Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
pertemuan pertama


__ADS_3

pagi itu tepat pukul 07.20 aku berlari dengan kecepatan tinggi,aku bangun terlalu siang hingga harus mengejar waktu supaya tidak terlambat, karna jam pertama pelajaran ku adalah matematika yg diisi oleh pak dayat, guru super killer serta disiplin, ia tak segan untuk memberi nilai merah bahkan mengusir muridnya jika sang murid tak mengukiti sifat kedisiplinanya, memikirkannya saja aku sudah merasa takut, wajar karna seumur umur aku sama sekali belum pernah terlambat.


"stoppppp...... pak asep stop " pintaku dengan nada sedikit berteriak dan ngos ngosan.


"yaallah neng tumben dateng jam segini " kata pak asep keheranan.


"iya pak aku kesiangan biasa putri tidur belom bisa bangun kalo belum dicium pangeran" kataku sambil mengatur nafas .


disaat perbincangan ku dengan pak asep selaku keamanan disekolah tiba tiba ada sebuah mobil berhenti tepat di samping ku dan yg lebih membuatku merasa jengkel mobil itu berhasil membuat sepatuku kotor karna cipratan air kubangan di saat mobil terparkir.


" astaga" kataku sambil melihat kearah sepatu, tanpa pikir panjang kuhampiri mobil itu untuk meminta tanggung jawab karna sudah membuat sepatuku kotor.


" woy turun, mentang mentang punya mobil parkir sembarangan, engga ngeliat sepatuku jadi kotor karna mobil mu ini, keluar oy " pekik ku, wajar saja jika aku bertingkah sedikit berlebihan karna memang aku selalu menjaga kebersihan apalagi mobil itu membuat kotor sepatu kesayanganku.


tiba tiba ada seorang laki laki keluar dari mobil tersebut, dan anehnya tanpa memperdulikan ocehan dan amarah ku ia berlalu begitu saja tanpa meminta maaf atas kesalahannya.


"hey kamu ya " ."kamu memanggil ku? "kata nya,"iya kamu memangnya ada siapa lagi disini selain kamu? " tiba tiba laki laki itu berbalik,dan menghampiriku " apa maumu" dengan nada sok cool. "aku mau kamu bertanggung jawab, karna mobilmu itu sepatuku jadi kotor " dengan muka galak ku,tanpa banyak bicara laki laki itu mengambil secarik tissu dan membungkung dihadapan ku untuk membersihkan sepatuku.


" sudah aku bersihkan sepatu mu tuan putri, jadi berhentilah untuk berbicara karena membuat telingaku sakit " setelah itu ia berlalu tanpa memberi kesempatan untukku membalas perkataannya.


"yaudah atuh neng cepat masuk sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai " kata pak asep sambil membuka gerbang supaya aku bisa masuk


"terimakasih pak asep " teriaku sambil berlari,

__ADS_1


aku berlari kencang karna sebentar lagi pak dayat akan sampai dalam kelasku, sekuat tenaga aku masuk dan akhirnya aku sampai dikelas dengan nafas yg tersengal sengal, tak lama kemudian pak dayat masuk, dengan badan yg masih bercucuran keringat dan nafas yg tersengal sengal casie teman sebangku ku tiba tiba berkata


"yaampun itu yg sama pak dayat nabi yusuf? masyaallah ternyata dia sudah turun ke bumi untuk menjemput ku" sambil mencubit lengan ku.


"auuuuu sakit tau " kataku dengan nada sedikit menjerit , "eh sorry sorry hell aku engga sengaja, eh liat deh itu murid baru ya hell"sambil menarik baju ku


lalu aku mengarah kan pandanganku ke depan karna sedari tadi aku sangat sibuk mempersiapkan buku matematika yg akan ku pelajari, betapa tercengangnya aku ternyata laki laki yg masuk bersama dengan pak dayat adalah laki laki yg kutemui waktu digerbang tadi " dia kan laki laki yg kutemui tadi, jadi dia murid disini? " kataku,tanpa sadar casie mendengarnya dan berkata " jadi kamu udah sempet ketemu sama reikarnasi nabi yusuf hell? "sambil memandangi laki laki didepan dan tak henti hentinya dia berkata "subhanallah"


pak dayat mulai memperkenal kan nya


" baiklah anak anak kalian mendapat teman baru,perkenalkan dirimu " pinta pak dayat


" selamat pagi, nama saya rafael kusuma, saya murid baru disini " katanya dengan nada datar dan sok coolnya.


"baiklah rafael silahkan duduk dibelakang tempat duduk rachell"pinta pak dayat, " aih mengapa dia harus dekat dekat dengan ku membuat ku semakin kesal saja "gumamku


" kami sedang mencari cincin logam peninggalan kakek mu" jawab ayah ku


"apa itu berharga? " tanyaku " jelas sayang cincin itu sangat berharga, karna cincin itu bisa membuat drajat keluarga kita berubah " jawab ibuku sambil membuka karpet lantai


"maksudnya ma,pa?" tanyaku yg masih merasa heran, " jadi gini sayang itu cincin adalah peninggalan kakek mu, dulu cincin itu sepasang namun dengan kakek mu cincin itu diberikan satu kepada sahabatnya dengan alasan agar mereka bisa menjodoh kan cucu mereka kelak, dan sekarang keluarga dari sahabat kakek mu kini mencari cincin itu karna mereka akan mencarikan jodoh untuk putra mereka "jelas ayah ku.


" ayo rachel jangan hanya berdiri diam saja seperti patung bantu ibumu ini mencarinya "pinta ibuku

__ADS_1


dengan perasaan yg masih bingung aku membantu ibuku untuk mencarinya, karna aku tidak mau dikutuk menjadi batu hanya karna tidak menuruti perintahnya.


tiba tiba " ma, pa aku menemukannya " teriak adikku, iya, aku memilki satu orang adik laki laki.


dengan raut wajah bahagia bagai mendapat harta karun kedua orang tua ku pun berkata "akhirnya ma kita akan jadi besan orang kaya, anak kita akan jadi nyonya dirumah yg bak istana itu " ujar ayah ku, aku masih tertegun karna kaget dan heran serta bingung dengan apa yg ayah ku katakan .


didalam kamar aku mulai belajar untuk mempersiapkan tes masuk unversitas impian ku, meskipun masih sangat lama namun aku ingin mempersiapkan semuanya dari sekarang, karna aku benar benar ingin masuk universitas itu.


pintu tiba tba diketuk dan ternyata ibuku " sayang apa boleh mama masuk" kata ibuku yg berdiri dibibir pintu, " masuk aja ma " jawabku,


"sayang besok kita ada pertemuan dengan calon mertuamu ". sebelum ibuku melanjutkan perkataannya aku memotongnya, karana aku merasa ada kata yg salah "mertua"


" tunggu deh ma, mama bilang mertua, memang siapa yg akan menikah? ferdi? ferdi kan masih SMP ma mana bisa?" tanyaku


" siapa bilang ferdi, mau jadi apa dia jika dia menikah muda ,dia saja mengurus dirinya belum bisa apalagi mengurus rumah tangga yg ada bikin malu " jawab ibuku.


"lantas siapa yg akan menikah? anak mama dan papa kan hanya aku dan ferdi, jika bukan ferdi lantas siapa? aku? "


" iya sayang kamu anak mama yg pintar cantik dan penurut " kata ibuku


"kenapa aku ma? mama sama papa mau jual aku? "tanyaku dengan menampik tangan ibuku yg sedari tadi mengelus rambut panjang ku.


"jaga bicaramu sayang, mama dan papa hanya mau kebahagiannmu" jawab ibuku .

__ADS_1


"kebahagiaan macam apa ma? kebahagian dengan menikahi laki laki yg sama sekali tidak aku cintai dan bahkan sama sekali belum pernah aku lihat wajahnya ,kebahagiaan yg akan membuatku putus sekolah serta menghancurkan masa depan ku dan harapan ku untuk masuk universitas yg aku inginkan? " kataku sambil menahan tangis ," tidak sayang, pernikahan ini tidak akan merenggut apapun dari hidupmu, tidak dengan keinginanmu atau pun cita cita mu,sayang, dengarkan mama, pernikahan ini wasiat dari kakek mu, dan dengan pernikahan mu ini bisa memperkuat usaha ayah mu sayang,karna dengan kamu menikah dengannya maka sudah otomatis mereka akan memberi separuh saham mereka untuk kamu, hidup mu akan terjamin sayang " jelas ibuku


aku sama sekali tidak menggubris penjelasan dari ibuku aku memilih untuk menangis, karna aku merasa hidup ku hancur, aku sangat ingin kuliah di universitas favoritku, aku ingin bekerja, aku ingin memilih jodoh ku sendiri, aku juga ingin menikahi laki laki yg aku cintai, bukan menikah dengan alasan "kompromi" sangat menjijikan, disaat aku sedang menangis ibu bilang " pokoknya besok kamu harus ikut, dandan yg cantik serta harus bersikap sopan dengan mereka, oke anak mama" .


__ADS_2