Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
Bab 29.


__ADS_3

Dua hari berlalu Jasmine tak masuk kampus ia lebih banyak di rumah sakit dan jarang di apartemen. Hari ini ada ujian yang harus ia ikuti, setelah selesai jam kuliah ia berniat untuk kembali rumah sakit namun ia di hadang oleh orang suruhan Dixie dan mereka mulai menyiksa nya.


Lagi dan lagi ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"dasar ******"


Plakk


"jangan menyiksa ku lagi, aku mohon, aku sangat kesakitan" ucap Jasmine di sela sela kekerasan yang ia dapatkan.


"ayo pergi, tapi ingat kami akan terus mendatangi mu dan dengan sendiri nya kau pergi menghilang" ucap seseorang menahan aksi teman nya yang ingin memukul Jasmine lagi.


Dari jumlah keseluruhan ada dua kelompok yang selalu menyiksanya, teman sekelas nya ada lima orang dan kaka senior dari teman Dixie ada tiga orang.


Jasmine berjalan dengan tubuh yang begitu lemah kembali ke apartemen Haider, ia menunggu kedatangan Haider untuk membukakan pintu karena pin sudah di ubah olehnya tanpa sepengetahuan Jasmine.


Pintu lift terbuka terlihat Haider dan Dixie berjalan bergandengan.


"Ck wanita ini masih menumpang di apartemen mu ?" tanya Dixie tak suka kepada Haider.


"hari ini ia akan kembali" ucap Haider tanpa melihat ke arah Jasmine lalu melumut bibir Dixie dengan sangat ganas.


"apa sakit ? itu lah yang aku rasakan saat melihat foto mu dan saat kau tidur dengan pria lain" batin Haider yang masih meramas dan mencium Dixie di depan Jasmine, sorot mata mereka bertemu, di tatapan Haider penuh dengan tatapan tajam sedangkan Jasmine melihat dengan tatapan kecewa dan sakit hati.


Mereka tak mempedulikan Jasmine, mereka mengabaikan nya dan melakukan hal intim di hadapan mata Jasmine. Namun Jasmine yang sudah terlanjut sakit hati hanya melihat lalu mengabaikan mereka dan masuk ke kamar.


"sudah dua hari ternyata, berarti besok aku harus keluar, tapi bagimana dengan nasib ku dan Jay" air mata nya jatuh lagi.


"bagimana dengan biaya sekolah ku ? biaya pengobatan Jay ? ini adalah kartu dan harapan ku, tapi aku takut Haider mengetahuinya dan membekukan atm ini" Jasmine lalu membersihkan diri.


Jasmine menuliskan surat untuk Haider, lalu tertidur sangat lelap karena tubuhnya yang lemah dan setiap mendapatkan kekerasan kepala nya selalu sasaran di hantam ke tembok untung saja perut nya tidak pernah di sentuh.


.............


byurrr


satu siraman air kamar mandi membasahi tubuh Jasmine, beberapa luka di wajah nya kembali terbuka akibat tamparan dari teman kampus nya, sebenarnya mereka di suruh oleh Dixie untuk menyiksa Jasmine secara perlahan.


Berniat untuk pergi setelah ujian namun naas karena orang suruhan Dixie sudah menahan nya dan membawanya ke toilet.


"sayang sekali kau harus berurusan dengan kami" ucap wanita itu.


"kau tahu selama ini hubungan Dixie dan Haider tidak ada orang ketiga ? tapi kau berani sekali merayunya dengan tubuh murahan mu itu" saat melakukan penyiksaan kepada Jasmine, beberapa siswa lain masuk ke toilet wanita, diantara nya ada Laura, gadis itu terkejut melihat tubuh Jasmine yang berantakan, ditambah luka lebam di wajahnya.

__ADS_1


"Jasmine" ucapnya tanpa mengeluarkan suara ia begitu terkejut melihat penampilan Jasmine yang begitu mengerikan, rambut yang sudah berantakan, kedua pipi memerah bekas tamparan, hidung yang mengeluarkan darah, kening serta bibir yang kembali tersobek dan mengeluarkan darah.


Jasmine berdiri di samping tembok dengan nafas tak beraturan, wajah nya terlihat sembab, air mata terus berjatuhan, rambut ajak ajakan, luka lebam yang kembali terbuka, kondisi Jasmine terlihat sangat lemah.


"jangan biarkan mereka menindas mu" batin Laura, netra mata mereka bertemu, tatapan memohon di berikan oleh Jasmine dan seketika ia tersenyum ke arah Laura.


sorot mata Jasmine menatap Laura dan ia menampilkan senyum manis nya "pergi jangan pedulikan aku" seakan tahu apa yang di pikirkan Jasmine, Laura melihat lekat wajah teman sekelas nya lalu melangkah pergi.


Laura tak sanggup melihat keadaan Jasmine, ia keluar dari toilet dengan tubuh gemetar, mengingat keadaan Jasmine yang sepertinya akan pingsan, di saat yang bersamaan ia melihat sosok Haider dan Dixie yang berjalan ke arah toilet wanita.


"wanita iblis bisa bisa nya dia membuat orang lain menderita sedangkan dia asik bermesraan" batin Laura.


"sayang kau tunggu di sini, aku kedalam dulu" ucapnya lalu meninggalkan Haider, Laura melihat Haider lalu berusaha untuk membuka suara.


"bantu dia, mereka menyiksa nya seperti hewan"


"bukan urusan ku"


Laura tersenyum mendengar jawaban Haider "jangan menyesal atas perkataanmu nanti, tetap lah masa bodoh di kemudian hari, aku orang pertama yang akan menanti penderitaan mu kelak"


Laura meninggalkan Haider lalu mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang. "lakukan sekarang, dia sangat menderita. Tugas ku selesai" panggilan di matikan.


.............


"kenapa lama ? apa ada seseorang yang kau temui di dalam ?" tanya Haider mereka meninggalkan toilet


"kau ini omong apa ? aku hanya ke kamar kecil" senyum manis di tampilkan oleh Dixie beberapa langkah mereka berjalan, keluar beberapa mahasiswa yang sudah menyiksa Jasmine habis habisan dengan senyuman di wajah mereka.


Jasmine terjatuh dan pingsan di dalam kamar mandi, beberapa menit berlalu seseorang datang dan membopong tubuhnya.


"ikut pintu belakang pastikan tidak ada yang melihat nya" ucap seseorang di balik alat penyedap


Satu jam perjalanan akhir nya Jasmine di bawah ke salah satu ruangan pasien, di samping nya sudah ada seseorang yang terbaring di samping dengan kondisi yang sama, menggunakan pakaian rumah sakit dengan tubuh yang masih terpasang alat yang tak lain adalah Jay sang adik, tubuh nya masih di lengkapi alat alat, dan masih terbaring kaku.


Seorang dokter masuk dan mulai memeriksa keadaan Jasmine, lalu mereka menolak branker pasien ke arah ruang obgym di mana sang dokter menyarankan untuk melakukan USG agar lebih akurat hasilnya.


"Celine bagiaman kondirinya" ucap Romanove


"positif, kedua janin sangat lemah, jika terlambat maka tidak bisa mempertahan kan mereka" ucap dokter Celine, Romanove terdiam lalu melihat ke arah dokter Kim


"untuk keadaan fisik, tubuh nya begitu lemah, karena mendapatkan kekerasan terus menerus,  ia harus beristirahat kurang lebih satu minggu, agar tidak membahayakan janin"


"Celine perkiraan janin ?"

__ADS_1


"trimester pertama janin berusia empat minggu, mereka sangat kuat meskipun ibu nya di tindas" Romanove menganggu mengerti.


"kami permisi nyonya" mereka keluar meninggalkan Romanove.


"kau harus kuat agar anak mu bisa melihat indah nya dunia" Romanove mengelus perut rata milik Jasmine lalu balik ke arah Jay "dan kau harus bangun karena kau satu satunya obat yang dapat membantu kaka mu"


Romanove keluar dari arah kamar pasien dan menyuruh dokter agar membangun kan Jay dari tidur nya apapun yang terjadi.


Jasmine di pindah kan ke ruangan lain, sedangkan beberapa dokter mulai membawa beberapa alat untuk merangsang otak Jay agar ia keluar dari zona nyaman nya.


"bangun kan dia apapun yang terjadi" ucap Romanove berjalan ke arah Celine yang masih fokus melihat Jasmine.


"berapa lama ia akan tertidur ?"


"satu atau dua jam lagi ia akan sadar, ia banyak kekurangan nutrisi dan keadaan nya sangat lemah"


"aku akan membawa nya pergi, Selena akan ikut dengan ku" ucap Romanuve, kata kata nya adalah perintah yang tak bisa di bantah. Selena adalah adik dokter Celine.


Romanove berjalan meninggalkan ruangan Celine dan ia menghubungi seseorang melalui alat yang terpasang di telinggan nya, satu kali tekan langsung menghubungi semua bawahan nya.


"tutup seluruh akses cctv di kota ini, hapus semua jejak Jasmine dan Jay buat berita kematian soal seorang anak yang bunuh diri"


"satu lagi jangan sampai meninggalkan jejak sedikit pun, tetap awasi Haider, dan juga aku akan membawa Jasmine keluar dari negara ini, siapkan Jet darurat sekarang"


"malam ini atau besok pagi aku berangkat meninggalkan negara ini"


Jet darurat adalah penerbangan darurat yang tak bisa di tahan jadi Jet tersebut akan di bawah ke markas besar atau kartel blackwidow untuk hal penting dan mendadak yang tak bisa di hindari, karena itulah mereka membuat pangilan Jet darurat.


...🍁🍁🍁🍁...


Haider masuk ke dalam ruangan, dilihat nya sekeliling namun tidak ada tanda tanda seseorang, kamar yang di tempati Jasmine terlihat sangat rapi, belum menunjukkan ada nya ke anehan.


"Ck, sudah jam sepuluh malam tapi dia belum pulang juga"


"untuk apa aku memikirkan nya ? dia pasti sedang memuaskan has**t pria lain" Haider kembali ke kamar lalu membersihkan diri.


"kenapa rasa nya sakit jika mengingat hal itu" ucap Haider pada dirinya, nafas nya naik turun tak beraturan ia merasakan sesak di dalam dadanya.


"kau tahu aku sangat membenci penghianatan, sudah aku bilang kau hanya milik ku tidak boleh ada orang lain yang menyentuhmu, tapi kenapa Jasmine kenapa kau bertemu pria lain di belakang ku" ucapnya dan menumbuk kuat dinding kamar nya.


"arggghhh" teriak Haider merasa sesak di dadanya meningat Jasmine dan pria lain bersama.


"siallll" umpat Haider.

__ADS_1


Di kamar ia kembali mengingat beberapa kali ia melihat wajah Jasmine yang begitu berantakan, saat ia melihat di depan kantin, di lobi, perpustakaan dan juga beberapa kali wajah nya lebam pas keluar dari toilet.


__ADS_2