Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 110


__ADS_3

'' assalamualaikum.?'' teriakan seseorang dari luar pintu begitu keras nya, membuat siapa saja yang mendengar nya pasti kebisingan


'' siapa mas, kok teriak nya kuat begitu.?'' Hani melongok ke arah depan, namun tidak melihat siapa pun, karena pintu rumah tertutup rapat


'' coba mas, lihat sebentar.?'' Aldo meletakan kiano dekat dengan Hani sebelum ia berjalan ke arah pintu untuk membuka nya


'' lama sekali sih.. buka pintu nya.?'' omel seseorang yang langsung mendorong Aldo begitu saja dari ambang pintu, setelah pintu terbuka, membuat Aldo hampir saja terjengkang kebelakang kalau saja ia tidak bisa menahan berat tubuh nya


'' ya.. ampun ma, bisa tidak, tak usah mendorong Aldo begitu.?'' omel Adam pada Ella yang sudah masuk terlebih dahulu ke dalam rumah Aldo, meninggal kan adam dan Alan di depan


'' kenapa kemari tidak memberi kabar. pa.?'' tanya Aldo ketika ia sudah bisa menyeimbang kan tubuh nya


'' biasa lah, kalau sudah para mama ribut. papa pun kalah.?'' ucap Alan geleng kepala menatap sang istri sudah lebih dulu masuk


'' ayo masuk pa.?'' ajak Aldo kepada ke dua papa nya


'' cucu Oma, ini Oma datang.?'' teriak ana dan Ella begitu heboh nya


yang mana membuat ketiga anak Aldo menangis histeris mendengar suara teriakan para Oma


'' aduh ma, kenapa mesti teriak begitu sih.?'' Alan dan Adam mengerang kesal melihat para istri nya mengaget ka. ketiga cucu mereka


dengan cepat para opa pun berlari untuk mendiam kan cucu mereka, tak luput dari Hani yang melongo melihat tingkah laku para orang tua nya


sedang kan Aldo yang masih di depan pintu hanya bisa geleng kepala, yang mana membuat ia mwnghembus kan nafas dalam


'' aduh, cucu Oma pada nangis.?'' ana cepat-cepat mengangkat Kiara yang menangis, karena terkejut


'' aduh-aduh, Oma datang kok pada nangis gini sih.?'' Ella menghampiri kiano yang berada di dekat Hani


sedang kan Hani kini tengah sibuk mendiam kan Kenan yang sejak tadi ia pegang, ia menatap ke arah dua anak nya yang kini tengah di diam kan oleh ke dua mama nya


'' kalian sih.. pakai teriak segala. lihat kan cucu ku jadi menangis.?'' omel Alan ketika ia sudah dekan dengan ana, dan mengambil alih Kiara dari dekapan ana


'' nama nya mama rindu pa.?'' ana yang. Bersedekap tangan sambil manyun ketika Kiara di ambil alih oleh suami nya


'' rindu, kok. buat cucu nya menangis seperti ini.?'' omel lagi lagi, ia menatap sinis ana yang mana membuat ana menatap nya dengan kesal

__ADS_1


lain ana, lain pula Adam yang kini mendekat ke arah Hani, ia meminta Kenan dari dekapan Hani,


'' mama harus diam kan kiano, kalau mama gak bisa diam kan, papa akan tinggal kan mama besok di pinggir jalan.?'' ancam Adam pada Ella yang masih berusaha mendiam kan kiano


'' apa sih pa,, mama kan gak sengaja, iya kan sayang.?'' Ella menoel-noel pipi kiano


'' gak sengaja apa nya, papa aja yang masih di luar sana aja kaget dengar suara kalian berdua itu.?'' omel Adam berdecak kesal pada Ella


'' haah.. sudah pada tua, masih suka berdebat.?'' Aldo duduk di samping hani dan menatap ke dua orang tua nya


'' apa kau bilang.?'' kini ke empat orang tua itu menatap Aldo secara bersamaan, yang mana membuat Aldo seketika berdiri dan berlari ke arah kamar nya dan mengunci nya dari dalam


'' anak kurang ajar, buka gak ini pintu nya.?'' Ella menggedor pintu kamar Aldo


'' gak mau, mama. garang,?'' ucap Aldo dari dalam kamar nya tersebut


" awas saja kamu nanti ya.?'' ucap Ella seraya meninggal kan pintu kamar yang tak kunjung di buka itu


'' mama sama papa, pada mau minum apa.?'' tanya hani ketika ia tidak memegang anak nya lagi


'' apa yang ada saja Han,?'' saut ana pada anak nya


Hani pun meninggal kan para orang tua yang ada di ruang tamu, ia kini berjalan ke arah dapur, untuk membuat kan minum


'' eh.. mbak Hani, mau apa.?'' tanya Bik Tami ketika melihat Hani datang dari arah depan


'' mau buat minuman bik, tolong buat kan cemilan taruh dalam toples ya.. bik.?'' pinta Hani menoleh ke arah bik Tami seraya tersenyum


'' ada tamu mbak,?'' tanya Bik Tami


'' iya ada,, mama orang tua saya dan juga mertua saya sedang berkunjung.?'' ucap Hani


Tampa banyak tanya lagi, bik Tami pun mengerjakan apa yang di perintah Hani pada nya, sedang kan Hani menyeduh kopi untuk para papa, berbeda untuk para mama, ia membuat kan teh hijau saja


'' bik, tolong bilang nanti, pada mbak Dewi untuk masak banyak ya.?'' pinta Hani


'' nanti akan saya sampai kan mbak.?'' ucap bik Tami sambil tersenyum

__ADS_1


setelah selesai, mereka pun membawa nya ke ruang tamu, Hani yang di bantu bik Tami membawa nya,.


'' ini ATR, yang kamu bilang genit dengan Aldo.?'' tunjuk Ella pada bik Tami,


bik Tami yang merasa di tunjuk pun mendongak ke arah Ella, ia menatap Ella dengan bingung


'' bukan ma, ini bik Tami.?'' ucap Hani sambil terkekeh kecil


'' oh. mama salah orang kah.?'' dengan wajah bingung mama Ella berucap


'' iya ma, bukan ini orang nya, yang satu lagi, bik Tami ini yang mengasuh Kiara, dan membantu Hani juga mengurus si kembar.?'' ucap Hani masih terkekeh geli


'' oh.. mama ternyata salah rupa nya.?'' ucap Ella sambil tertawa malu


'' kamu ini ma, asal main tuduh saja.?'' ucap Adam geleng kepala melihat sang istri


'' mama kan hanya bertanya saja pa.?'' elak Ella


'' itu nama nya bukan bertanya, melainkan menuduh ma.?'' kesal Adam menatap Ella dengan sinis


yang mana membuat Alan tersenyum miring melihat perdebatan antara Adam dan Ella, sedang kan ana di sibukan bermain dengan Kiara yang kini tengah aktip berlarian kesana kemari


sedang kan bik Tami, ia undur diri setelah mendengar kan perdebatan antara mama majikan nya, ia bernapas lega ketika tuduhan itu tidak dengan nya


'' Aldo masih betah di kamar cerita nya ini.?'' mama ana yang menatap ke arah kamar Hani, yang di mana tadi Aldo masuk ke dalam nya


'' palingan juga sedang tertidur ma.?'' jawab Hani


'' padahal papa mau mengajak nya ke ladang sawit belakang rumah.?'' ucap Alan berdecak sebal melihat menantu nya yang tak kunjung ke luar dari dalam kamar


'' besok kan masih ada waktu pa,?'' ucap Hani menoleh ke arah sang papa


'' takut nya besok, papa ada panggilan mendadak,?'' ucap Alan menghela nafas nya dalam


...****************...


jangan lupa untuk like'komen, hadiah vote nya ya, teman'' agar lebih semangat lagi dalam menulis, kalau tidak ada yang like'komen kayak ada yang kurang

__ADS_1


'' terima kasih''


__ADS_2