Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
benci dan cinta 119


__ADS_3

'' kenapa dia pergi mbak,?'' Hani menoleh ke arah Dewi yang tepat berada di samping nya


'' iya ya.. mbak, kok saya, jadi curiga.?'' ujar Dewi yang menatap kepergian Tiwi


'' kamu curiga apa.?'' tanya Hani, sedang kan Aldo yang melihat Hani dan Dewi saling berbisik hanya melirik saja, Aldo bingung kenapa Hani begitu akrab dengan Dewi, sedang kan Dewi sering kali menggoda nya


'' curiga aja mbak, tapi saya tidak mungkin langsung menuduh yang bukan-bukan tanpa bukti yang kuat,?'' ujar Dewi


'' biar saja untuk sementara waktu, nanti kalau dia berbuat sesuatu, barulah kita bertindak. yang penting, mbak Dewi bantu awasi Saja.?'' ujar Hana, Dewi hanya mengangguk saja, setelah itu, ia pun berlalu dari hadapan Hani kembali ke dapur untuk mengerjakan tugas nya


'' Han, setelah ini, mas. mau menemui tukang bangunan, untuk bertanya berapa habis untuk merehap ini semua,?'' Aldo menatap ke arah Hani


'' mas, pergi sendiri.?'' tanya Hani


'' iya, kenapa Han.?''


'' gak apa mas, hanya bertanya saja.?''


setelah mengatakan hal itu, mereka pun kini berjalan ke arah ruang tamu, di mana anak-anak pada berkumpul, Kiara yang menilat Aldo dan Hani mendekat, ia begitu girang ny, secepat mungkin ia berlari ke dekat Aldo dan memeluk kaki Aldo dengan erat


'' aduh, anak gadis cantik papa, kenapa begitu senang nya hhmm.?'' Aldo mengangkat tubuh Kiara kecil yang begitu aktip nya


Hani yang menatap kedekatan Aldo dan Kiara menjadi terharu, ia tidak menyangka, mengangkat Kiara menjadi anak nya, adalah keputusan yang tepat,


kini Kiara tumbuh dengan sehat dan sempurna, Hani yang membayang kan dulu ia yang memegang, Kiara yang penuh dengan luka darah di mana-mana,akibat terkena reruntuhan tanah dan bangunan, itu yang membuat Hani menatap Kiara kecil iba, dan mau mengangkat nya menjadi anak nya hingga sekarang,


sudah dua tahun berlalu, namun,sampai sekarang tidak ada orang tua kandung nya yang mencari nya, membuat Hani bingung, dan bertanya-tanya, apa kah Kiara sengaja di buang oleh orang tua kandung nya


'' kau kenapa melamun begitu Han.?'' tegur Aldo sambil menggiyah kan lengan Hani


'' kenapa mas,?'' Hani seketika menoleh ke arah Aldo yang masih menggendong tubuh Kiara


'' mas mau pergi, kamu di rumah saja ya, bersama kiano dan Kenan, mas, akan bersama Kiara, seperti nya Kiara butuh keluar deh, agar tidak stres di dalam rumah terus.?'' ujar Aldo sambil menciumi seluruh wajah Kiara, yang mana membuat Kiara tertawa lepas atas apa yang di lakukan oleh Aldo

__ADS_1


di seberang sana, di mana para pengasuh berkumpul, menatap Aldo yang sangat menyayangi anak-anaknya membuat mereka tersenyum senang


berbeda dengan Tiwi, ia menatap tidak suka ke arah Kiara yang begitu dekat dengan Aldo, ia semakin berpikir keras untuk menyingkir kan semua yang dekat dengan aldo


'' awas saja, suatu saat nanti, aku pasti bisa memiliki nya seorang,?'' batin Tiwi memandang ke arah Aldo dan Kiara


'' bik.. kenapa mbak Tiwi, mimik wajah nya begitu.?'' Lala berbisik ke arah bik Tami sambil mengoyah kan lengan bik Tami


'' eh.. iya, kenapa wajah nya seperti itu, seperti mengintai mangsa saja.?'' bik Tami pun ikut berbisik kepada Lala


'' kalian kenapa berbisik-bisik begitu, kalian sedang menceritakan aku kan.?'' sungut Tiwi tidak suka kepada dua pengasuh yang lain nya


'' siapa yang mencerita kan mu, kami sedang menceritakan pak Aldo kok, lihat itu, betapa pak Aldo menyayangi keluarga nya.?'' ujar Lala menatap ke arah Aldo


'' jangan mengelak kalian.?'' ujar Tiwi lagi penuh emosi


'' kau ini kenapa, kau begitu mudah marah.?'' bik Tami yang memperhatikan Tiwi dengan lekat


'' lihat saja, suatu saat nanti, status ku, akan tinggi dari kalian.?'' emosi Tiwi, ia pun meninggal kan Lala dan bik Tami, Tampa mau tanggung jawab menjaga asuhan nya


''' mbak Hani, mau minum sama cemilan tidak.?'' Dewi menghampiri Hani yang sedang duduk santai di ruang televisi


'' mau dong mbak, kayak nya enak tuh.?'' ujar Hani senang,


'' baik lah, akan saya siap kan.?''


'' yang banyak ya.. mbak, sekalian buat kan sama yang lain juga.?'' pesan Hani


'' siap mbak,?'' Dewi pun berlalu ke belakang untuk membuat kan apa yang Hani mau


selama Dewi ke dapur, Hani menikmati acara sinetron pagi menjelang siang, namun Hani mudah bosan, ia pun menoleh ke arah anak-anaknya yang sedang bermain


'' bik, anak-anak bawa kemari, saya bosan di sini.?'' Hani melambai kan tangan nya ke arah Tami dan Lala

__ADS_1


'' baik buk.?'' Tami pun menuruti permintaan Hani


mereka pun mengangkat satu-satunya anak asuh mereka mendekat ke arah Hani, setelah itu, mereka pun memunguti semua mainan yang berserakan di lantai


''' anak ganteng mama, sedang aktif-aktif nya ya.?'' Hani mencolek pipi ke dua nya secara bergantian


Hani kini pindah, duduk lesehan bergabung bersama kedua anak nya, sedang kan pengasuh nya sedang memunguti mainan yang berserak di lantai


'' taruh di mana ini mbak.?'' tanya Dewi membawa nampan yang berisi kan minuman dan juga cemilan ke arah Hani


'' Taruh di meja saja mbak, jangan di bawah, nanti yang ada berserakan semua.?'' ujar Hani menoleh ke arah Dewi


dengan patuh, Dewi pun menaruh nya di meja ruang tamu, ia menyusun minuman dan juga gelas beserta cemilan nya


'' bik Tami, mari sini, kita minum dulu, ajak Lala sekalian,?'' panggil Hani ke arah Lala dan bik Tami


'' tapi buk...


'' sini aja bik, kenapa mesti jauh sekali duduk nya, saya juga butuh teman.?'' ujar Hani seraya tersenyum manis


dengan terpaksa, Tami dan Lala mendekat, mereka sebenar nya sungkan dengan Hani, namun mau bagai mana lagi, Hani yang mengingin kan nya


'' saya kebelakang dulu ya.. mbak.?''ujar Dewi setelah siap menaruh semua nya


''' loh, mau ngapain lagi, disini saja, kita mengobrol. bersama, saya ingin punya teman untuk bercerita.?'' ujar Hani menoleh ke arah Dewi yang hendak pergi ke dapur


Dewi yang di larang ke dapur pun, jadi terdiam, ia ikut duduk bersama Tami dan Lala, sedang kan Hani masih celingukan mencari keberadaan Tiwi yang tidak ada di sekitar mereka


'' mbak Tiwi nya kemana bik Tami.?'' tanya Hani menatap ke arah Tami


'' saya tidak tau buk, tadi dia nya meninggal kan kami begitu saja.?'' ujar Tami sambil menunduk, ia takut di salah kan atas ke lalaian Tiwi yang tidak benar mengasuh Kenan


'' padahal, mau di ajak bergabung, ya.. sudah lah, mari kita menikmati minuman dan cemilan buatan mbak Dewi, sambil mengobrol dan cerita-cerita bersama.?'' pinta Hani sambil tersenyum lebar

__ADS_1


...****************...


hai, para pembaca yang baik, mohon tinggalkan jejak kalian ya.. dengan like'komen Hadian dan juga vote nya


__ADS_2