Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 53


__ADS_3

" dasar anak serakah, apa kah kau tidak cukup dengan harta Alan orang terkaya di dunia bisnis...


" itu bukan hak milik ku, papa masih mempunyai anak, lagian itu hak milik ku sialan, sudah cukup aku bersabar selama ini, kau memakan semua penghasilan ayah ku, bahkan kami dan ibu sengsara berapa tahun ini karena ulah mu...?


" tapi kau sudah mendapat kehidupan yang layak sekarang, bahkan ibu mu sekarang sudah sangat cantik, itu semua salah ibu mu, kalau dulu ibu mu mau menjadi istri ke tiga ku, mungkin kau dan adik mu masi bisa menikmati penghasilan ayah mu hingga saat ini..?


" kami tak kan Sudi, memiliki ayah bajingan seperti mu, sampai mati pun kami tak kan Sudi..?


" ternyata sekarang kau banyak bicara ya...? ucap nya dan menyuruh salah satu pengawal nya untuk menghajar Dion


kini wajah Dion tak lagi berbentuk, karna ia sudah babak belur dari semalam, sedang kan dina juga sama, bahkan ia sampai pingsan berkali-kali karena terkena pukulan


" kalau dia tidak mau menandatangi nya, lebih baik habisi saja dia mas,, ucap istri nya pula


" pengawal, tembak saja kepala nya..? perintah paman Dion lagi


pengawal pun mengangguk dan bersiap melakukan perintah bos nya tersebut, dan mengarah kan pistol yang ia pegang ke arah kepala Dion


" hahaha...dengan kamu mati, hak waris akan jatuh ke tangan ku...? ucap paman Dion lagi


" aku tidak takut mati, silah kan tembak aku, tapi ingat, setelah aku mati, ku pasti kan kau dan yang lain nya akan membusuk dalam jeruji besi, bahkan kau pun akan menyusul ku setelah nya..? ucap Dion tersenyum sinis


" banyak bicara kau anak ingusan..? ucap paman Dion geram dan merampas pistol yang ada di tanga anak buah nya,


ia pun mengarah kan ke kepala Dion yang masih terikat di kursi, yang mereka sedia kan


" setelah ini.. kau tidak akan. banyak bicara.. seperti radio rusak..? ucap paman Dion


" aku tidak takut,, ucap Dion dan segera paman Dion menarik pelatuk pistol tersebut


" mati lah kau anak biadab..? ucap paman Dion lagi sambil tertawa jahat kepada Dion


sebelum peluru melesat ke kepala Dion, ternyata meleset, dan tidak mengenai Dion ternyata mengenai tembok

__ADS_1


ternyata pasukan Alan sudah sampai terlebih dahulu sebelum peluru itu di layang kan, dengan cepat anak buah Alan menendang pistol tersebut, hingga tidak mengenai Dion sedikit pun


anak buah Alan bergerak begitu cepat nya, untuk menghabisi lawan, dan menjatuh kan satu persatu musuh mereka


tak berselang lama, pihak kepolisian pun sampai di tempat, dan mereka pun meringkus semua pelaku yang menyerang Dion dan Dina, tidak sampai di situ, semua tidak ada yang lepas dari incaran mereka termasuk paman dion dan juga istri nya


salah satu dari mereka pun ada yang melepas kan ikatan Dion dan juga Dina, Dion pun berdiri dari duduk nya, langsung mengejar paman nya yang hendak melari kan diri tersebut


" mau kemana kau pecundang.. ucap Dion berusaha untuk menggapai paman nya


" sudah tuan, biar saya saja, lebih baik Andan mengurus adik anda..? ucap salah satu anak buah alan


Dion pun tak jadi memegang


nya, ia kini putar arah untuk mendekat ke arah adik nya yang sudah tidak berdaya, karena mendapat kan pukulan dari semalam


" Dina..bangun Dina...kau tidak apa..? ucap Dion mencoba membangun kan adik nya,


" Alhamdulillah, ternyata masih bernapas..? ucap Dion ia pun mengangkat tubuh adik nya di bantu dengan pengawal lain nya


Dion pun membawa adik nya keluar dari tempat mereka di sekap, dan meletak kan Dina di dalam mobil


" Dion...kau tidak apa-apa..tanya Alan ketika ia baru saja sampai


" papa kenapa berada di sini, di sini sangat berbahaya..? ucap Dion panik karena melihat ayah angkat nya datang ke tempat bahaya


" kau tenang saja nak, papa membawa banyak anak buah dan juga polisi sudah di tebar sekitar sini..? ucap Alan yang mana membuat Dion bernapas lega


karena saat ini ia tidak bisa melindungi Alan, sedang kan ke adaan dion pun tengah kacau dan lemah tak bertenaga


" papa sama siapa kemari, tanya Dion lagi


" itu tidak penting, yang terpenting kalian berdua selamat, sekarang di mana Dina..? tanya Alan lagi, ketika ia hanya melihat Dion seorang saja

__ADS_1


" Dina tidak sadar kan diri pa,, kini ia tengah di dalam mobil ini, aku akan membawa nya ke rumah sakit terdekat, agar dina dapat pertolongan secepat nya..? ucap Dion lagi


" baik lah, ayo kita bawa Dina,, biar papa saja yang membawa mobil nya, kamu temani saja dina di belakang..? putus Alan, Dion pun mengangguk saja,


Dion pun memindah kan Dina ke dalam mobil Alan, dan memegangi Dina di belakang, sedang kan Alan melajukan mobilnya secepat mungkin agar anak nya tidak dalam bahaya sama sekali


Alan pun kemudian menelpon anak buah nya, agar meringkus pelaku sampai dapat, ia tak terima anak nya sampai cidera bahkan sampai tidak sadar kan diri seperti ini


" halo Bram...tolong kamu tangkap pelaku nya dan urus mereka semua yang terlibat, saya tidak mau mereka terlepas satu orang pun, dan serah kan ke pihak kepolisian, bila perlu buat mereka mendekam di penjara seumur hidup mereka..? perintah Alan yang tak terbantah kan


" baik pak, akan saya usaha kan sebisa mungkin, dan saya akan mengerah kan anak buah saya untuk menangkap satu persatu pelaku nya sampai dapat..? ucap Bram di seberang telpon


" berapa orang pelaku nya Dion..? tanya papa pula pada Dion yang berada di belakang


" sekitar tiga puluh orang, dan dua wanita, dua wanita ini adalah Tante ku pa, istri dari paman ku yang serakah itu..? ucap Dion emosi


" ada sekitar tiga puluh orang dan dua wanita Bram...? ucap Alan lagi


" baik pak,, akan saya cari mereka semua..? ucap Bram,


dan panggilan pun terputus, kini Alan pokus kepada kemudi nya agar mereka tidak dalam bahaya saat ia yang membawa mobil nya


satu jam perjalanan, Kini Alan pun memarkir kan mobil nya di depan rumah sakit, dan melarika Dina dan juga Dion ke ruang UGD


Alan pun menunggu di ruang tunggu, ia pun sudah mengabari istri nya juga anak nya, mereka kini dalam perjanan menuju ke rumah sakit tempat Dion dan Dina di rawat


" apa yang telah terjadi pa...? tanya ana ketika mereka sampai di rumah sakit


" Dina tidak sadar kan diri dari pagi tadi, sedang kan Dion hanya luka di sekujur wajah nya dan tubuh nya..? ucap Alan menjelas kan


" apakah mereka tidak ada hal yang lebih parah pa,, mama kwartir..ucap ana lagi, ia sudah cukup menangis di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2