Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 124


__ADS_3

'' keluarga ibu Hani.?'' seorang suster kembali lagi keluar setelah setengah jam operasi berlalu


'' kami sus,, ada apa, apa operasi nya sudah selesai.?'' ana dan Ella mendekat. egiyu juga dengan Aldo


'' begini buk pak, pasien membutuh kan darah, ada di antara keluarga yang sama golongan darah nya.?'' tanya suster menatap ke arah ketiga nya secara bergantian


'' saya dok,?' Alan melangkah maju ke arah sang suster


'' kalau begitu, mari ikut dengan saya pak.?'' ajak suster kepada Alan


Alan pun mengikuti sang suster, sedang kan yang lain kini menunggu dengan harap-harap cemas, entah sampai kapan mereka menunggu, hingga suara tangisan anak bayi yang di gendong keluar menjadi perhatian mereka semua yang sedang menunggu


'' suami pasien, harap ikut dengan saya, untuk keperluan mengazan kan bayi nya.?'' tanpa basa basi, Suter membawa bayi Aldo ke tempat tua h bayi husuh untuk bayi prematur


aldo mengikuti langkah sang suster kemana membawa bayi nya, tanpa menghirau kan semua yang ada di ruang tunggu


sore hari, semua menunggu Hani yang belum juga sadar kan diri, entah apa yang membuat Hani belum juga sadar kan diri membuat semua keluarga cemas dan sedih, apalagi Aldo


'' kenapa Hani belum juga bangun ya.?'' Aldo menatap Hani dari luar ruangan, karena belum ada satu orang pun yang di perboleh kan masuk kedalam,


karena ke adaan Hani cukup memprihatin kan, membuat dokter melarang untuk menjenguk Hani, membuat Aldo bertambah cemas


sedang kan keadaan rumah Aldo kini tengah di kuasai oleh Tiwi, ia berlalu sesuka hati nya mengatur dan memerintah yang lain nya sesuka hati nya,


'' kalian, urusi anak sialan itu, aku tidak mau mendengar suara tangisan nya.?'' teriak Tiwi yang berada di ruang tivi


'' membuat kesal saja,?'' ujar nya menatap malas ke arah Lala dan bik Tami


'' dia kenapa bik, kok aneh begitu.?" ujar Lala yang sewot di atur terus oleh Tiwi


'' saya juga gak tau, kenapa Tiwi begitu, hanya santai saja, tanpa mau membantu kita sedikit pun.?'' ujar bik Tami


'' iya ya.. kan bik,, Lala jadi sebal melihat nya.?" ujar Lala lagi menatap Tiwi jengkel

__ADS_1


mereka pun secara bergantian mendiam kan dan menenang kan ketiga anak Hani dan Aldo, tanpa menghirau kan kelakuan Tiwi


sedang kan Dewi asik berkemas membawa semua keperluan Aldo dan juga Hani, dengan ke adaan panik ia kerjakan seorang diri,


'' heh.. kamu Tiwi,, kenapa kamu malah santai begitu.?'' semprot Dewi ketika ia keluar dari dalam kamar Hani


'' siapa kau, mengatur ku, aku akan jadi nyonya di rumah ini,, siap-siap lah kalian, akan aku pecat nanti setelah aku menjadi nyonya besar di rumah ini.?'' ujar nya sambil tertawa jahat


'' kau mau jadi nyonya,, hahaha. dalam mimpi mu.?'' ujar Dewi pada Tiwi


'' itu akan menjadi kenyataan, kau lihat saja nanti, kau orang pertama yang akan aku tendang dari rumah ini, lihat saja nanti.?'' ujar Tiwi sinis


'' kita lihat saja nanti, siapa yang akan pertama kali keluar dari rumah ini,?'' ucap Dewi pada Tiwi


diam-diam ternyata Dewi mereka semua apa yang di katakan oleh Tiwi pada nya, itu sebagai bukti, mana tau suatu saat akan di butuh kan


'' tentu saja bukan aku,, tapi kau lah orang nya, aku jadi penasaran raut wajah mu seperti apa pertama kali melihat mu keluar dari rumah ini.?'' Tiwi bersedekap tangan dan memandang Dewi dengan tatapan mengejek


'' tidak ada guna nya meladeni mu, lebih baik aku pergi sekarang juga, menjadi manusia lebih berguna lagi pada tuan nya, dari pada menjadi beban tuan nya, tidak tau di untung, sudah bekerja dan di beri pasilitas yang enak,, tapi malah main lebih,?'' sindir Dewi kepada Tiwi


'' tolong jaga mereka ya.. bik, kalau ada apa-apa di rumah, lebih baik bawa pindah saja ke rumah bibik.?'' pinta Dewi, ia takut Tiwi berbuat yang tidak-tidak kepada bik Tami dan Lala atau pun kepada ketiga anak Aldo


'' iya, akan saya bawa keluar, jika ke adaan mengancam kami nanti.?'' ucap bik tami dengan patuh


Dewi berlalu pergi membawa perlengkapan Aldo dan Hani, ia tidak lagi menggubris perkataan Tiwi yang marah-marah pada nya


sedang kan di sisi lain, Aldo masih prustasi di buat ke adaan Hani yang belum stabil


'' bagai mana keadaan Hani.?'' Adam datang di saat semua menunggu di depan ruangan Hani


'' Hani belum bisa di jenguk pa, masih berada di dalam.?'' ucap Ella sendu


Adam menatap ke arah telunjuk Ella mengarah ke dalam, Adam pun menghela nafas berat dan sedikit sedih, melihat menantu nya terbaring di atas ranjang dengan banyak alat bantu di tubuh nya,

__ADS_1


'' pak, ini perlengkapan bapak dan ibu.?'' Dewi mengubah panggilan nya di saat semua orang tua Aldo berada di sisi Aldo


'' sini bik, berikan pada saya.?'' pinta ana


Dewi pun menyerah kan tas yang ia bawa kepada ana, tak berapa lama ia bingung harus menyampai kan bagai mana dengan permasalah rumah dengan Aldo


'' eemm pak..? dengan ragu Dewi berucap


Aldo yang menyadari Dewi ingin mengatakan sesuatu pada nya pun mendongak ke arah Dewi


'' ada apa mbak,?'' tanya Aldo cepat


'' emm.. di rumah Tiwi berbuat ulah pak, saya takut, jika di antara kita tidak ada di rumah, Tiwi akan berbuat nekat lagi.?'' dengan ragu Dewi pun menyampai kan apa yang ia lihat tadi di rumah


'' bagai mana dengan cucu kami.?'' dengan cepat Ella menyahut perkataan Dewi


'' saat saya tinggal kan tadi, baik-baik saja, entah saat ini, saya tidak tau, tapi perasaan saya tidak enak buk.?'' ujar Dewi pada Ella


'' lebih baik di antara kita ada yang menjaga cucu, dan ada yang menunggu di sini.?'' tegas Ella


'' lebih baik kita saja yang menjaga cucu kita ma, biar kan Alan dan ana di sini bersama Aldo, menjaga Hani penting begitu juga dengan cucu kita.?''ujar Adam


'' baik lah, ayo pa,, papa tadi kemari naik apa.?'' tanya Ella


'' kalau tidak bawa kendaraan, lebih baik naik mobil ku saja, agar lebih cepat sampai di rumah, aku jadi khawatir dengan cucu kita'?'' ujar Alan menyodor kan kunci mobil nya kepada Adam


'' aku juga membawa mobil lan, simpan saja kunci mu,.?'' ucap Adam


'' bagus lah, cepat lah kalian pulang, sebelum terjadi apa-apa pada cucu kita.?'' ujar Alan lagi


Adam pun bergegas bersama Ella dan juga dewi, mereka pun beranjak dari sana meninggal kan Aldo dan juga yang lain nya


...****************...

__ADS_1


jangan lupa like'komen hadiah vote nya sebanyak banyak nya ya


' terimakasih ''


__ADS_2