Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 51


__ADS_3

'' berapa korban semua yang tertimpa..? tanya papa ketika satu keluarga sudah di evakuasi


'' ada empat korban.. pak..yang tertimpa, namun semua tidak ada yang bisa terselamat kan ..? ucap pak Reza


'' dimana sekarang korban nya..? tanya papa pula kepada pak Reza selaku yang melapor atas pertemuan korban


'' mari saya antar pak...? ucap Reza pula dengan papa


Dion entah kemana perginya begitu juga dengan Dina, aku hanya seorang diri berada di sini di posko yang sengaja didirikan dadakan ini


'' eh..kenapa pada ribut itu .? tanya ku ketika seorang pelayan melintas di dekat ku


'' kata nya ada yang menemukan bayi di reruntuhan bangunan, dalam keadaan selamat mbak..? ucap nya pada ku


'' yang benar kamu..? tanya ku memasti kan lagi


'' iya mbak,, saya saja mau melihat kesana secara langsung..? ucap nya


'' saya ikut dengan kamu..? ucap ku cepat pada nya


'' baik mbak, ayo..? ajak nya kemudian


dan kami pun menuju ke lokasi yang menemukan bayi tersebut, aku pun dengan tergesa-gesa melangkah untuk segera sampai di sana


'' mau kemana kamu Hani,, tanya papa ketika aku memalui papa


'' mau kesana pa, mau melihat secara langsung penggalian penemuan anak bayi..? ucap ku sejenak berhenti di dekat papa


'' bayi nya sudah di selamat kan, sekarang ada di tandu darurat untuk mendapat kan pertolongan pertama..? ucap papa pula memberi tahu ku


'' loh..iya kah,, sekarang ada di sebelah mana pa..? tanya ku lagi


'' ada di sebelah sana..? ucap papa menunjuk sebelah kanan ku, sedang kan aku akan di bawa ke sebelah kiri


'' hehehe..berarti saya salah, dapat informasi mbak..? ucap nya tersenyum kuda saat aku melihat ke arah nya


aku tidak memperduli kan lagi diri nya, dan kini aku pun melangkah kan kaki ku ke arah tandu darurat yang di ucap kan papa tadi


" apakah bayi nya terluka parah dokter..? tanya ku ketika sudah sampai di tandu darurat


" tidak ada yang serius nona, hanya saja di bagian lengan dan juga kaki nya, hanya lecet biasa .? ucap dokter tersebut pada ku

__ADS_1


" tapi kenapa anak itu menangis begitu kencang nya, dan tak bisa kah di diam kan..? tanya ku heran


" dia sedang haus nona, kami tidak ada membawa susu formula..? ucap dokter tersebut


" oh..iya kah, siapa yang akan membelikan susu untuk nya...? tanya ku menoleh ke kiri dan aku menemukan pelayan tadi yang ku ikuti


" mbak.. bisa kah kamu membelikan nya untuk ku..? tanya ku pula


" bisa mbak, biar saya saja..? ucap nya dengan senang hati


" sekalian belikan juga, botol susu nya ya.. mbak..? ucap ku pada nya


" oke..siap mbak,,? ucap nya tersenyum ramah


aku pun memberikan uang kepada nya, untuk membeli semua keperluan bayi ini, dan ia pun berlalu pergi, dengan pesan secepat nya kembali kemari


" biar saya saja yang mendiam kan nya sus..? pinta ku pada suster yang terus saja mengayun kan tubuh balita tersebut


" baik nona...ini..silahkan..? ucap nya dan menyerah kan nya kepada ku, dan aku pun segera menerima,


sungguh anak yang malang, ucap ku dalam hati, masih beruntung nya aku, masih memiliki orang tua tetapi selalu menyusah kan ke dua orang tua ku, tidak pernah membanggakan mereka berdua


" ini mbak..pesanan nya, sesuai seperti apa yang mbak ingin kan, bahkan saya ada membelikan dua stel ganti nya nanti, bilamana nanti ini di perlukan..? ucap nya menyerah kan semua barang belanjaan nya


" tapi saya tidak banyak memberikan kamu uang, kenapa bisa kamu membelikan dua stel baju..? ucap ku keheranan dengan pelayan satu ini


pasal nya, aku hanya memberikan ia uang dua lembar saja, ia bisa membelikan ganti sekaligus, sungguh luar biasa


" saya tadi menambah kan sedikit uang mbak, saya hanya membelikan harga yang murahan tadi..,? ucap nya pula dengan tersenyum malu


" pantas lah..?


aku pun merogoh dompet ku kembali, aku akan mengembalikan uang nya,


" ini uang mu ku kembali kan...? ucap ku sambil menyerah kan selembar lagi


" gak usah mbak... saya ikhlas kok..? ucap ny


" gak pa.pa, ini ambil aja, hitung-hitung untuk ongkos kamu...? ucap ku memaksa


" tapi mbak ...

__ADS_1


" udah,, gak usah tapi-tapian' Ambil saja...? ucap ku, dengan terpaksa ia pun mengambil nya dari tangan ku


" terima kasih mbak..? ucap nya dan ia pun berlalu pergi


" sus..ini gimana cara membuat susu nya...? tanya ku


memang anak ini tidak sedang menangis, ia begitu anteng nya tertidur pulas di pangkuanku


" biar saya saja yang membuat nya nona...? pinta nya, aku pun menyerah kan kepada semua perlengkapan bayi yang baru di beli


waktu tak terasa sudah hampir gelap, papa kini tengah menghampiri ku dan mengajak ku kembali ke villa


" Dion dan Dina kemana pa..? tanya ku ketika aku masih tetap tak melihat mereka berdua sedari tadi


" papa saja tidak tau kemana mereka pergi nya, tadi masih bergabung dengan yang lain,, tapi setelah nya papa gak tau kemana mereka pergi nya..? ucap papa


" jadi, mereka bagai mana..? tanya ku pada papa


" biar kan saja lah mereka, masalah nya mama saat ini sedang berada di villa bersama Diana..? ucap papa


" hmm..pa, boleh tidak bayi imut ini Hani bawa pulang..? ucap ku meminta persetujuan papa


" memang nya kamu bisa merawat nya...? tanya papa dengan kening berkerut


" mama kan ada pa.. mama bisa mengurus nya kan pa.. boleh yang pa..? ucap ku pada papa


" terserah kamu saja lah,, izin terlebih dahulu pada perawat dan dokter nya, agar mereka tidak panik nanti mencari anak ini..? ucap papa


aku pun hanya mengangguk dan berlalu setelah ku berikan bayi itu ke tangan papa, dan aku mencari di mana dokter dan perawat yang merawat nya tadi


setelah aku mendapat izin, kini aku dan papa bertolak pulang kembali ke villa yang biasa kami huni


" untuk apa kau mau repot membawa nya..? tanya papa


" anak nya imut pa, setelah kenyang tadi ia begitu pulas nya tidur di pangkuan ku..? ucap ku gemas melihat anak bayi ini


" ada-ada saja kamu ini, besok kalau keluarga nya ada, berikan saja kepada keluarga nya..? putus papa


" iya pa..? ucap ku


seakan aku tak rela jika anak ini kembali lagi kepada keluarga nya, aku terlanjur sayang kepada anak ini

__ADS_1


__ADS_2