Benci Dan Cinta

Benci Dan Cinta
episode 2


__ADS_3

terlihat mobil mewah memasuki halaman rumah, dan ternyata pak anton tlah pulang dari kantornya.


" mah, tea udah pulang blum." tanya anton pada istrinya.


" udah pah, dia lagi istirahat di kamarnya. " ucap sang istri sambil tersenyum.


" ya udah, papa mandi dulu habis itu kita makan malam, mama mau bangunin tea dulu." sambung ratih.


" iyha sayang." ucap anton sambil mencium pucuk kepala istrinya.


di kamar tea.


"tok.. tok.. tok.., tea sayang bangun nak, kita makan malam bersama. papa udah pulang.." ucap ratih dari depan pintu. karna tak mendengar jawaban dari tea, ia pun membuka pintu kamar itu.


ceklek..


" astgah,,, kebiasaan anak ini,, " melihat tea tidur tengkurep tanpa melepaskan tas dan sepatu bahkan belom mandi.


" tea sayang,, bangun sayang udah jam 9 malam nih. ucap bundanya sambil mengelus kepala tea.


" apa bundaa,, jam 9 malam." ucap tea setengah kaget. sambil melihat ke arah jam tangan nya.


" aahhh bundaa,, baru jam 6 juga.." dengan ekpeesi cemberutnya.

__ADS_1


" kamu sih bunda bangunin gak bangun bangun, tidur kayak orang mati. " ucap ibunya menahan tawanya.


" sekarang mandi sana, bunda tunggu di meja makam samq papa,, " ucap bunda sambil pergi meninggalkan tea.


" iyha bunda" ucapa tea sambil memasuki kamar mandi. dan memulai ritual mandinya.


DI MEJA MAKAN


" Tea mana bund.. " ucap anton sambil membaca koran.


" masih mandi pah,, bentar lagi turun" ucap ratih pada suaminya.


" mah, papa akan ngomong sama tea tentang perjodohan ini, papa rasa ini saat yang tepat, mengingat kejadian 5 tahun lalu, papa gk ingin tea terpuruk lagi mah." ucap anton dengan lirih seperti orang menahan tangis.


" ya sudah, mama nurut ajha kalau itu menurut papa yang terbaik untuk putri kita." ucqp ratih sambil senyum tertunduk.


" malam mom,,, dads,,, " sambil tersenyum ke arah orang tuanya.


" iyha sayang " ucap pak anton dan bu ratih hampir bersamaan mereka pun makan malam. dan setelah selesai pelayan rumah yaitu bi sum membereskan meja makan. dan kami bertiga menuju ruang tv untuk menonton.


suasana hening sehingga papa mulai membuka pembicaraan.


" tea,, berapa umur mu skrnk nak ?? ucap papa.

__ADS_1


" 21 pah, emank kenapa pah," ucap ku sambil memakan snack dengan sedikit penasaran.


" papa berniat mau menjodohkan kamu dengan anak temen papa lebih tepatnya sahabat terbaik papa, yaitu putra pak aslan wijaya dengan putra nya richard wijaya sayang.." ucap papa padaku.


" apa..." nada ku sedikit tinggi karena kaget.


" dengarkan papa dulu sayang," ucap bunda menenangkan ku.


" bagaimana papa bisa berfikir aq akan hidup bahagia menikah dengan orang yang sama sekali belum ku kenal,, tea gk mau papa" ucap ku dengan menangis.


" kmu harus menerima perjodohan ini sayang, papa sudah memberi tau keluarga wijaya bahwa kamu bersedia sayang, papa mohon jangan buat papa malu, kmu juga sudah janji sama papa, sejak kejadian 5 tahun lalu bahwa kamu akan menuruti kemauan papa sayang, jadi papa mohon jangan buat papa kecewa." ucap papa padaku. bunda hanya menangis.


" ta,,, tapi,,, kenapa secepat ini.." ucap ku dengan menangis.


" ini yang terbaik untuk mu sayang agar kamu bisa melupakan masa lalu mu" ucap bunda menyakinkan ku.


" terserah tea menurut saja " ucap ku sambil berlari ke kamar ku.


sampai di dalam kmar aq semakin menangis hingga aq tertidur dengan mata sembab.


DI RUANG TV


" apa ini semua tak terlalu cepat pah," ucap bunda ratih.

__ADS_1


" tidak sayang, ini sudah saat yang tepat, kita akan bicarakan hal ini kepada keluarga wijaya besok, sekarang kita tidur." ucap pak anton.


mereka pun menuju kamar mereka.


__ADS_2