Aldo atas permintaan Ella, namun semua itu di tepis oleh ke egoisan Hani
sudah berulang kali Dion juga membujuk Hani, namun Hani selalu menolak dengan alasan tengah sibuk mengurus pekerjaan nya
'' mbak, kenapa sih.. mbak itu selalu saja egois, tolong dong mbak mengerti perasaan Tante Ella yang berharap mbak mau datang kesana menjenguk bang Aldo..? pagi ini Dion membujuk Hani kembali
'' kenapa sih, kalian itu selalu memaksa ku, apa aku harus kesana, apa dengan kehadiran ku kesana akan membuat Aldo akan bangun dari koma nya...? ucap Hani
'' setidak nya, mbak sudah mencoba nya, dan Tante Ella tidak lagi berharap dengan mbak Hani..? Dion prustasi kini menghadapi Hani
'' kalau pun mau siuman, ya.. siuman Dion, kalau pun tidak, mau bagai mana pun tetap tidak akan siuman..? jawab Hani acuh
'' masyaallah... kenapa sih.. Dion punya mbak gak ada perasaan nya sama sekali..? ucap Dion mengerang prustasi menghadapi Hani yang masih mementingkan ke egoisan nya
'' sekarang gini deh, kalau mbak mau menjenguk bang Aldo, Dion turutin semua kemauan mbak Hani..? kini Dion sudah sebal dan emosi menghadapi Hani
'' termasuk, memberikan anak mu pada mbak..? dengan semangat nya Hani berkata seperti itu
'' ya.. enggak dengan anak Dion juga dong mbak, anak Dion saja belum lahir, sudah mau di mintak...? saut Dion tidak percaya akan permintaan Hani pada nya
'' kamu sendiri tadi yang berucap seperti itu..? Hani terkekeh geli melihat Dion yang kesal padanya
'' tapi tidak dengan anak Dion yang belum lahir juga dong mbak..? ingin rasa nya Dion memasuk kan Hani kedalam perut nya agar tidak membuat Dion semakin kesal
'' ya.. sudah kalau begitu, kau saja tidak mau, apa lagi aku, tidak mau sama sekali..? ucap Hani, ia pun meninggal kan Dion seorang diri yang tengah mengerang prustasi dan kesal menghadapi dirinya
__ADS_1
'' ingin ku Telang kau mbak Hani...? teriak Dion yang jengkel kepada Hani
'' jangan berisik, Kiara sedang tertidur..? ujar Hani dari atas tangga sambil terkekeh geli melihat Dion yang tengah kesal pada dirinya
dengan raut kesal, Dion pun kembali ke rumah belakang, ia terlanjur kesal pada Hani, ia tak tau harus berbuat apa agar Hani mau menjenguk Aldo
sudah sebulan Aldo terbaring di rumah sakit, dan sampai sekarang Hani pun enggan untuk menjenguk Aldo karena ego yang begitu tinggi sehingga Hani membuat Hani urung mengabul kan permintaan Ella
'' gimana mas, berhasil apa tidak..? Diana bertanya ketika melihat Dion sudah kembali
dengan wajah lesu Dion pun masuk ke dalam rumah, di ikuti oleh Diana yang tengah hamil besar, kehamilan Diana yang besar membuat ia susah untuk melangkah, apalagi saat ini Diana hanya tinggal menunggu hari untuk proses melahir kan
'' hhmm... entah harus bagai mana lagi untuk membujuk mbak Diana.. semua sudah mas Utara kan, tapi mbak Hani menolak nya, dan terakhir, mas. bilang, akan menuruti semua permintaan nya, eh.. malah mau meminta anak kita yang belum lahir..? ujar Dion menghela nafas panjang
'' kenapa mas tidak iyakan saja..? ucap Diana cepat
'' sembarangan, kita saja belum melihat wajah nya seperti apa, sudah main berikan saja pada mbak Hani..? kini Dion menatap wajah sang istri dengan raut tak percaya
'' maksud mu, mas, kamu suruh berbohong..? Dion menarik hidung Diana dengan gemas
'' sakit tau mas..? Diana menepis tangan Dion dari hidung nya
'' lihat sayang, mama mu sudah mengajari papa untuk berbohong..? ujar Dion sambil mengelus perut buncit Diana
'' bukan seperti itu mas, kan hanya mengiyakan saja..?
'' itu sama saja Diana.. kenapa sih, kamu hari ini ikutan menyebal kan, seperti mbak Hani..? Dion pun geleng kepala mendengar jawaban Diana yang tidak masuk di akal
'' sudah lah, lebih baik mas mandi dulu, dari pada semakin emosi bertambah..? lanjut Dion lagi, ia pun meninggal kan Diana seorang diri di ruang tamu
sedang kan Dina kini tidak tinggal lagi bersama dengan mereka, kini Dina sudah ikut dengan suami nya
__ADS_1
sedang kan ibu, kini tengah sibuk mengurus perkebunan sederhana yang ada di halaman belakang, yang sengaja di buat untuk ibu Sasa
kini Hani sudah berada di hotel, setelah ia menitip kan Kiara kepada mbak Tia, ia pun bergegas ke hotel
sedang kan mama papa, sudah dua hari kembali lagi menjenguk Aldo, sudah terhitung sepuluh kali dalam sebulan ini mama papa bolak balik ke kota E untuk menjenguk Aldo
'' pagi mba Hani..? sapa stap dengan ramah sambil tersenyum
'' padi juga..? jawab Hani tak kala ramah nya
Hani pun melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan yang tersedia untuk nya
sedang kan Dion kini tengah mengadakan rapat hari ini, namun pikiran Dion tidak pokus di kala ia mengingat permintaan Hani tadi pagi, sesekali ia pun menghela nafas di kala ia ingat perkataan Hani
'' gimana dengan Dion, apakah sudah ada kabar..? tanya Ella ketika Hani baru saja masuk ke dalam ruang rawat Aldo setelah pulang dari membeli makanan untuk mereka ber empat
'' belum ada kemajuan, malah Hani meminta permintaan konyol pada Dion, yang mana membuat Dion semakin pusing saja..? ana menghela nafas berat, setelah mendengar laporan dari Dion
'' apa permintaan nya, mungkin bisa saya kabul kan..?
'' kamu tidak akan bisa mengabul kan nya...? ujar ana lagi menatap kasian kepada Ella yang berharap Hani akan dengan senang hati mau menjenguk Aldo Tampa diminta,
tapi ternyata harapan tinggal lah harapan, Hani Samapi sekarang tak kunjung juga datang menjenguk diri nya di rumah sakit
'' apa sebenar nya permintaan Hani, sampai aku pun tidak bisa mengabul kan nya...? penasaran Ella dengan permintaan Hani
'' meminta anak Dion yang belum terlahir kedunia, apa kamu sanggup mengabul kan nya..? kini ana menatap Ella,
bagai mana reaksi Ella ketika mendengar jawab dari ana, yang mana membuat Ella tak percaya dengan sosok Hani
semakin hari, semakin ia tak mengerti dengan jalan pikiran Hani, dulu Hani tidak seperti itu, dan kenapa sekarang Hani berubah drastis
__ADS_1