Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 49


__ADS_3

sungguh kali ini banyak drama yang ku lalui, untung nya kami sebelum berangkat sudah makan tadi


'' pakai baju yang ini..? ucap ku menyerah kan gaun pengantin pada Diana


'' kenapa aku harus memakai ini..? tanya Diana pula


'' sudah lah,, jangan banyak bertanya..lekas kau pakai saja..? ucap ku, Diana pun hanya menuruti apa yang ku perintah kan


setengah jam kini sudah berlalu dengan diana sudah siap untuk ku bawa keluar dari kamar ini,


'' kita sebenar nya mau kemana sih..aku berpakaian seperti ini kayak yang mau nikah saja..? celetuk Diana pula


'' memang iya,, kau akan menikah dengan si perusak mu..? ucap ku sebal pula pada nya


'' memang nya kamu tau siapa pelaku nya,, kayak yang sudah tahu saja..? ucap Diana pula


'' heii...jangan ngelawak kamu,, kamu sendiri kan tau,, kalau Dion itu adik angkat ku,, apa kamu lupa itu .? ucap ku bertanya pada nya


'' maksud kamu,, jadi Dion orang nya..? ucap Diana kaget


'' lah..ini gimana sih..apa kamu lupa dengan wajah Dion..? tanya ku pula


'' iya...aku lupa dengan wajah nya, sudah hampir dua tahun tidak berjumpa dengan Dion,, wajah nya sudah berubah jadi lebih dewasa..? ucap Diana pula


'' ya...aku saja tak menyangka nya..kenapa wajah nya bisa berubah secepat itu..? saut ku


kami pun kini tengah berada di ruang tamu, ternyata kedatangan kami ke mari sudah di tunggu oleh semua orang


dan semua orang kini pun tengah pokus menatap Dion yang akan melakukan akad nikah di sore hari


setelah kata sah terucap, kami semua pun bisa bernafas lega, karena tidak ada lagi beban pikiran buruk Yang akan terjadi nanti nya


'' kita kapan menyusul mereka..? tanya Aldo tepat di belakang ku


seketika aku pun menoleh kepada nya, sejak kapan ia berada di belakang ku


'' jangan harap kan itu dari ku..? ucap ku pula pada nya


'' kenapa seperti itu,, tanya Aldo


'' karena aku tidak ingin menikah dengan mu..? ucap ku pada Aldo

__ADS_1


kemana pergi nya si Dina ini, kenapa malah Aldo yang berada di belakang ku, ku cari di sekeliling, ternyata Dina tengah duduk bersama ibu, pantas saja Aldo bisa duduk di sini, kapan ia berpindah posisi


ku lirik lagi kebelakang kanan ku, ternyata wanita nya Aldo tengah bersama nya, ku kira ia tak akan ikut kemari untuk menghadiri pernikahan Dion dan Diana ini


'' acara sudah selesai, dan kami harap bapak dan ibu sekeluarga Sudi kira nya menerima putra kami dengan berlapang dada..dan setelah ini, saya harap kan bapak dan ibu tidak menyimpan dendam terhadap kami sekeluarga maupun dengan Dion..? ucap papa ketika rombongan kami hendak pulang ke rumah


'' insya Allah,, saya akan mencoba berlapang dada, asal kan putri saya kelak bahagia bersama Dion..? ucap ayah Diana


'' jadi.. untuk malam ini, Dion akan tinggal di sini atau kami bawa pulang kembali bersama Diana..? tanya mama pula


'' untuk malam ini, mungkin mereka akan tinggal di sini untuk sementara, besok jika Dion ingin kembali,, terserah saja..? ucap ayah Diana


'' baik lah kalau begitu,, kami semua mohon undur diri hendak pamit pulang, karena waktu pun sudah hendak menjelang malam..? pamit papa pada ayah Diana sekeluarga


'' silah kan pak, tapi mohon maklum saja, karena Dateng kemari kecewa tidak bisa menjamu bapak sekeluarga dan hanya air putih saja yang keluar..? ucap ayah Dina


'' tak apa pak, anak saya sudah di terima saja di sini sudah syukur..? papa pula


kami pun bergegas meninggal kan rumah Diana setelah kami pamit dan bersalaman semua


'' assalamualaikum..?


'' waalaikumsallam''. ucap mereka


kita mau kemana ma..? tanya ku, ini ternyata berbelok jalur, ini tidak jalur pulang ke rumah kami


'' kita mau singgah ke resto bentar, mau mengisi perut yang sudah kosong..? ucap mama


tak berselang lama kami pun berhenti di depan resto untuk mengisi perut kami, begitu juga dengan mobil Aldo dan keluarga nya


'' maaf ya..Ella,, terpaksa menahan lapar..? ucap mama pula


'' tak apa ana,, yang penting semua telah beres..? ucap Ella


'' mari kita masuk,, biar malam ini kami yang membayar nya, hitung-hitung untuk menjamu kalian..? ucap mama menggandeng tangan Tante Ella dan merangkul ibu masuk ke dalam resto


sedang kan para papa menyusul di belakang nya, aku masih menunggu Dina yang sedang memarkirkan mobil yang ia bawa


'' kok gak masuk mbak..? tanya Dina pada wanita Aldo yang tak ku ketahui nama nya itu


'' sedang menunggu Aldo Dina..? ucap nya pula dengan sopan

__ADS_1


'' saya duluan ya.. mbak..? ucap Dina dan hanya di anggukin saja oleh nya


kemudian Dina pun menghampiri ku, dan kami berdua pun menyusul para orang tua yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam


'' mama sudah memesan kan kami dan juga Dina,, kalian para anak muda duduk di bangku sebelah sana saja..? ucap mama menunjuk bangku sebelah kiri


'' iya ma..? saut Dina kami pun melangkah kembali seperti yang di beri tahu mama


'' di bunuh gak ya..nanti nya bang Dion sama mbak Diana. nya..? ucap Dina pula sambil bertopang dagu


'' kurang tau, tapi seingat mbak sih.. Diana dan keluarga orang nya baik..? ucap ku pula


'' syukur lah kalau begitu .? ucap Dina menghela nafas


tak berapa lama, Aldo pun duduk bergabung bersama kami, mereka seperti kami yang di suruh duduk terpisah dengan para orang tua


sebenar nya aku tak nyaman ada nya Aldo di sini, tapi mau bagai mana lagi, sudah terlanjur duduk di sini, mana mungkin ku tinggal pergi, lagian pesanan kami sudah di hadapan mata


'' kamu pindah ke sebelah sini..boleh..? tanya Aldo menatap Dina penuh harap


'' mau apa bang...? tanya Dina bingung


'' mau dekat dengan Hani saja..? ucap Aldo pula.


'' gak bisa bang,, Dina sudah terlanjur duduk di sini..? ucap Dina yang tak pindah


'' plisss...boleh ya..? ucap Aldo lagi


aku pun dengan cepat mencekal pergelangan Dina yang hendak pergi meninggal kan ku,


'' gak bisa bang,. ada yang marah..? ucap Dina pula


Aldo pun hanya pasrah dengan penolakan yang Dina lontar kan lantaran aku tak menginginkan Aldo berpindah di samping ku


tak banyak yang di bicarakan, aku hanya diam saja sepanjang makan hingga selesai dan papa mama memanggil kami dan mengajak kami kembali ke rumah


'' pernikahan kamu di tunda dulu untuk sementara.waktu...? ucap papa ketika kami baru saja sampai di rumah


'' kalau bisa,, batal saja .? saut ku


'' kenapa kamu bilang seperti itu..? tanya papa heran

__ADS_1


'' karena aku, tidak mengingin kan nya..? ucap ku cepat, setelah nya, aku pun berlalu naik ke lantai dua kamar ku


__ADS_2