
'' kenapa cucu kita pada menangis ma, apa yang terjadi.?'' begitu mobil berhenti, Adam mendengar suara tangisan pecah dari dalam
'' cepat lihat pa,, jangan-jangan cucu kita kenapa-kenapa lagi.?'' Ella ikut panik begitu juga dengan Dewi
'' astagfirullah hal'azim,, ada apa ini,?'' dengan panik Ella berlari ke arah ketiga cucu nya yang sedang menangis lepas,
sedang kan Dewi mendekat ke arah dua pengasuh yang sudah terkapar bersimbah dar** di atas lantai dengan Tiwi yang baru saja berdiri sambil memegang pisau dan mengacung kan ke arah Dewi
'' jangan mendekat kalian, kalau tidak mau bernasib sama seperti mereka.?'' ujar Tiwi mengarah kan pisau ke arah Dewi
'' kau kenapa, mengapa kau berlaku seperti ini pada mereka.'' tanya Dewi menatap Tiwi dengan seksama tanpa ada rasa takut sedikit pun
'' pa.. bawa mereka ke rumah sakit, sebelum terlambat pa.?'' Ella memanggil Adam yang menatap bingung ke arah Dewi dan juga Tiwi
Adam baru tersadar, ada dua nyawa yang harus di selamat kan dari pada harus menonton peristiwa yang menegang kan
'' ya.. allah ma,, bawa cucu kita ke dalam kamar, dan tenang kan mereka.?'' ujar Adam menyuruh Ella membawa ketiga cucu nya ke dalam kamar
Ella menuruti perkataan Adam, membawa ke tiga cucu nya ke dalam kamar, ia tidak mau cucu nya terluka sedikit pun, sedang kan Adam memindah kan satu persatu pengasuh aldonke dalam mobil nya, ia akan secepat nya membawa ke rumah sakit terdekat
'' kau tau, kenapa aku berlaku begitu pada mereka, mereka itu pantas mendapat kan hukuman yang setimpal, karena tidak bisa mendiam kan anak Sialan itu.?'' Tiwi masih saja memegang pisau di tangan nya dan mengarah kan pisau tersebut kepada Dewi
'' kau jangan gila wi,, Meraka itu anak kecil, belum tau apa-apa, lagian kan, kau pengasuh nya, seharus nya kau yang mendiam kan mereka, jadi wajar saja lah mereka menangis,, kenapa kau tidak mencoba mendiam kan mereka, malah kau biar kan menangis lepas begitu.''
'' aku tidak gila, tapi aku akan menyingkir kan siapa saja menghalingi niat ku.'' ia pun tertawa lepas ketika melihat Dewi hendak mendekat ke arah nya.
'' dari awal aku sudah curiga, bahwa kau memang berniat jahat kepada keluarga ini, aku tidak menyangka, kau tega pada keluarga ini, padahal keluarga ini baik kepada mu,?' Dewi geleng kepala menatap Tiwi
sedang kan Ella menghubungi ana agar mereka pulang ke rumah, karena ia takut menghadapi pengasuh yang ia tidak mengerti sikap nya,
__ADS_1
sedang kan dewindan Tiwi berdebat hebat, Alan dan ana menuju ke rumah Aldo dengan panik mereka juga takut cucu mereka dalam bahaya,
'' Ella... Ella.... kau dimana, jangan buat aku semakin khawatir.?'' ana masuk ke dalam rumah bersama Alan, pintu rumah terbuka lebar, membuat ana dan Alan semakin panik
'' aku di kamar,'' teriak Ella bergegas ana mendekat ke arah kamar Hani
'' eh.. ini licin..?'' ana hampir saja terjungkal karena lantai nya licin
'' hati-hati ma.'' Alan menyanggah tubuh ana agar tidak terjatuh,
Ella yang mengetahui kedatangan ana, ia perlahan membuka pintu untuk ana, Ella menatapnke arah Alan, namun ia tidak menemukan lagi suami beserta Dewi
'' gawat LAN, Dewi dalamnbahaya. cepat cari lan.?'' suruh Ella dengan panik membuat Alan berlari ke arah dapur
' kenapa kacau begini, kemana pergi nya Adam.?' ana mendekati cucu nya yang masih sesungguk kan,.
Alan yang mendengar hal itu, tentu ia berlari panik meninggal kan ana dan Ella, ia berlari ke arah dapur, setiba nya di dapur ia melihat Dewi yang besikukuh melawan Tiwi yang seperti orang kehilangan waras
'' kau jangan banyak tingkah,jika kau tidak mau bernasib sama seperti mereka.''' gertak Tiwi yang mana tidak membuat gentar di depan Tiwi
'' aku tidak akan takut, jika aku bernasib sama dengan mereka? setidak nya, aku membela yang benar, tidak seperti mu, di kasih hari malah meminta jantung, tidak tau di untung sama sekali.?'' geram Dewi, membuat Tiwi tertawa mengejek ke arah Dewi,
'' aku juga tau, kau mengingin kan mas Aldo kan? jangan munafik kau, kita sama saja, beda nya, aku nekat dan kau yg tidak? memalukan sekali, kau bagai kan pencundang yang kalah di tengah jalan.?'' ucap Tiwi tertawa jahat membuat Dewi menatap dengan geram
'' tapi aku tidak sebusuk dirimu, dan aku hanya sekedar menyukai dan mengagumi saja, bukan untuk ku miliki, kau terlalu serakah kawan, dan keserakahan mu suatu saat akan membawa petaka bagi mu.?'' Dewi tak kala pedas nya berucap pada Tiwi
Alan yang mendengar kan perdebatan itu hanya menonton saja, bagi nya hanya adu mulut tidak akan membahaya kan, dan Alan tidak melihat kalau Tiwi sedari tadi memegang pisau yang sudah memakan dua korban
'' tidak akan, yang akan membawa petaka adalah diri mu, baik nya kau juga aku singkir kan seperti teman mu yang munafik itu,?'' dengan secepat kilat, Tiwi berlari ke arah Dewi hendak menusuk Dewi dengan pisau nya
__ADS_1
Alan yang melihat kejadian itu secepat nya melerai pertengkaran yang membuat kacau seisi rumah Aldo
'' henti kan, apa yang kau lakukan,'' cegah Alan yang mana membuat Tiwi dan Dewi menoleh ke ara Alan
'' siapa kau, berani nya mengusik kesenangan ku.?'' ucap Tiwi mengarah kan pisau itu ke arah Alan
'' kau yang siapa, membuat kacau rumah ini,?'' tantang Alan
'' aku pemilik rumah ini, dan kalian semua yang berada di rumah ini hanya menumpang yang tak tau berterima kasih.?'' ucap Tiwi tanpa tau siapa Alan sebenar nya
'' kau jaga sikap mu, dia bukan lah seperti mu, yang menjadi parasit di rumah ini,?'' ucap Dewi memperingati Tiwi
'' diam kau, aku tidak berbicara pada mu.?'' murka Tiwi menatap Dewi marah
'' siapa kau sebenar nya, ada hubungan apa kau dengan anak ku.?'' ucap Alan kembali bertanya
pasal nya Alan tidak tau tentang dua pengasuh baru Aldo, yang ia tau hanya lah Dewi dan Tami, selebih nya ia tidak tau menau
'' itu tidak ada urusan nya dengan mu pak tua, lebih baik kau diam, sebelum aku membuat mu menemui ajal mu?''
membuat Alan geleng kepala, ia tidak habis pikir jaman sekarang ada wanita senekat itu, demi seorang pria,
'' sombong sekali perkataan mu, bagai mana kalau itu perkataan mu berbim pada mu, mungkin kau tidak akan sesombong ini.?'' sinis Dewi membuat Tiwi murka
...****************...
jangan lupa like'komen hadiah vote nya ya
'' terima kasih''
__ADS_1