
"Ck, sudah jam begini tapi ia belum pulang juga" ucap Haider saat keluar dari kamar nya.
"apa aku menyuruh mereka mengecek keadaan Jay ? apa dia bersama Jay ?" Haider terus berjalan mengelilingi ruangan tenggah menanti kehadiran Jasmine.
"sudah mau jam dua belas malam kenapa belum pulang juga" ucapnya.
Haider mulai frustasi karena Jasmine belum juga pulang, waktu terus berjalan hingga jam dua malam namun belum ada nya tanda seseorang membunyikan bel apartemen.
"cari keberadaan wanita itu sampai dapat,apa pun yang terjadi" Haider mematikan sambungan
"coba aku cek di depan, jangan sampai dia ketiduran di depan pintu" saat membuka pintu dia tidak melihat sosok siapapun, lalu ia berusaha untuk menelfon Jasmine.
"shittt, aku memblokir nomor nya" umpat Haider merasa kesal.
Haider mulai menelfon namun ia mendengar suara telfon yang berasal dari kamar Jasmine, Haider berjalan ke arah kamar dan membukanya, ia mencari dimana keberadaan plbenda kecil itu dan melihat beberapa surat yang tersusun rapi di bawah ponsel.
Haider membuka surat dari Jasmine untuk nya, ia membaca kata demi kata, air mata yang lolos begitu saja setelah membaca semua perasaan Jasmine di surat pertama.
...🌺untuk Haider ku🌺...
Terima kasih sudah datang di kehidupan ku yang begitu berantakkan dan suram, meski pertemuan kita di awali dengan pengantaran pizza tapi aku senang dari awal hanya bertemu dengan mu, meskipun hubungan kita di awali dengan cara yang salah namun itu adalah pilihan satu satunya, dan aku berharap kita memiliki kisah yang berakhir dengan bahagia tanpa harus saling menyakiti.
Haider apa kau tahu ? semakin hari aku merasa nyaman dan aman berada di dekat mu, aku juga ingin berterima kasih karena kau memperlakukan adik ku dengan baik, terkadang aku takut karena kita sangat berbeda, kau terlalu sempurna untuk ku gapai, dan hal itu membuat ku ketakutan, aku takut selalu bergantung dengan mu, kelak jika kita berpisah aku takut tidak mampu menjalani hari hari ku dengan baik tanpa mu.
Hari berlalu dengan sangat cepat dan aku semakin jatuh untuk mu, Haider apa kau tahu ? hati ku hanya pergi tertuju pada mu, bagiku, kau adalah cinta pertama ku setiap hari, ku harap kau tahun sebelum hari ulang tahun ku.
ini adalah surat pertama yang aku tulis, maaf aku bahkan tidak berani mengungkapkan perasaan ku.
semoga surat kedua ku menceritakan banyak kisah tentang kita yang lebih indah.
...🌺🌺🌺...
Haider meramas surat tersebut, rasa sesak semakin menghujam di dada nya.
"shitt" umpat Haider cairan bening membasahi pipinya. Haider mengingat kebersamaan nya dan juga semua kisah indah mereka
"Jasmine" ucap nya lirih di sela isakan.
Haider berusaha untuk membuka surat kedua.
...🌺ini surat kedua dan terakhir ku🌺...
__ADS_1
Hari berlalu begitu cepat, aku bahkan tidak sadar dengan perasaan ku yang kian hari bertambah cinta untuk mu.
Haider ku tidak memberikan kesempatan aku untuk menjelaskan apa yang terjadi, dia marah dan sangat cemburu, dia bahkan melukai ku, dia mengingkari janjinya.
Hari hari berlalu dengan penuh luka, rasa sakit dan setiap malam aku menangis, menangis seorang diri tanpa sandaran.
Kamu menghapus keberadaan ku sepenuh nya, tatapan mata yang penuh kasih sayang berganti dengan tatapan menjijikan, aku sangat terluka setiap kali melihat mata mu.
Aku sangat merindukan tatapan hangat yang selalu kamu berikan saat melihat ke arah ku bukan tatapan Jijik. aku begitu terluka bahkan hatiku sangat sakit saat kau membawa wanita lain ke dalam kamar apartemen, menghabis kan waktu diatas ranjang tanpa memperdulikan perasaan ku.
Setiap malam aku menangis jika mendegar suara dari arah kamar mu, aku dapat melihat apa yang kalian lakukan, karena kau sengaja tidak menutup pintu kamar sepenuhnya.
Sepanjang hari aku memikirkan mu ?
Tapi yang aku dapatkan hanya luka.
Kau mematahkan hati ku untuk pertama kali.
Bagimana bisa kau sekejam itu padaku ? pada hati ku ?
... 🥀🥀🥀🥀...
Haider meramas rambut nya, memukul dada dan menaruh kembali surat kedua. Hatinya begitu sakit membaca surat kedua, ia memutuskan akan membaca jika dirinya sudah siap.
Haider melihat Franklin menelfon nya.
"katakan"
"Tuan muda ruangan milik adik nona Jasmine telah di kosongkan, kami sudah berusaha untuk mencari jejak tapi semuanya nihil"
"bagimana bisa ? lalu dimana bodyguard yang aku tugaskan menjaga nya hari ini ?"
"mereka ditemukan tak sadarkan diri di tangga darurat rumah sakit, cctv tidak menunjukkan apapun"
"aku tidak mau tahu, cari Jasmine atau kalian akan menerima akibatnya" ucap Haider mematikan ponsel dan bergegas ke rumah sakit.
Sesampainya di sana semua staff dan dokter dibuat kaget dengan Haider yang sudah menghancurkan beberapa barang untuk meluapkan amarah nya, bagimana bisa orang orang nya dilumpuhkan, bahkan tidak ada seorang pun yang melihat kepergian Jay dan Jasmine.
"tuan ? karena anda terlalu marah kepada nona Jasmine, aku menyuruh Alex mencari tahu kebenaran nya bahwa nona Dixie menjebak Jasmine bersama pria itu, nama nya Abigail, ia terpaksa melakukan hal itu untuk mendapatkan uang biaya pengobatan ayah nya lalu nona Dixie membayar beberapa mahasiswa untuk menyiksa Jasmine secara diam diam" ucap Franklin.
Haider mengepalkan kedua tanggan nya, dengan emosi yang membludak ia langsung bergegas ke mansion milik Dixie, ia tahu gadis itu sedang bahagia di atas penderitaan nya sekarang. Alex dan beberapa bodyguard mengikuti Haider dari belakang.
__ADS_1
Brak
Pintu kamar Dixie di buka dengan kasar membuat Dixie terbangun dan begitu ketakutan melihat wajah Haider yang menatap tajam ke arah nya.
"DIXIE!!!!" teriak Haider membuat Dixie ketakutan.
"Ha\~hai\~haider" Mulut nya di cekam kuat bahkan ia susah mengeluarkan suara.
"aku membiarkan mu dekat dengan ku karena menghargai mu sebagai teman ku, pertama kau membunuh Katie dan sekarang kau membuat ku membenci Jasmine dan dengan kelicikan mu kau berhasil mengelabui ku, kau bahkan membuat nya tersiksa" gengaman tanggan yang mencekam mulut Dixie makin di perkuat sehingga Dixie tidak bisa bernafas hingga ia terjatuh lemah dan pingsan.
"Alex ? bawa wanita ini dan kau tau tugas selanjutnya kan ?" ucap Haider, lalu bergegas pergi meninggalkan rumah Dixie dan mencari keberadaan Jasmine di rumah lama nya namun nihil ia terus mencari Jasmine hingga ke tempat Jeslyn.
"Jeslyn ? Jeslyn aku membutuhkan bantuan mu" teruak Haider di halaman rumah Jeslyn, tak mendapatkan jawaban akhirnya Haider mengetuk pintu rumah Jeslyn dengan kuat.
Ceklek...
Jeslyn muncul dengan wajah kantuk nya.
"ada apa kau kesini ?" tanya Jeslyn.
"apa Jasmine di sini, dia pergi dan belum kembali ?" ucap Haider dengan wajah panik tak kalah panik dengan Jeslyn namun gadis itu langsung menetralkan nya karena masih marah kepada Haider atas perlakuan nya ke Jasmine belakangan ini.
"apa peduli mu, bukan kah bagus jika dia pergi, itu mau mu kan ? dan jangan memasang wajah cemas mu, dimana kau saat sahabatku di siksa, dimana saat ia membutuhkan pertolongan dari mu ? apapun alasan nya aku tetap mendukung ia menghilang dari hadapan mu" ucap Jeslyn lalu menutup pintu dengan kuat.
Haider tak bisa membalas karena ia tahu ia salah, gadis itu di siksa bahkan ia tidak peduli dan menganggap nya tak lagi ada, Jeslyn berlari ke arah kamar nya dan berusaha menghubungi Jasmine. Berulang kali menghubungi dan mengirim pesan namun semua nihil gadis itu tidak membalas nya.
"oh God kenapa perasaan ku tidak enak" ucapnya.
"sial kenapa tidak mengangkat nya Jas" Jeslyn terlihat panik ia takut telah terjadi apa apa pada sahabatnya.
Haider terus menyuruh Franklin mencari Jasmine dan Jay hingga hari di ganti hari menjadi bulan, sikap Haider lebih dingin, ia merasa kehilang separuh jiwa nya, bahkan makan pun tak teratur, semakin dingin kepribadian Haider membuat teman teman nya bahkan takut kepadanya.
Untuk Dixie tentu gadis itu sudah Haider masukkan ke penjaran setelah mendapatkan siksaan dari orang suruhan bersama beberapa mahasiswa yang ikut membully Jasmine, surat peringatan dan pengeluaran mahasiswa di keluarkan atas permintaan oleh Haider.
"dad tolong aku, tolong bantu aku mencari nya" ucap Haider yang begitu putus asa mencari keberadaan Jasmine.
"mom tolong mom, aku hanya ingin Jasmine, aku mau Jasmine dan hanya Jasmine, tolong bawa dia kembali padaku" tangisan pilu Haider di dalam kamar mansion nya.
ia terus merenggek kepada kedua orangtuanya untuk menemukan Jasmine, namun semua sudah dilakukan tapi tetap nihil tampa kejak.
"kau tahu sayang, momy dan dady berusaha menemukan nya untuk mu, tapi semua tidak ada hasilnya" ucap Rania sambil memeluk tubuh Haider.
__ADS_1
"mom aku sangat merindukan nya" lirih pelan Haider dalam dekapan sang momy Rania.