
" jangan banyak bicara kau. " Tiwi segera berlari ke arah Dewi
" henti kan sebelum saya akan membawa kamu keoenjara. " ancam Alan, namun tak membuat Tiwi takut sama sekali
" itu tidak akan terjadi, sebelum aku menghabisi semua penghalang untuk mu,, termasuk kau. " tunjuk Tiwi pada Alan
" wanita gila, apa masalah mu pada nya, kau berurusan dengan ku, jangan kau seret orang lain, dasar pengecut tidak tau diri. " ejek Dewi
membuat tiwi, berputar haluan, ia kini menyerang alan, sedang kan Alan yang tentu tidak siap jelas saja dengan cepat kilat ia menghindar sebisa mungkin
Dewi yang melihat itu, segera ia berlari dan menghalau niat Tiwi yang membuat mala petaka pagi Dewi
" mati kau..." teriak Tiwi menggema, sambil mengarah kan pisau nya ke arah Alan,
namun sayang pisau itu bukan tertuju kepada alan, melain kan kepada Dewi, saat berlari tadi Dewi mendorong Alan sekuat tenaga agar Alan tidak menjadi korban ketiga Tiwi
namun naas nya, ia lah korban ketiga Tiwi, yang mana Tiwi setelah melukai Dewi malah tertawa lepas,, Alan yang menyadari Dewi yang menjadi korban, ia pun mencari cara agar tidak ada korban selanjut nya
di sela Tiwi tertawa lepas, Alan mengambil sebuah pas bunga besar dan mencoba melempar kan nya ke arah Tiwi
pyyuaaaarrrrrrr
suara hantaman begitu kuat tepat mengenai tubuh Tiwi dan kini ia terkulai lemas bersimbah dar** membuat Alan secepat nya mencari apa saja yang bisa mengikat Tiwi
" suara apa itu barusan, " kaget ana dan Ella
" seperti nya suara itu datang nya dari arah dapur, lebih baik aku memeriksa nya, dan kau tetap di sini.?" ujar ana
ana berjalan cepat ke arah dapur, ia ingin tau apa yang sudah terjadi di dapur, sesampai nya di dapur betapa terkejut nya ana melihat semua nya
" ma.. cepat bantu papa mencari sesuatu yang bisa mengikat wanita ini sebelum ia sadar kan diri dan menyerang kita semua. " dengan panik Alan berputar di area dapur masih mencari sesuatu
ana tidak menjawab, ia membantu Alan mencari tali untuk mengikat, seperti apa yang di ucap kan oleh Alan pada nya
" ini la tali nya, " ujar ana menunjuk kan nya pada Alan
__ADS_1
" apa ini ma. " menatap aneh ke arahyang di pegang oleh ana
" mungkin tali bra.. tapi mama juga gak tau persis, mama tidak pernah memiliki ini.?" jujur ana
tanpa ambil pusing, Alan mengambil nya dari tangan ana, dengan cepat pula Alan mengikat Tiwi, setelah itu, Alan mengangkat tubuh Dewi yang sudah terkulai lemas membawa nya ke dalam mobil nya,
" mama tolong panggil kan warga, dan bawa dia ke kantor polisi, setelah itu, mama masuk ke dalam dan kunci pintu rumah rapat-rapat bersama cucu kita sebelum papa kembali, papa akan membawa Dewi ke rumah sakit, sebelum nyawa nya melayang, " ucap Alan cepat
ana mematuhi perintah Alan dengan memanggil warga setempat, yang ketepatan adalah para pekerja Aldo juga, mereka beramai-ramai membawa Tiwi ke kantor polisi sebelum di obati, dan membawa barang bukti juga sebilah pisau yang ia guna kan untuk menikah tiga korban
" kenapa kau kesini.?" omel Adam ketika melihat Alan berada di rumah sakit yang sama
" kau tidak lihat penampilan ku saat ini.?" sinis Alan
seketika Adam menoleh ke arah kemeja Alan yang sudah tidak karuan bentuk nya, lebih parah dari diri nya
" siapa yang menjadi korban lagi Ella kah, atau cucu kita.?" tanya Adam cepat
" bukan kedua nya," jawab Alan santai
" lalu siapa, atau kah ana. " tanya Adam memasti
" enak saja, ana sedang mengurus permasalahan di rumah saat ini, kecoa membuat kacau, harus nya di basmi sejak lama, pada dasar nya, anak-anak tidak ada yang menyadari hal itu, jadi banyak korban yang berjatuha begini dalam satu hari.?" alan menghembus kan nafas lelah
" apa Dewi yang menjadi korban selanjut nya, " tebak Adam membuat Alan mengangguk
" astagfirullah hal'azim, kenapa ada orang begitu tega nya, hanya demi ambisi sesaat, yang menyesatkan diri nya sendiri." Adam tak habis pikir,
hal ini, bukan hanya di sinetron atau di dunia perfilman saja, namun Adam melihat dengan mata kepala nya sendiri, bahwa ini ada dan nyata
'' bagai mana keadaan Hani,'' tanya Alan mengalih kan pembicaraan mereka
'' sudah sadar, namun kondisi nya belum stabil.'' ujar Adam membuat Alan menghembus kan nafas lega
sedang kan di posisi Aldo kini ia menemani hani sekarang seorang diri, ia begitu mengkhawatir kan keadaan Hani,
__ADS_1
'' mas, belum mandi ya.'' Hani sadar ketika ia melihat baju Aldo tetap sama sepertiasih di rumah, sebelum Aldo bangun
'' iya, mas. panik lihat kamu yang sudah tidak berdaya.'' aku Aldo pada Hani
membuat Hani diam seribu bahasa, ia tau Aldo sangat menyayangi nya dari pada diri nya sendiri
'' sudah berapa lama Hani di sini mas, '' tanya Hani lagi, menoleh ke arah Aldo
'' sudah dua hari, semenjak kamu habis di operasi.'' ucap Aldo,
aldo masih menggenggam tangan Hani dengan lembut, seakan tidak mau lepas, apa lagi mendengar di saat Hani koma, membuat dunia Aldo seakan hancur
'' anak kita bagai mana mas, mereka dengan siapa, semalam aku bermimpi, mereka menangis tiada henti nya? aku merindukan mereka bertiga mas.?'' ucap Hani sambil menangis
'' mereka baik-baik saja Han, tidak ada yang terjadi pada mereka, sekarang mereka sedang bersama mama ana dan mama Ella, mereka yang mengurus ketiga anak kita,'' ucap Aldo
'' loh... kok. mama yang mengurus nya mas, pengasuh nya kemana, sampai tiga loh,, mas, pengasuh nya.''' tanya Hani dengan heran,
'' nanti, setelah kamu pilih betul, baru mas, akan beritahu kamu.?'' ujar Aldo,
Aldo takut Hani akan syok mendengar apa yang terjadi sebenar nya di rumah mereka, ia tidak tau, kalau menambah kan pengasuh, membuat mala petaka untuk keluarga kecil mereka
'' kenapa seperti itu mas, Hani kan jadi penasaran.?'' ujar Hani menatap Aldo dengan wajah serius
'' eh... kamu belum makan kan, belum minum obat juga.'' Aldo mengbil mangkuk bubur Hani, untuk mengalih kan pembicaraan mereka
dengan telaten Aldo menyuapi Hani makan, setelah selesai, Aldo pun memberi kan Hani obat yang telah di anjur kan dokter pada nya
'' ini kita mau ke rumah sakit kah, apa boleh membawa anak-anak begini.'' tanya Ella menatap ke arah tiga cucu nya yang sudah rapih
'' seharus nya tidak apa, hanya menjenguk saja, tidak untuk menginap di sana.?'' terang ana
'' sudah siap belum, ayo kita berangkat,, nanti kesiangan lagi.''ujar Alan masuk ke dalam rumah, untuk mengambil alih salah satu cucu nya,
...****************...
__ADS_1
jangan lupa like'komen hadiah vote sebanyak banyak nya,
'' Terima kasih''