
kini rombongan kami telah sampai di depan rumah Diana, yang mana membuat tetangga Diana melihat tak percaya begitu tiga mobil terparkir di depan rumah Diana
'' assalamualaikum..' ? ucap papa mengetuk pintu rumah Diana
tak berselang lama, kami pun mendengar jawaban nya dari dalam, dan kemudian ada yang berjalan di dalam menuju pintu dan terbuka
sosok terkejut dari wajah ibu Diana terpampang jelas, mungkin ada keheranan dan juga bingung begitu kami semua bertamu rumah nya
'' maaf..bapak mencari siapa ya..? ucap ibu Diana bingung melihat kedatangan kami
'' benar..ini rumah ibu nya Diana..? tanya papa pula, yang sudah jelas bahwa ini adalah rumah Diana
'' benar pak,, ada gerangan apa sampai mau bertamu ke mari..? ucap ibu Diana pula
'' boleh kami masuk..? tanya papa
'' oh..silah kan pak..buk..mari sini masuk..? ucap ibu Diana pula
'' Diana nya ada di rumah..Bu..? tanya mama pula ketika kami semua sudah masuk
kami hanya beralas kan tikar plastik yang di gelar di bawah, kini kami semua tengah duduk lesehan
'' ada.. tapi..? ucap ibu Diana bingung menjelas kan
'' tapi kenapa Bu..? tanya mama pula
'' tapi,, udah dua hari ini...semenjak kepulangan nya dari berkerja di kota B,, ia selalu mengurung diri..hingga saat ini pun belum ada keluar dari kamar nya..? ucap ibu Diana pula menjelas kan tentang ke adaan Diana
'' dimana kamar Diana berada Bu..? tanya ku pula dengan sangat sopan
'' loh..kamu bukan nya Hani..? ucap ibu Diana yang baru menyadari kehadiran ku di sini
'' benar Bu,, kamar Diana yang mana ya Bu,, aku ingin bertemu dengan nya..? ucap ku cepat
'' mari ibu antar,, mana tau dengan ada nya kamu,, Diana mau keluar dari kamar nya..? ucap ibu Diana pula kepada ku
aku pun mengikuti langkah ibu Diana, dulu memang aku sering kemari, namun aku tak perna tau bentuk kamar Diana
__ADS_1
'' di sebelah sini neng..? ucap ibu Diana pula
'' ndok...ini ada temen nya Dateng mau berkunjung,, kasian dari jauh ini..? ucap ibu Diana pula
tak ada sahutan dari dalam, namun ada suara seseorang yang tengah melangkah mendekati pintu kamar dan membuka kunci nya dari dalam
'' masuk aja neng,, ibu mau kembali ke depan..? ucap nya meninggal kan aku seorang diri di depan kamar .
'' Diana..? ucap ku ketika aku membuka pintu kamar ini
kesan yang pertama ku temui, kamar yang begitu berserakan dan juga melihat sipemilik kamar yang tidak terurus juga
'' mau apa kami kemari..? tanya Diana dengan ketus nya
'' mau melihat keadaan mu..? ucap ku pada nya pula, sambil memunguti tisu yang berserakan dan juga barang yang berhamburan
'' tak perlu kau melihat ku,, apa kah kau hanya ingin mencerca ke adaan ku saat ini..? ucap nya pula
'' tidak ada yang ingin mencerca mu, bahkan aku ingin melihat keadaan mu..? tanya ku pada nya
'' tidak sama sekali..? ucap ku setelah semua selesai ku punguti, aku pun keluar kembali untuk mengambil sapu
'' ada apa mbak,, tanya Dion ketika aku keluar dan mencari sapu
'' diam lah Dion, kalau kau penasaran, lebih baik, kau ikut dengan ku..? ucap ku pada Dion
setelah aku mendapat kan yang ku mau, kini aku pun kembali masuk ke dalam kamar Diana, tidak mungkin perias nanti masuk dengan keadaan kamar seperti kapal pecal
'' ya..ampun mbak,, berserakan sekali..? ucap Dion ketika baru saja masuk ke dalam kamar ini
'' ini semua salah mu,, jadi ini tugas mu,, ucap ku menyerah kan alat pel kepada nya
lebih dari lima belas menit kami bekerja sama untuk membersih kan kamar ini, sedang kan Diana hanya diam di balik selimut Tampa merespon kami sedikit pun
'' akhir nya selesai juga..? ucap Dion
aku tak menghirau kan Dion, kini ku langkah kan kaki ku mendekati Diana yang masih setia di Balik selimut nya, aku akan mengajak nya berbicara sebentar sebelum perias masuk kedalam kamar
__ADS_1
'' Diana..kami sekeluarga datang kemari hanya ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri mu. jadi cepat lah bangun dan mandi, sebelum perias masuk ke mari,, jangan pernah merasa diri mu hancur..karena kami pun tak ingin itu terjadi pada mu..? ucap ku lagi
ia pun kini dengan perlahan membuka selimut nya, dan duduk menatap ku dengan sendu
'' aku sudah seperti orang gila di malam itu,, aku menangis tapi tidak ada yang perduli pada ku...? ucap Diana menangis
'' aku tau kekacauan mu saat ini, maka nya kami datang kemari untuk menikah kan mu..? ucap ku pula
'' maksud mu ini gimana..? tanya Diana pula
'' sudah lah,, jangan banyak bertanya,, kini kau mandi lah terlebih dahulu,, aku akan menunggu di luar..? ucap ku pada Diana
'' jangan..tunggu aku di sini saja..? pinta Diana
'' baik lah,, aku akan menunggu di sini..? ucap ku seraya menarik nya turun dari atas tempat tidur ini dan membawa nya ke arah kamar mandi
sedang kan Dion hanya diam menatap kami, begitu Diana masuk, aku pun menarik Dion keluar dari kama Diana
'' kenapa mbak,, tanya Dion bingung aku menarik nya keluar
'' tak apa, bantu mbak mengambil semua keperluan Diana dan memanggil kan perias untuk masuk ke dalam kamar..? ucap ku
kami pun kembali ke ruang tengah di mana kini sudah berkumpul semua, begitu kami sampai di ruang tamu, aku pun mengambil paket yang telah di kemas tadi untuk ku bawa masuk ke dalam kamar Diana
'' jadi ini pemuda yang telah merusak anak ku..? ucap ayah Diana dan melayang kan pukulan nya ke perut Dion begit saja
semua orang pun panik dengan keadaan yang baru saja terjadi, tadi sebelum Dion ikut dengan ku, memang ayah Diana belum kembali
'' jangan seperti itu yah..? ucap ibu Diana mencekal tangan Aya Diana begitu kuat nya
'' tau gak kamu,, gara-gara kamu. anak saya mengurung diri di kamar nya ini sudah dua hari dalam ke adaan kacau..? ucap ayah Diana masih saja emosi
'' maaf pak,, semua ini kesalahan saya,, saya akan menebus kesalahan saya..ini..dan akan menikahi mbak Diana..? ucap Dion yang sudah terduduk karena serangan tiba-tiba dari ayah Diana
'' bagus lah,, kalau kau tau di mana kesalan mu..? ucap ayah Diana
aku pun tak menghiraukan lagi apa terjadi, kini ku langkah kan kaki ku kembali sambil membawa perlengkapan Diana begitu juga dengan perias nya
__ADS_1