Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 137


__ADS_3

'' ada acara apa Meraka mengundang kita..'' tanya Aldo ketika mereka baru saja selesai melakukan aktivitas malam mereka


'' gak tau mas,, kata nya sih suruh datang aja.. Hani juga bingung sendiri..'' ujar Hani meletakan kembali ponsel aldonyang semula ia genggam


'' kamu tidak bertanya pada mereka..'' tanya Aldo penasaran


'' sudah mas,, tapi mereka tidak ada yang mau memberi tahu..'' ujar Hani


'' ada apa sih.. membuat orang penasaran saja..'' ujar Aldo menggerutu seorang diri


'' tanya kan saja pada mereka kembali mas..'' ucap Hani yang melihat Aldo kesal


'' malas,, biar kan saja,, lihat saja nanti, mas akan membuat mereka menanggung rasa penasaran mas..'' ucap Aldo kembali mehempas kan tubuh nya di atas ranjang mereka


'' mau mas apa kan Dion dan juga Fikri..'' tanya Hani yang penasaran apa yang akan di lakukan Aldo pada dua adik nya


'' mas... akan buat perhitungan pada mereka,, seenak nya mereka main rahasian dengan kita..'' ujar Aldo kesal


'' terserah pada mu saja mas,, lebih baik Hani tidur saja.'' ujar Hani mulai memejam kan mata


Aldo pun tidak mau di tinggal tidur lebih dulu, ia pun memiring kan tubuh nya menghadap Hani, ia pun memeluk erat Hani malam ini


***


pagi ini Aldo dan Hani akan bertolak kembali kekediaman orang tua mereka, sudah lama rasa nya mereka tidak kembali pulang ke rumah orang tua mereka


'' mama.. kita mau kemana..., mau jalan-jalan lagi kayak semalam itu..'' tanya Kenan mengerjap kan mata nya di samping Hani


'' bukan sayang,, kita akan berkunjung ke rumah opa dan Oma.. Kenan mau ikut tidak..'' tanya Hani masih sibuk memasukan sebagian pakaian nya ke dalam ransel


'' Kenan mau ikut ma.. nanti sampai sana, Kenan ajak opa beli rumah burung baru..'' ujar Kenan begitu semangat nya


membuat Hani geleng kepala melihat tingkah laku Kenan yang lain dari pada anak yang lain,


biasa nya anak lain, akan meminta mainan baru seperti mobilan robot-robot atau lain nya, tapi tidak dengan Kenan yang memilih minta di belikan rumah burung baru


'' calon anak pembisnis ini ma.. '' ujar Aldo tertawa melihat Hani geleng kepala


'' pembisnis apa nya mas,, minta nya malah seperti itu,, kan lebih bagus mainan ke dan banyak macam lagi,..'' ucap Hani menghela nafas panjang

__ADS_1


'' mama tidak tau aja sih... yang begini-begini nih.. buat bangga orang tua nya kelak..'' ujar aldo


'' terserah kamu aja deh mas,, pusing aku..'' Hani menutup ransel yang sudah terisi dengan pakaian komplit


'' Yee... di bilangin gak percaya...'' Aldo pun berlalu membawa ransel Hani keluar kamar untuk di masukan ke dalam mobil


'' ayo.. siapa yang mau ikut..?'' Aldo berteriak dari luar agar anak-anak nya mendengar


'' mas,, bantu dong.. susah nih...''


'' ya..ampun perempuan,, ada aja barang bawaan nya,, hampir penuh loh.. itu mobil.. masih aja ada yang di bawa...? Aldo geleng kelapa melihat kelakuan Hani


mau tak mau, Aldo mangambil barang bawaan yang Hani pegang, dan mengangkat tubuh Kania agar lebih cepat sampai ke dekat mobil


'' siapa lagi ini belom masuk..? Aldo menoleh ke dalam mobil untuk memastikan ke empat anak nya sudah masuk ke dalam mobil


'' papa yang belum masuk,, Kenan dan kiano juga sudah masuk, Kiara apa lagi,, dia lebih dulu masuk sebelum Kania..'' ujar Hani menatap satu persatu anak nya


setelah memasti kan semua telah berada di dalam mobil, Aldo berlari ke arah pintu untuk mengunci nya sebelum mereka pergi meninggal kan rumah


dalam perjalanan mereka di ramai kan oleh ke empat anak yang aktif dan tak bisa anteng, sampai membuat Hani kewalahan dengan aksi ke empat nya


'' sapa mau ini...'' ujar Aldo ketika ia singgah di Alfamart membeli minum,


tanya kiano yang penasaran atas apa yang di pegang oleh mas Aldo,


mata kiano membulat ketika ia melihat sesuatu yang menarik bagi nya, setiap anak akan penasaran akan hal baru


'' ini nama nya bola coklat... kiano mau atau tidak..'' Aldo menyodor kan yang ada di tangan nya ke arah kiano


'' mau pa,, kenan mau..?''


''lah... ini mama yang di tawarin, mana yang Nerima..'' ujar Aldo melihat Kenan yang kesenangan melihat yang ada di tangan Aldo


'' bagi rata aja mas...'' Hani melihat ke arah belakang untuk melihat anak-anak nya begitu antusias


perjalanan kali ini cukup menguras waktu, membuat Aldo harus mengumpul kan kesabaran di karena kan macet yang panjang, membuat mobil mereka harus berdiam di tempat


perjalanan dua jam, kini menjadi empat jam, dua jam mereka terkena macet, dan membuat mereka harus menunggu sampai jalan nya tidak macet kembali, dan stabil

__ADS_1


'' akhir nya sampai juga...' Aldo memarkir kan mobil nya di antara rumah mama dan mama mertua nya


'' kenapa ramai sekali di depan rumah mama..'' Hani turun bersama Kania


sedang kan Aldo membukakan pintu belakang dan menurun kan ke tiga anak nya


'' ayo masuk, istirahat dulu..' ajak Aldo kepada ketiga anak nya


mereka berjalan ke arah rumah mama Hani, karena di rumah mama Ella pintu rumah nya tertutup rapat dan mereka memilih pintu yang sudah terbuka lebar


'' assalamualaikum...''


anak-anak begitu gembira nya masuk ke dalam rumah Oma mereka sambil berlari masuk ke dalam rumah tanpa melepas sepatu mereka


'' waalaikumsallam...


'' cucu Oma sudah sampai,, sini masuk..'' panggil ana yang berada di ruang tamu


'' Oma... opa di mana...'' Kenan yang baru saja masuk mencari keberadaan Alan


'' ada di dalam kamar,, masih mandi..'' saut ana sambil menciumi cucu nya satu persatu


Kenan yang mendengar itu, ia pun berlari ke arah kamar Alan, tanpa menghirau kan ana memanggil nya untuk mendekat


'' Kenan, Oma belum peluk cium, kenapa Kenan lari lebih dulu..'' tegur ana ketika melihat kenan pergi begitu saja


'' Ella... ella.. cepat kemari, cucu kita sudah sampai..?'' teriak ana dari ruang tamu


'' mama Ella ada di sini mah..? tanya Hani ketika ia sudah duduk di sofa ruang tamu


'' iya.. ada di belakang, bersama papa Adam juga.'' ujar ana kepada Hani


Adam dan Ella yang mendengar teriakan ana, meninggal kan pekerjaan mereka, segera berlari ke arah depan, untuk menemui cucu mereka


'' wah... cucu Oma sudah sampai..''' dengan senang nya Ella mendekap kiano


sedang kan ada menyahut Kania dan Kiara secara bersamaan


'' seperti ada yang kurang ini..'' ujar Ella yang menyadari cucu nya tidak ada satu lagi

__ADS_1


'' Kenan berlari ke kamar, mencari opa nya..'' uajr ana menunjuk ke arah kamar nya sendiri


...****************...


__ADS_2