
'' kemana ya.. para pekerja nya,, apa belum sampai di sini..? mas Aldo celingukan di saat kami sudah sampai di ladang sawit
'' mungkin belum sampai mas,,? ucap ku menoleh ke kanan dan ke kiri melihat begitu hijau nya sawit yang ada di sini
'' kunci pondok di mana ya,, biasa nya di letak kan di sini..? mas Aldo mulai menggeser satu persatu bangku yang berjejer terbuat dari bahan kayu
'' aduh mas,, Hani sedang duduk di ganggu..? ucap ku ketika mas Aldo mengangkat salah satu kaki bangku yang tengah ku duduki
'' biasa nya di sini sayang, coba berdiri dulu, mas mau masuk ke gudang ini,, mau melihat seberapa banyak pupuk yang masuk..? ucap mas Aldo sambil membantu ku berdiri dari duduk ku
'' kapan Dateng nya mas,, kenapa Hani tidak tau..? ucap ku menoleh ke arah mas Aldo yang sedang mengibas kan kunci
'' waktu kita pulang dari rumah mama,, maka nya mas ingin segera pulang,, takut nya gak sesuai dengan pesanan mas,,? ucap mas aldo seraya membuka pintu gudang, yang luas nya sekitar lima meter persegi panjang
'' memang nya mas pesan berapa kilo..? ucap ku menoleh ke arah mas Aldo yang tengah sibuk membuka pintu gudang pupuk
yang mana ia terkekeh geli mendengar ku menyebut berapa kilo, memang nya, seberapa banyak yang ia pesan
'' kalau hanya kilo saja sih, mas biasa aja Han, coba kamu menyingkir dan bawa Kiara bergeser,, takut nya pas mas, buka. Debu nya akan keluar..? ucap mas Aldo,
aku hanya menurut dan menarik Kiara bergeser ke arah samping, dan mas Aldo pun langsung membuka pintu gudang tersebut
begitu pintu terbuka, bau yang sangat menyengat tercium oleh Ku, seperti bau orang buang air kecil, sangat menyengat hidung
'' bau Pesing mas,,! ucap ku sambil menutup hidung ku
'' nama nya juga pupuk Han,, pasti bau lah,, coba agak geser menjauh sedikit,, takut nya kamu mual lagi,,? ucap mas Aldo, aku pun menarik Kiara ke dekat ku, dan agak menjauh sedikit
'' banyak nya mas,, berapa ton ini..? aku terkejut di kala kedua sisi pintu gudang di buka lebar oleh mas aldo
'' ini belum datang semua nya Han..? ucap mas Aldo pada ku
'' kenapa sebanyak itu mas,,? tanya ku pada nya
'' biar sawit nya bagus,, dan tentu nya hasil nya pun bagus juga dong..?
'' siang pak aldo..? tiba-tiba karyawan yang bekerja berdatangan untuk mengambil pupuk
__ADS_1
'' eh.. siang juga pak,, baru sampai atau sudah kerja dari tadi..? Aldo bertanya seraya keluar dari gudang dan menghampiri para pekerja
'' kita sih.. sudah kerja dari tadi pak,, namun baru dapat kabar di suruh ke gudang pupuk..? ucap para karyawan yang berjumlah sepuluh orang yang datang
'' sudah pada makan siang belum ini.?
'' kalau itu sih,, tentu belum pak,, ini kan baru jam setengah sebelas..?
'' oh iya ya.. saya tidak melihat jam,,? Aldo terkekeh kecil
" mau bagai mana pak,, kita lanjut kerja ini..? tanya salah satu dari mereka
" nanti saja pak,, beli makan dulu.. siapa yang bisa membeli makan,, ini uang nya,,? ucap Aldo seraya mengeluar kan uang dari dalam dompet dan memberikan ke salah satu nya
selama menunggu makanan datang, sebagian dari mereka mengeluar kan pupuk dari gudang
dan ada juga yang menaik kan nya ke mobil pickup, dan mengantar kan nya ke jalan yang mudah di jangkau oleh para pekerja
" makan dulu pak,, ini makanan nya sudah datang..? ucap Aldo sembari memanggil yang lain nya
" mama di sini padahal,, kok lari ke papa sih.. ini mama punya juga..? ucap ku melirik ke arah kiara
" anak papa lapar ya.. sini sama mama saja..? mas Aldo pun mengangkat Kiara dan membawa nya ke dekat ku
" papa..lapal..? ulang Kiara lagi yang mana membuat kami terkekeh kecil
" sabar dong,, papa masih membuka nya, Kiara lapar kan..? mas Aldo pun membuka bungkus nasi dan mengambil sendok lalu menyuapi Kiara yang makan dengan lahap nya
selesai makan, para karyawan pun kembali bekerja, sedang kan kami memutus kan untuk kembali sejenak untuk menunai kan sholat Zuhur
" mas,, tunggu dong,, kaki nya pegel banget di bawa jalan..? rengek ku ketika kaki ku terasa sakit
" mau di gendong kah,, tukaran dengan Kiara..? ucap mas Aldo menoleh ke arah ku yang berada tepat di belakang nya
" emang kuat..? tanya ku sambil terkekeh kecil
" kuat dong,, masa gitu aja gak kuat..? mas Aldo pun menghampiri ku yang berhenti sejenak
__ADS_1
" jangan lah mas,, lama-lama nanti aku ke enakan ..? ucap ku menolak tawaran mas Aldo pada ku
" gimana,, masih mau jalan atau mau di sini saja..?
" bentar mas,, istirahat sejenak..?
setelah ku rasa kaki sudah enak di bawa jalan, kami pun melanjutkan kembali jalan kami sampai ke rumah
dengan mas Aldo melepas kan Kiara begitu saja untuk bermain, kami lanjut ke kamar untuk bersih-bersih dan lanjut sholat Zuhur
" mas, mau ke belakang lagi, mau ikut kah,, atau di rumah..? tanya mas Aldo pada ku ketika kami sudah selesai sholat
" mau ikut mas,, tapi jangan jalan dong..! pinta ku pada nya
" jadi mau naik mobil ke sana nya..? mas Aldo terkekeh geli mendengar permintaan ku pada nya
" mas gak ada motor kah..? tanya ku kemudian
" ada sih,, tapi takut nya kamu gak mau menaiki nya..?
" kenapa begitu mas,,?
" soal nya, motor nya tinggal stang sama bisa berjalan aja sih.. kalau di sini bilang nya, motor ladang gitu lah..? ucap mas Aldo bingung harus menyebut nya dengan apa
" kan masih bisa di naiki kan..? tanya ku lagi pada nya
" ya bisa lah,, malah bisa banget.. motor nya sering mas serpih kok, walau pun sudah butut..? ucap mas Aldo lagi
" ikut deh mas,, tapi naik motor ya .? aku merengek, di rumah terlalu membosan kan,
tidak ada aktivitas yang bisa ku kerjakan jika di rumah, berbeda kalau ikut kebelakang, aku bisa berjalan ke sana kemari mengikuti langkah kaki mas Aldo walau pun aku tidak bekerja
" bentar ya,, kamu tunggu di belakang saja, biar mas, ambil dulu motor nya di garasi..? mas Aldo pun berlalu ke arah depan dengan aku menggandeng Kiara ke arah belakang rumah dan mengunci nya dari belakang
" ayo naik..? ajak mas Al pada ku,
ketika aku menoleh ke arah nya, melihat motor yang di naiki mas Al, sudah seperti sepeda saja
__ADS_1