Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
Bab 33.


__ADS_3

"Putri anda menderita leukemia dan sangat membutuhkan transplantasi sumsum tulang.


Penyebab anak terkena leukimia lainnya adalah lahir saat kondisinya belum cukup umur dan faktor kesehatan serta usia ibu saat mengandung yang terlalu muda, bisa juga terlalu tua.


Kemudian, keadaan janin terpapar hormon seperti diethylstilbestrol (DES) atau pil KB, berisiko jadi sebab terjadinya kelainan dalam sel darah anak"


Deg


semua yang dikatakan oleh Dr. Rose ada benarnya, ia hamil di usia muda dan pernah mengunakan pill KB. Ereine tak bisa berkata kata gadis itu hanya menangis.


"pertama tama, harus dilakukan tes darah kepada pihak keluarga pasien, untuk untuk mendeteksi jumlah sel darah merah maupun sel darah putih dalam tubuh, karena jika sel darah putihnya berlebih, maka ada tindakan berlanjut. Bila hasilnya cocok akan dilakukan tes berikut.


"Karena putri anak memiliki penyakit leukimia ringan masih ada kemungkinan untuk menjalani rawat jalan. Paling lambat dua minggu waktu perawatan, usahakan untuk melakukan operasi transplantasi dalam bulan ini.


"aku akan merekomendasi kan dokter onkologi atau spesialis kanker, karena aku hanya seorang spesialis anak tapi tidak untuk kanker, ini surat rekomenasinya, sudah terterah nama dan nomor untuk menghubungi dokter Charles, akan aku usahakan karena jadwalnya sangat padat belakangan ini."


"terima kasih Dr. Rose, aku tunggu kabar baiknya" Ereine keluar dari ruangan dokter dengan tubuh yang lemah dan lesuh, gadis itu menangis di tangga darurat agar tak ada yang mendengar tangisan nya.


...✨Flashback off ✨...


"jika itu bisa menyelamatkan cucu ku maka lakukan lah"


"tapi aku tidak bisa menemuinya mom, rasa nya sangat sakit untuk menemuinya. Aku belum siap" Ereine yang masih menatap lekat wajah Haziel.


"lalu sampai kapan kau bersembunyi di belakang Romanove ? cepat atau lambat kalian akan bertemu, ingat putri mu dan cucu ku sangat membutuhkan ayah biologis nya"


Jasmine mengingat bagimana kejam nya Haider memperlakukan nya, ucapakan kata kata yang terus menusuk hati, ia meneteskan air mata mengingat semua momen paling menyakitkan untuk nya.


"semua akan baik baik saja" ucap Grandma Grace merangkul tubuh Jasmine.


"putri ku kesakitan mom, tapi aku sangat membenci pria itu, bagimana bisa aku menemuinya, dia bahkan tidak tahu soal keberadaan mereka, dia pasti mengira mereka bukan anak anak nya" ucap Jasmine


"dia akan mengatai ku lagi" Jasmine terus terisak, mom Garce merangkul dan menenangkan nya.


Ceklek


Pintu di buka oleh Taylor adik Ereine. Pria itu terlihat sangat tampan, rahang tegas, tinggi dan memiliki kulit putih bersih, matanya yang berwarna coklat abu abu memiliki daya tarik tertentu untuk kaum hawa.


"mom" ucap nya berjalan memeluk sang bunda lalu memeluk Ereine yang merupakan kaka dan wanita yang paling di sayangi nya.


"kau ini selalu sibuk dengan Romanove dan tak pernah ingin melihat ku yang sudah tua ini" ucap Mom Grace.


"ayolah mom aku berkerja, jangan bilang kalau momy akan memaksa ku menikah dengan wanita pilihan momy lagi" tebak Taylor, mom Grace hanya memberikan senyuman penuh arti.

__ADS_1


"tidak mom aku tidak mau, mom sudah memiliki dua cucu yang keras kepala, bagimana jika punya ku juga keras kepala ? momy akan kewalahan menjaga mereka"


"tidak sayang ada istrimu yang akan menjaga mereka, dan momy suka jika rumah momy dipenuhi anak kecil" ucap mom Grace sambil membayangkan rumah nya dipenuhi tawa dan tangisan anak bayi.


"mom berhenti membayangkan hal hal aneh"


"isssh kau ini, kenapa tidak mendengar mom"


"kak aku sudah mendengar hasil pemeriksaan Haizel, aku dan mom Romanove akan melakukan pemeriksaan, momy melarang agar anak buah nya tidak ikut diperiksa, kau tahu kan kak mereka sering mengunakan barang terlarang" Ereine mengangguk mengerti apa yang dikatakan oleh Taylor.


"kau tinggal lah di rumah sakit ini, berpuasa satu hari untuk melakukan pemeriksaan"


...🍃🍃🍃🍃...


"selamat siang tuan muda"


"hmm" penjaga rumah itu hanya tersenyum kaku, Haider dulu sangat lah berbeda dengan Haider sekarang yang lebih dingin dua kali lipat.


"sayang kau sudah datang ?" mom Rania.


Hening... Haider berjalan menuju sofa untuk menduduk kan diri.


"sayang katakan sesuatu, jika kau hanya berdiam diri momy akan terluka" ucap Rania dengan wajah sandu.


"tanpa momy katakan kau pasti sudah tahu apa yang momy inginkan"


"kapan ?"


"kau serius ?" Haider menangguk.


"dia wanita baik, dia seorang artis, pertama lakukan pendekatan jika dalam dua minggu kalian ingin menikah maka menikah lah" ucap Rania tanpa memikirkan bagimana perasaan Haider.


"apa momy sangat ingin aku menikah ?" Haider menatap lekat wajah sang momy.


"tentu saja sayang, semua orang tua mau yang terbaik untuk anak nya" ucap Rania sambil menggengam jemari Haider.


"baiklah dalam satu minggu aku akan berusaha mengenal nya" ucap Haider, Rania tampak begitu bahagia.


Haider terdiam dan mengingat semua kenangan yang pernah ia dan Jasmine lakukan di dalam rumah ini, lima tahun berlalu dan ini adalah pertama kali nya ia datang ke mansion utama, bahkan aparemen nya di kosongkan, ia telah memiliki mansion tersendiri untuk di tempatinya.


"akan aku berusaha menghapus semua tentang Jasmine, bodohnya aku ingin menangis sekarang di depan momy" ucap nya kepada Rania, wanita itu terkejut dan menatap mata Haider yang sudah berkaca-kaca.


Rania merangkul Haider dan menepuk lembut bahu sang putra "menangis lah sekarang, jangan di tahan, kau berhak bahagia" ucap mom Rania sambil meneteskan air mata, ia tahu seberapa menderita nya Haider saat kehilangan Jasmine di saat yang bersamaan ia mendengar suara isakan dalam pelukan yang begitu menyayat hati.

__ADS_1


"ini sangat menyiksa ku mom, aku tidak bisa melupakan nya, semakin aku berusaha melupakan semua kenangan kami terus perputar di otak dan ingatan ku, sekeras apapun aku berjuang, semakin menyiksa ku dengan rindu dan rasa cinta ku padanya"


Rania hanya mampu menepuk pundak Haider dengan lembut, mom Rania juga merasakan bagimaan hancur nya Haider selama enam tahun menjalani kehidupan dengan tangisan bahkan berulang kali harus rawat di rumah sakit bahkan di rumah sakit jiwa sekalipun.


Haider selalu berhalusinasi melihat sosok Jasmine, sering kali ia meneriaki nama Jasmine, melukai diri, mabuk mabukan, mencari sosok Jasmine dan kepuasan di tubuh wanita lain, membuat kencan singkat namun profil wanita yang dijadikan patner ranjang harus seperti Jasmine, putih, hidung mancung, rambut hitam tebal panjang, memiliki bibir pink ranum yang begitu sexy dan mengoda, memiliki bentuk tubuh bak gitar spanyol, memiliki tinggi badan rata rata seratu enam puluh tujuh, dan pastinya jika tersenyum memiliki satu dimple di pipi kanan.


"ini salah ku, semua salah ku, aku yang membuat nya pergi" lirih pelan Haider.


Setelah Haider sudah tenang, ia beristirahat di kamar selama dua jam, lalu berkumpul bersama kedua orang tua nya.


Hening dalam jamuan makan malam mereka, tidak ada yang membuka suara, sang ayah Will juga tak berniat membuka suara nya, ia menunggu sang istri tercinta berbicara karena takut melukai hati Haider.


"Haider ? ini nomor Alice, mungkin kamu sudah menyuruh Alex menyelidiki nya, tapi momy rasa kami harus mendapatkan nomor dari momy, karena ini semua permintaan momy" ucap Rania pelan.


"hmm" Haider masih menyantap makanan nya hingga suara seseorang yang begitu ia rindukan terdengar memanggil nama nya.


"Haider"


Haider langsung menghentikan aktifitasnya dan mengedarkan pandangan nya, mom Rania dan dad Will menatap Haider dengan binggung.


"mom Jasmine mom, aku mendengarnya" ucapnya lalu bergerak menuju arah suara.


"sayang mau kemana cano"


"dia berhalusinasi lagi" ucap Will sedangkan Haider sudah sudah berlari ke arah depan, taman belakang mengelilingi rumah bahkan masuk ke dalam kamar nya.


"mom dad" teriak Haider membuat kedua orang tuanya terkejut.


"kalian menyembunyikan nya ? katakan dimana Jasmine, di memangil ku tadi dad, apa momy mengurung nya tanpa sepengetahuan ku" ucap nya menuduh momy Rania dan dad Will.


"apa maksudmu cano ? ssdar yang kamu dengar adalah suara yang di ciptakan oleh pikiran mu karena selalu merindukan Jasmine" ucap Will yang tak terima cano menuduh mereka.


"jangan berbohong kalian pasti memisahkan ku dengan nya"


"tidak sayang mana mungkin mom dan dady menyembunyikan Jasmien jika dia kebahagiaan mu" ucap Rania dengan mata berkaca kaca.


"kalian menipu ku kan ? aku mendengar nya dimana dia ? aku mohon katakan mom" Haider terus memaksa dan pada akhirnya ia tersulut emosi dan memecahkan beberapa barang di dalam mansion.


Pelayan dalam rumah terkejut karena Will memukul Haider sedangkan Rani sudah menangis histeris melihat anak nya yang seperti kesetanan menghancurkan beberapa barang dan Will yang sudah tersulut emosi dan tidak dapat menahan Haider hingga ia memberikan satu pukulan untuk pertama kali dalam hidupnya kepada putra semata wayang nya.


"pangilkan Dr. Christ sekarang" teriak Will membuat asisten dalam mansion bergerak cepat menghubungi dokter pribadi milik keluarga.


"Cano sayang maafkan dady mu" ucap Rania pelan membelai wajah Haider dan memeluk nya.

__ADS_1


"kaka dimana kamu ? aku butuh bantuan mu, putra ku membutuhkan mu" batin Rania.


__ADS_2