Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
Bab 26.


__ADS_3

Jeslyn menunjukkan video saat Haider berkunjung ke mansion Dixie dan langsung membopong tubuh nya ke kamar.


Deg


rasa sesak menjalar di seluruh dada Jasmine, gadis itu bahkan sadar jika hati nya sepenuh sudah menjadi milik Haider.


"kenapa sangat sakit saat di bohongi, apa salah nya kau jujur, tidak masalah jika kalian berciuman setidaknya bersikap jujur" batin Jasmine.


"apa itu benar ? aku tahu dia kerumah Dixie tapi aku tidak tahu jika mereka akan sejauh itu" tanya Jasmine ia memaksakan senyum.


"kau baik baik saja ?" tanya Jeslyn saat melihat perubahan di wajah Jasmine.


"Hah ? aku tidak apa apa Jes" Jaslyn bisa melihat jika Jasmine sedang berbohong hanya bisa mengangguk pelan.


"sangat jelas wajah mu mengatakan sebaliknya" ucap Jeslyn.


"apa salah jika aku cemburu ?"


"tidak ada salah, cemburu adalah hal yang wajar muncul dalam sebuah hubungan, selama tidak berlebihan" ujar Jeslyn.


...🍁🍁🍁🍁...


Setelah mengunjungi Museum Haider mulai membagi tugas, mereka akan menampilkan tiga karya patung lilin dari sejarah sejarah terkenal dengan kisah perjuangan mereka, tugas Jasmine, Jeslyn dan juga Dixie membuat mabim untuk menempelkan hasil rangkuman tentang perjalanan kisah tiga patung lilin yang di buat dengan sangat hati hati oleh mereka.


Kelompok mereka saat ini sedang menata stand pameran untuk festival kampus, banyak kegiatan dan juga olahraga yang di lakukan pihak kampus, banyak murid yang memanerkan hasil tanggan dari setiap kelompok, pentas seni dari anak teater tak kalah ikut memeriahkan festival kali ini.


"rencana nya akan di lakukan hari ini, bersiap lah" suara seorang gadis berbicara dengan seseorang melalui ponsel nya, gadis itu tersenyum lalu berjalan ke arah beberapa stand.


"wajah mu pucat, apa kau sakit ? mau aku antar ke dokter ?" tanya Haider namun Jasmine mengeleng pelan.


"kau ingin makan sesuatu ? akan aku pesan" ucapnya dengan wajah khawatir.


"hai aku baik baik saja, hanya sedikit kelelahan" ucapnya sambil menangkup kedua wajah Haider.


"maaf aku membuatmu kelelahan" Jasmien tersenyum lalu mengecup bibir nya. tanpa diketahui seseorang mengambil gambar mereka.


"Jasmine kau baik baik saja kan ?" tanya Jeslyn melihat wajah pucat Jasmine.


"aku baik baik saja" ucapnya dan tersenyum.


"Haider aku butuh bantuan mu, ajak lah seseorang" panggil Boby, Haider melirik ke arah Jasmine dan mengecup keningnya.


"tunggu aku" ucapnya

__ADS_1


"kau ikut aku kita harus membantu yang lain"


Haider meninggalkan mereka, Jeslyn melirik ke arah Jasmine, dan menggengam tanggan nya.


"kau yakin baik baik saja ? wajah mu pucat sekali" ucap Jeslyn.


"tidak apa apa, pergilah mereka membutuhkan mu"


"dengan berat hati aku meninggalkan mu" Jasmine hanya tersenyum mendengar ocehan Jeslyn.


Dixie berjalan ke arah Jasmine ketika melihat Haider dan yang lainnya sibuk memperbaiki satu seni karya mereka, awalnya hanya ingin tiga namun Haider ingin menambahkan satu lagi karya mereka.


"Jasmine bisa kau bantu aku, aku tidak bisa meninggalkan stand ?" Jasmine mengangguk lemah.


"Matt melupakan cat air nya di ruang samping yang biasa kita gunakan untuk membahas atau merakit seni, cat air di pinjam teman nya tapi belum di kembalikan, aku sudah berusaha untuk menghubungi tapi tidak di angkat, kau bisa membantu ku ? sekalian beli makanan untuk anak anak" ucap Dixie.


"baiklah, siapa nama senior yang harus aku temui ?"


"Abigail, nama nya Abigail Jordan" ucap Dixie dan memberikan note yang sudah di list beberapa makanan untuk anak anak dan selembar uang.


Jasmine yang tak tahu niat jahat Dixie hanya diam tanpa curiga langsung mengikuti kemauannya.


...Ting (satu pesan masuk...


...jalan kan rencana mu dengan baik, jangan sampai gagal, siap kan kamera di tempat tersembunyi...


Jasmine lebih dahulu mengambil cat air yang di dalam gedung, ia masuk melewati lorong demi lorong dengan tubuh yang begitu lemah namun ia paksa kan diri, gadis itu berjalan pelan hingga ia berhenti tepat di depan ruangan yang berhadapan dengan ruangan yang biasa mereka gunakan untuk membuat patung lilin.


Ceklek


"apa ini ruangan nya ? kenapa gelap sekali"


ucap Jasmien, gadis itu menekan stop kontak agar dalam ruangan ada penerang nya.


Jasmine yang asik mencari tak sadar ia mulut nya di bekap lalu ia di pukul hingga pingsan.


Disaat Jasmine meninggalkan stand, Haider keluar untuk mencari nya namun ia tak menemukan wanita itu, Haider berpikir mungkin Jasmine sedang keluar melihat stand lain, lalu ia pun bergegas ke ruang tempat merakit karena melupakan beberapa alat dan keperluan, lalu kembali ke arah stand.


Pria itu melihat tidak ada siapa pun lalu ia membopong tubuh Jasmine dan membawa layaknya karung beras, tubuh Jasmine di tutup menggunakan Hoodie hitam tebal miliknya dan membawa ke hotel X.


Pria itu menelfon Dixie, lalu ia menjalan kan perintah satu persatu dengan menyuruh teman wanita nya mulai dari membuka bajunya, usahakan tubuhnya sepolos mungkin, hidupkan GPS, berikan satu atau dua tanda kissmark di tubuh Jasmine lalu tidur bersampingan.


Namun saat tubuh Jasmine sudah polos wanita memberitahukan kepada Abigail jika ia tidak bisa memberikan kissmark karena tubuh Jasmine sebagian nya sudah ada beberapa kissmark karena ulah Haider.

__ADS_1


"astaga apa yang sudah ku lakukan, untuk ayah ku menbutuhkan biaya pengobatan" ia lalu tidur di samping Jasmine lalu teman wanitanya memotret tubuh mereka.


Selang beberapa jam pintu di hotel tendang dengan sangat brutal oleh orang tak dikenal, samar samar beberapa suara terdengar dari arah luar.


bruk bruk bruk


pintu terbuka dan pemandangan yang di takutkan Haider menjadi kenyataan, wanita yang begitu ia cinta untuk pertama kalinya sedang tidur memeluk sang pria, teriakan Haider membuat kesadaran Jasmine dan Abigail tersadar sepenuh nya.


"BRENGSEEKKKK" teriakan Haider sambil memejahkan hiasan di dalam kamar hotel membuat Jasmine dan Abigail terperanjat kaget.


"kau wanita murahan berani sekali tidur dengan pria lain" ucapnya kepada Jasmien sedangkan Jasmine yang tak tahu apa apa sangat terkejut melihat tubuhnya yang begitu polos dengan seorang pria tak di kenal.


"apa yang terjadi ?" tanya nya seketika gadis itu berteriak.


"kalian bawa pria itu pergi, dan kau wanita murahan liat apa yang akan aku perbuatkan kepadamu" ucapnya


Haider membopong tubuh Jasmine yang di balut kain putih tebal, ia membawa Jasmine ke apartemen, lalu menarik wanita itu ke dalam kamar dan menghampaskan tubuh nya secara kasar ke tempat tidur.


Plak


satu tamparan di pipi Jasmine membuat bibir jasmine berdarah, dengan emosi Haider meramas kuat mulutnya, menatap tajam kearah Jasmine.


"kau sama saja dengan wanita lain, berapa pria itu membayar mu" Jasmine mengeleng.


"aku tidak suka adanya penghianatan, berbohong apa lagi kau milik ku tapi berani berani nya kau berhubungan dengan pria lain tanpa sepengetahuan ku wanita ******" Plakk satu tamparan lagi dari Haider di pipi Jasmine lalu kembali mencengkram pipi Jasmine dengan kuat.


"apa dia memberikan mu lebih banyak ? katakan Jasmine ?" teriaknya melepaskan gengaman pada mulut Jasmine.


"ini tidak se\~


"seperti yang aku lihat, lalu yang aku lihat itu apa ? bahkan aku melihat foto mu berciuman dengan nya" ucapnya berapi api dan membanti barang yang ada di kamar nya.


Jasmine ketakutan melihat Haider yang terlihat seperti orang kesetanan, Haider mendekat namun gadis itu ketakutan hingga merenggek mundur ke arah belakang.


"Haider, tenangkan diri mu jangan gunakan kekerasan, aku takut" ucap Jasmine dengan suara bergetar dengan wajah sembab karena air mata sudah membanjiri.


"lihat kau menghindari ku, apa dia lebih baik dari ku, apa dia membayar mu lebih ?" haider bertanya dengan wajah datar lalu tersenyum sinis.


"kau tidak bedanya dengan mereka, baiklah jika itu mau mu" Haider mendekat, Jasmine terus memundur kebelakang, dengan cepat Haider menarik kedua kaki Jasmine hingga gadis itu terlantang di atas tempat tidur, haider melepaskan semua pakaian di tubuh nya hingga terlihat polos.


"apa dia menyentuh mu disini ? ah sudah pasti disini juga" ucap nya lalu ia dengan kasar menyetubuhi Jasmine.


"kalian melakukan hal ini juga bukan ?" ucap Haider namun jasmine terus menggeleng kepala.

__ADS_1


Jasmine menangis merasakan tubuhnya yang remuk, yang Haider lakukan sangat kasar, ia tak memberikan ampun kepada Jasmine dengan emosian ia melakukan penyatuhan yang membuat Jasmine kesakitan, rasa perih dan sakit menyalar ke seluruh tubuh, gadis itu dalam kondisi tubuh yang tidak memungkinkan bahkan ia beberapa kali pinsang namun Haider tak menyadarinya Haider melakukan lagi dan lagi, hingga pelepasan yang kesekian kali.


lalu Haider pergi ke bar, tanpa memperdulikan Jasmine yang sedang pingsan dan kesakitan, disana ia menghabiskan waktu nya dengan minuman dan ditemani beberapa ******, ia hanya menangis dan terus meminum alkohol yang di pesan.


__ADS_2