Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 61


__ADS_3

" anak asuh gimana..? Tanya Ella bingung


" Ya...anak asuh Hani Tan, sudah tujuh bulan ini dengan Hani...?


" Kok bisa, sejak kapan, kenapa Tante gak pernah tau, mama kamu pun tidak pernah memberi tahu Tante...? Ucap Tante Ella lagi


" Gimana mau tau, semenjak Dion menikah, Tante selalu sibuk, dan Hani pun jarang sudah bertemu dengan Tante, sekali nya Tante di sini, Hani yang tak disini, bagai mana Tante akan tahu...? Ucap ku sambil terkekeh kecil sambil mengayun kan tubuh Kiara Agar mau tertidur kembali


" Tante tinggal ya Han...nanti kita ngobrol berdua lagi... Tante mau ke depan dulu..? Ucap Tante Ella meninggal kan ku


" Iya Tan,..? Saut ku seada nya


Aku pun kembali berjalan, sambil mencoba mendiam kan Kiara mana tau ia mau tenang kembali


" Kiara nya kenapa Han, kok menangis...? Ucap Fikri mengambil alih Kiara dari ku


" Terkejut dia, tadi dia nya tertidur, mau aku pindah, eh...dia malah terkejut karena aku tiba-tiba di peluk Tante Ella...? Ucap ku jujur


" Ya sudah, biar aku bawa ke depan saja, nanti kalau sudah tidur kembali, baru aku berikan pada mu lagi,,? Ucap Fikri


" Antar saja ke kamar ku nanti, aku ingin mandi dan berganti baju sejenak..? Ucap ku


" Baik lah,...? Fikri pun menjauh dari ku, dengan aku yang menaiki anak tangga menuju kamar ku, aku ingin sekali mandi dan beristirahat sejenak


Tampa Hani sadari, sedari tadi ada yang memperhati kan kedekatan antara Hani dan juga Fikri, dan ia pun di buat heran dengan ada nya anak bayi di antara Hani dan juga Fikri,


" Kamu kenapa do..? Tanya Adam ketika melihat anak nya melamun


" Tidak kenapa pa, itu anak siapa yang di pegang Hani pa...? Tanya Aldo heran

__ADS_1


" Papa juga gak tau, sejak kapan Hani punya anak, kok papa gak tau...? Ucap Adam bingung, begitu juga dengan Aldo


" Iiisss .. si papa, di tanya kok gantian bertanya pada Aldo..? Ucap Aldo sebal dengan papa nya


" Tanya sendiri sana... Kok malah tanya papa yang gak tau juga..? Ucap Adam


" Malu lah pa, ramai begini..?


" Ya.. sudah, kalau tidak mau, toh papa juga gak rugi, mungkin kamu benar-benar harus melupakan Hani do, mungkin itu anak nya dengan pria itu,..? Tunjuk Adam ke arah Fikri


" Masa sih pah, Hani menikah kita kok gak tau, lagian kan, om Alan sudah janji pada Aldo, untuk meminang Hani tahun depan..? Ucap Aldo tak mau percaya begitu saja


" Nyata nya, Hani sekarang sudah memiliki anak,, lihat tuh, masa kamu gak lihat interaksi antara kedua nya, sebagai seorang sepasang suami istri begitu..? Ucap Adam


" Papa jangan buat Aldo pusing pah..? Ucap Aldo seraya pergi meninggalkan kan Adam


Aldo akan mencoba masuk lewat antara dinding balkon yang pernah Aldo lewati ketika Hani shok melihat Aldo sudah ada di kamar Hani


" Mau pulang ma...? Saut Aldo


Ella pun tak bertanya lagi kepada anak nya, ia membiar kan Aldo pergi dari acara yang belum selesai juga


" Mudah-mudahan Hani belum keluar dari kamar nya..? Ucap Aldo dalam hati


Ia berharap Hani masih di dalam kamar nya, agar ia masuk tidak kecewa, sudah susah payah melewati pembatas balkon antara balkon kamar nya dan juga kamar Hani


" Akhir nya, bisa juga lewat, Untung tidak ada yang melihat ku,, ucap Aldo celingukan ke kanan dan ke kiri mana tau ada yang melihat Aldo yang melompat tadi


Bagitu ia memasuki kamar Hani, ia tidak menemukan Hani sama sekali, ia pun mencoba mendekati pintu kamar mandi, dan ia mendengar ada suara air yang tengah bergemericik, pertanda bahwa ada seseorang yang tengah mandi

__ADS_1


Setelah beberapa menit menunggu, Hani pun keluar dari dalam kamar mandi dengan ke adaan lebih pres dan juga segar


" Sudah selesai mandi nya...? Tanya Aldo ia kini duduk di sofa kamar Hani sambil menunggu Hani ke luar dari kamar mandi


" Ngapain kamu di sini, ya ampun... Jangan berbuat macam-macam ya.. Al... Di sini tengah ramai orang...? Ucap ku cukup terkejut dengan ke munculan Aldo yang berada di kamar ku ini


Sudah lama aku tidak mendengar berita atau kabar nya, ku kira ia sudah bahagia dengan wanita yang pernah ia bawa dulu, namun apa ini, kenapa ia masih mengusik ku juga


" Jangan menuduh sembarangan ya... Apa salah nya kalau aku ada di sini, emang nya kamu gak kangen apa sama aku...? Ucap Aldo seraya berdiri dan berjalan ke arah ku


" Jangan mendekat do, aku bisa aja teriak kencang ya...? Ucap ku


" Kamu lupa ya... Kamar kamu kan kedap suara..? Ucap Aldo yang mana aku sendiri melupakan hal itu


" Ya ampun Aldo, sebenar nya kamu itu mau nya apa sih... Selalu saja masuk saja .asuk kamar ku dengan tiba-tiba, dan membuat masalah..? Ucap ku seraya melangkah mundur, aku tidak ingin ia mendekati ku


" Kanapa kamu begitu takut pada ku, apa kah sekarang kamu sudah memiliki pasangan aku akan mundur dan tidak mengganggu mu,, itu tidak akan terjadi, bila perlu.. aku akan membuat mu berpisah atau bercerai dengan semua pasangan mu..? Ucap Aldo seraya mendekap Hani begitu erat nya


" Kamu jangan gila do... Kamu main peluk saja, kita tidak mukrim do...? Ucap ku seraya mencoba melepas kan pelukan nya dari ku, namun sayang ia begitu erat nya memeluk dan mendekap ku


" Aku memang sudah gila, semenjak kau selalu saja menolak ku, hanya karena kesalahan ku yang dulu selalu membenci dan memaki mu... Dan berkata yang tidak-tidak tentang mu,, dan hal itu membuat ku merasa bersalah dan bodoh atas kelakuan ku padamu...? Ucap Aldo masih mendekap ku erat


bagai mana cara ku melepas kan diri dari dekapan Aldo ini, bagai mana nanti kalau ada yang melihat kami seperti ini,


'' sudah lah do, berulang kali aku katakan, lebih baik kamu mencari pengganti ku saja..? Hani mencoba melepas kan diri, namun tidak bisa sama sekali


'' aku tidak bisa melupa kan mu, sudah berulang kali juga ku katakan pada mu kan, aku tak bisa melupakan mu,, aku harus bagai mana..? ucap Aldo malah ia kini menyadari kan kepala nya ke pundak ku


'' aku sudah melupakan mu, kenapa kau tidak coba saja untuk melupakan ku..? ungkap ku pada Nya

__ADS_1


'' sudah ku coba berulang kali, namun hasil nya tidak ada sama sekali..? ucap aldo


__ADS_2