
pagi ini, setelah ibu sudah siuman dan kondisi nya tidak lagi seperti semalam
kini kami berencana untuk ke butik dan ke tokoh perhiasan, untuk membeli keperluan yang di butuh kan oleh Dion untuk melamar Diana
'' saya jadi tidak enak Bu,, semua biaya di tanggu oleh ibu..? ucap ibu Dion berulang kali
'' Dion kan juga anak saya Bu, jangan lupa itu, jadi Dion pun tanggung jawab saya..juga..? ucap mama pula
'' terima kasih kalau begitu Bu,, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan kebaikan ibu..? ucap ibu sambil tersedu
'' apa sih..Bu,, Dion anak saya juga, lagian kan Dion dan Dina sudah banyak membantu saya untuk menjaga Hani, itu sudah lebih dari cukup bagi saya..? ucap mama merangkul ibu dan membawa nya ke dalam mobil yang akan kami tumpangi untuk mencari kebutuhan dan perlengkapan Dion
kami hanya ber empat saja, sedang kan papa akan mengurus semua data-data Dion yang akan di perlukan nanti nya
Dion pun membelok kan mobil nya ke butik ternama yang di rekomendasi kan oleh mama
'' apa ini tidak terlalu mahal Bu..? tanya ibu begitu kami sudah memilih gaun dan juga yang di butuh kan nanti nya oleh Diana dan juga Dion
'' kenapa ibu berbicara seperti itu..? tanya mama pula,
'' apa tidak apa-apa buk..? tanya ibu lagi bingung harus berbuat apa, karena di sini semua harga yang lumayan mahal tapi tak menguras kantong juga
'' ibu tenang saja, ibu hanya ikut memilih dan menilai saja, selebih nya biar kan saya yang akan mengurus nya..? ucap mama pula
'' wah...ini cantik banget kan mbak..? ucap Dina yang heboh sendiri
'' kalau kamu suka,, ambil saja..? ucap ku pada Dina,
tak apa sesekali membelikan Dina yang lumayan harga nya, hitung-hitungan untuk upah selama ini ia telah setia menemani ku
'' tapi sayang sekali mbak..? ucap nya pula
'' sayang kenapa..? tanya ku dengan kening berkerut bingung
'' harga nya separuh gaji ku..uang dari mana Dina mbak..? ucap Dina murung
'' biar mbak yang bayar, ambil saja kalau kamu suka,, ucap ku pada nya
'' beneran nih mbak,, memang nya mbak Hani ada uang nya.. untuk membayari ini..? tanya nya pula meragu kan isi dompet ku
'' kamu menghina ku atau bagai mana..? sungut ku pula marah
'' hehehe...maaf mbak..? ucap Dina cengengesan karena aku kesal di buat oleh nya
__ADS_1
'' kamu pilih saja yang kamu mau, nanti mbak yang akan membayar nya, hitung-hitung bonus selama kamu setia menemani mbak selama ini..? ucap ku pula
Dina pun berjingkrak kegirangan atas tawaran ku pada nya, dengan riang Dina berlari kesana kemari mencari apa yang ia mau
'' ternyata kalian berdua di sini,, sedang sibuk sendiri .? ucap Dion pula yang baru saja muncul dari belakang ku
'' apa sih..Yon..? tanya ku pada nya
'' kita mau pindah lagi mbak,, itu mama dan ibu sudah menunggu..? ucap Dion pula
'' tunggu sebentar,, biar mbak yang panggil Dina, kamu pergi lah terlebih dahulu..? ucap ku pada Dion
setelah Dion pergi, aku pun menghampiri Dina yang terlihat pusing melihat semua bentuk dress dan juga gamis yang ada di hadapan nya saat ini
'' kamu kenapa terlihat bingung seperti itu..? tanya ku pada Dina
'' bingung mbak, semua nya pada cantik-cantik..? ucap Dina pula
'' cepat tentu kan pilihan mu, kita sudah di tunggu..? ucap ku seraya meninggal kan nya seorang diri
aku hanya memilih satu dress saja, yang akan ku kena kan nanti di saat akan bertolak ke rumah Diana
sedang kan kami belum juga mengabari pihak Diana, mungkin nanti mereka akan terkejut melihat kedatangan kami sekeluarga
'' mana pilihan mu..? tanya mama ketika aku sudah di dekat mereka
'' Dina masih lama..? tanya mama
'' mungkin sebentar lagi ma..?
'' kita mau pindah lagi soal nya..? ucap mama pula
'' nah..itu orang nya ma..? ucap ku menunjuk ke arah Dina yang tengah kesulitan membawa semua barang belanjaan nya
'' ya..ampun neng... kenapa sebanyak ini kamu pilih nya..? tanya ibu ketika melihat Dina mem bawa beberapa stel gamis dan juga dres
'' biar ada ganti,, bila Dina nanti kuliah di kota B Bu..? ucap Dina pula
'' duit dari mana kamu sebanyak ini loh..? tanya ibu lagi
'' biar kan saja Bu, biar Hani yang akan membayar nya, Hani sudah janji tadi..? ucap ku pula
ku lihat ibu hanya bisa menghela nafas berat nya, sedang kan Dion geleng kepala melihat adik nya tersebut, berbeda dengan mama, ia hanya tersenyum melihat tingkah lucu Dina
__ADS_1
'' masih..mau nambah lagi kah..? tanya mama pula pada Dina
'' jangan Bu..? cegah ibu pula
'' tak apa Bu, lagian Dina kan hanya mengambil beberapa saja..? ucap mama pula
'' ini sudah lebih dari cukup kok mah,,? ucap Dina pula
Dina pun meletak kan semua yang tengah ia ambil tadi, aku pun membayar seperti janji ku tadi pada Dina,
setelah semua selesai kami bayang, dan akan ada kurir yang akan mengantar ke rumah setelah di Peking dan di hias pula
kami kini tengah berpindah ke tokoh mas, Dion akan membeli sebuah cincin kawin yang akan ia berikan nanti kepada Diana
'' kalau yang ini,, biar Dion yang akan membayar nya ma..? ucap Dion menolak pemberian mama
'' loh..kenapa begitu,, biar kan mama saja yang akan membayar nya..? ucap mama lagi
'' kalau ini,, biar Dion saja ma,, Dion hanya ingin membeli mas kawin ini dengan jerih payah Dion sendiri,, karena ini kan memang tanggung jawab Dion, kalau selebih nya terserah mama saja, tapi kalau yang satu ini,, Dion mohon jangan..? ucap Dion pula
'' baik lah.. kalau itu mau mu..? ucap mama pasrah dengan keputusan Dion
'' sudah selesai..? ucap mama
'' sudah ma,, ayo kita pulang..? ajak Dion pula
kami pun kini pulang kembali ke rumah, ternyata sesampai nya kami di rumah, semua barang yang kami beli tadi sudah sampai terlebih dahulu kemari
'' kalau semua sudah siap, lebih baik kita bersiap-siap terlebih dahulu..? ucap papa pula
aku dan Dina pun masuk ke kamar ku begitu juga dengan mama dan juga ibu
dua jam sudah persiapan kami, kini kami telah berdiri di depan rumah menunggu semua barang bawaan masuk kedalam mobil semua setelah nya, baru akan kami menyusul masuk
ternyata, Tante Ella dan juga om Adam ikut andil untuk mengantar kan Dion begitu juga dengan Aldo
'' semua sudah siap..? tanya papa pula ke pada Dion
'' sudah pa..tinggal berangkat saja..?
'' pa..pak penghulu nya gimana..? tanya mama pula begitu kami akan masuk ke dalam mobil
'' tenang saja, semua sudah di atur oleh Adam..? ucap papa pula
__ADS_1
kami pun kini berangkat menuju rumah Diana, karena hanya aku yang mengetahui di mana letak rumah Diana, jadi mobil yang di kemudi Dina pula yang berada di depan begitu juga dengan ku dan ibu
sedang kan Dion membawa mama dan papa berserta pak penghulu yang baru saja sampai di kala kami hendak berangkat