Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 83


__ADS_3

Dengan emosi, Hani menyambar tubuh Kiara di dekapan Fikri, dan membawa Kiara ke kamar nya


'' pelan-pelan dong mbak, nanti jatuh loh.. anak nya..? Fikri mengingat kan Hani agar tidak main rampas saja


'' kamu sih... membuat ku kesal saja..? ujar Hani dan berlalu pergi begitu cepat


sesampai nya di kamar Hani pun membaringkan Kiara tepat di ranjang nya dengan ia pun berbari tepat di samping Kiara


sampai pagi berlalu dengan Kiara menarik rambut Hani agar Hani terbangun dengan Kiara terus saja menarik rambut Hani


'' aduh sayang... kenapa main tarik sih, sakit tau..? Hani pun mencoba melepas kan rambut nya dari genggaman Kiara


'' mau mandi ya..?


dengan perlahan Hani pun bangkit dari tidur nya dan memasuk kan Kiara kedalam box bayi agar Kiara aman dan tidak terjatuh


'' mama mau cuci muka dulu, nanti baru mama mandi kan kamu..? Hani pun meninggal kan Kiara di dalam box nya


setelah selesai Hani pun mengambil semua perlengkapan mandi Kiara san juga menyedia kan baju bersih sebelum Kiara mandi


'' ayo mandi sayang..? ajak Hani dan perlahan membuka baju Kiara dan membawa nya ke dalam kamar mandi


setelah selesai semua, Kiara pun di bawa Hani kebawah, dengan keadaan segar, Hani akan menitip kan sementara kepada mama atau mbak Tia,


'' ma.. mama lagi sibuk tidak..! tanya Hani ketika ia menghampiri sang mama


'' mama lagi mau mengatur para pekerja Hani, ada apa..? mama ana menoleh sekilas kepada Hani


'' aku ingin menitip kan Kiara ma. aku mau mandi terlebih dahulu..? pinta Hani


'' baik lah, bawa kemari saja, biar mama perhatikan jika Kiara ingin bermain..? Hani pun memindah kan Kiara ke tangan mama ana


'' jangan lama-lama ya..? ucap mama ana sambil berteriak karena Hani sudah pergi meninggal kan Kiara dan diri nya


'' tenag ma, hanya sebentar saja..? balas Hani juga berteriak kepada mama nya agar sang mama mendengar jawaban dari nya


Hani pun bergegas mandi sebelum mama ana berteriak kepada nya lagi, dengan cepat Hani pun mandi dan berdandan ala kadar nya, karena tiga hari kedepan ia akan cuti untuk sementara waktu

__ADS_1


'' mana Kiara ma...? tanya Hani ketika ia sudah selesai mandi dan tidak menemukan Kiara ada bersama dengan sang mama


'' Kiara, di ambil alih oleh mbak tia.. kata nya mbak Tia sudah tidak ada pekerjaan lagi..? ucap mama ana menoleh sekilas pada Hani


'' kemana mbak Tia nya ma..? tanya Hani lagi kepada mama


'' entah. coba kau lihat ke rumah ibu..? ujar mama ana


'' ya sudah lah, biar mereka bersenang-senang terlebih dahulu..? Hani pun meninggal kan sang mama, ia masuk kembali ke kamar nya untuk mengambil ponsel yang telah ia abai kan selama berapa hari


'' ya... mati hape nya...? ujar Hani seorang diri


Hani pun menbawa ponsel nya dan meletakan di meja dekat tempat tidur nya, dan mencarger hape yang sudah ia abaikan berhari-hari


bosan di dalam kamar, Hani pun keluar kembali turun kebawah, dan kini rumah nya telah ramai dengan para pekerja dan juga dekor yang berseliweran di rumah nya


'' pusing nya, kalau sudah ramai seperti ini..? ucap Hani ia pun mencoba mencari teman cerita di kala ia sedang suntuk tak bisa bekerja seperti ini


'' ke rumah ibu saja lah..? Hani kini berjalan ke arah belakang rumah nya menuju ke rumah Dion yang ada di belakang


'' assalamualaikum'' ucap Hani


'' waalaikumsallam'' ucap ibu Sasa ia senang jika Hani mau main ke rumah nya


'' wah.. Kiara betah ya.. di sini...Ujah Hani ketika ia mendapati anak nya sedang menatap anak Dion


'' ada mama Kiara...sini.. sama mama..panggil Tia ketika Kiara tidak memperdulikan Hani


'' biar kan saja mbak, Kiara lagi senang melihat anak Dion.. siapa sih nama nya Bu, kenapa tidak belum ada nama nya..? tanya Hani ketika ia ingin memanggil anak Dion, tapi bingun menyebut nama nya dengan sebutan apa


'' entah ibu lupa nama nya, tanya Diana saja sana..? suruh ibu memang lupa nama cucu yang sedang ia pegang


'' sama nama cucu sendiri saja bisa lupa...? ledek Hani


yang mana membuat Tia yang berada di dekat mereka tertawa begitu juga dengan ibu, ia tak pernah sakit hati kepada Hani, ia paham sikap Hani yang memang seperti itu


'' nama nya juga sudah tua Han..? ujar ibu sambil tersenyum

__ADS_1


'' baru satu Bu... bagai mana nanti kalau Dion mempunyai anak banyak.. mungkin ibu juga lupa itu cucu nya atau bukan..? ujar Hani lagi


'' mungkin saja Han, maklum lah, memang bawaan nya pelupa, suatu saat kami pun merasa kan apa yang ibu rasakan ini..? ucap ibu tesnyum memandang Hani


'' kalau umur Hani panjang, mungkin sama seperti ibu..? ucap Hani menerawang jauh bagai mana seandainya ia juga melupakan cucu nya, kurasa anak nya akan marah pada nya


'' mudah-mudahan panjang umur, dan tidak seperti ibu yang pelupa..? doa ibu Sasa sambil cekikikan


'' amin Bu...? Hani mengamin kan doa ibu sasa


mereka pun bercerita panjang lebar hingga siang hari, Hani dengan sigap mengambil alih Kiara yang berada di dekapan Tia


'' kami mau pulang Bu..? ujar Hani pamit kepada ibu Dion


'' ibu pun akan kesana sebentar lagi..? ujar ibu Sasa


'' kalau begitu saya duluan ya.. Bu..? ibu Dion pun hanya mengangguk saja, Hani pun melanhkah menninggal kan rumah ibu Dion


kini ia dan Kiara tengah sampai di depan pintu dapur yang begitu ramai nya dengan orang-orang yang sengaja di sewa oleh mama ana untuk membantu kesibukan acara Hani besok pagi


'' kamu dari mana saja Han..? tanya mama ana ketika baru saja melihat anak ny muncul


'' tidak dari mana, Hani hanya dari rumah ibu saja ma..? ujar hani dan mendekat ke arah mama ana


'' mama pikir kamu kelayapan entah dari mana..? sambung mama ana


'' enggak dong ma, mana mungkin Hani melanggar peraturan mama..? ucap Hani dengan tersenyum


'' kamu terkadang tidak bisa di tebak Han..? ucap mama ana yang membuat Hani malu terhadap apa yang di ucap kan oleh sang mama


'' hanya sesekali saja ma, tidak berkali-kali..? ucap Hani sambil cengengesan menatap mama ana


'' sudah makan belum..? tanya mama ana teringat kala anak nya pergi dari pagi dan baru pulang siang ini


'' belum ma, Hani lapar..? Hani pun mengusap perut nya ya g tengah berbunyi


'' makan sana, Kiara di kasih makan sekalian..? ucap mama

__ADS_1


Hani pun berjalan meninggal kan sang mama yang masih sibuk di dapur sedang kan Hani berjalan ke ruang makan untuk mencari makanan mengisi perut yang tengah kosong


__ADS_2