Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
fitting baju pengantin


__ADS_3

siang itu,selepas pelajaran usai aku keluar kelas, lalu tiba tiba ada yg menarik lengan ku dari belakang, reflek aku plintir tangannya,dan betapa terkejutnya aku ternyata orang yg ku plintir tangannya tidak lain dan tidak bukan adalah RAFAEL.


"au sakit" rintih rafael.


aku pun langsung melepaskan cengkraman ku. " lagian kenapa sih pegang pegang tangan aku, ya otomatis aku keluarin jurus pertahanan aja".oceh ku.


" yaudah, ayok sekarang ikut aku, nenek bilang hari ini kita fitting baju, dan nenek berpesan untuk kesana bersamamu ". jelas rafael tapi tetap dengan wajah dinginnya.


sebelum aku bisa menjawab "bersedia" atau "tidak" dia menarik tanganku, dan membuat ku menjadi pusat perhatian teman teman, secara rafael adalah idola baru bagi kaum wanita disekolah dan aku juga idola bagi kaum pria. kami masuk kemobil dan langsung menuju butik .


tak berapa lama kami pun sampai ditempat tujuan. disana sudah ada nenek serta ibu ku yg sampai lebih dulu.


"wah ini pasangan favorit nenek" ujarnya.


aku dan rafael berjalan kearahnya, lalu memeluknya tak lupa aku juga mencium tangannya, meskipun aku anak zaman now tapi aku tak pernah lupa tentang adab sopan santun terhadap orang tua.


sambil tersenyum palsu aku menanyakan kabar nenek " nenek apakah kabar anda sehat? ".

__ADS_1


" kesehatan nenek semakin meningkat sejak nenek tahu bahwa cucu kesayangan nenek akan menikah dengan gadis cantik, anggun manis serta sopan sepertimu" sambil memegang dagu ku.


di samping nenek, ibu ku hanya tersenyum gembira. karna tau anaknya melakukan apa yg ia ajarkan selama ini.


desainer pribadi tuan kusuma pun memanggil aku dan rafael untuk mencoba baju pengantin kami.


" oalah ini to pengantinnya, yg satu ganteng yg satu cantik,ini mah sudah jadi pasangan yg sempurna,apalagi ditambah kalian akan mengenakan baju rancangan eike, wuuhhh makin cetar membahana "ucap laki laki tp terlihat sedikit kemayu.


kami pun mencoba pakaiannya, aku mencoba gaun berwarna putih,gaun itu terlihat mewah dan elegan,aku masuk ke ruang ganti dan rafael berganti di ruang sebelah. aku pun keluar dari ruang ganti,betapa terkejutnya aku saat aku berkaca di cermin " gaun ini saat bagus, bahkan mewah, seakan akan gaun ini memang dibuatkan khusus untukku, tapi mengapa aku harus memakai gaun ini disaat aku sama sekali tidak menginginkannya? " ucapku dalam hati.


tak lama kemudia rafael keluar,


tiba tiba aku tersadar tentang apa yg aku ucapkan, bagaimana mungkin aku memuji laki laki yang menjadi alasan untuk hancurnya masa depanku.


kami pun keluar beriringan untuk memperlihatkan pakaian kami kepada nenek dan ibuku.


"yaampun kalian terlihat begitu lucu " puji ibuku.

__ADS_1


" kalian benar benar pasangan serasi " imbuh nenek


dalam hati aku mengutuk laki laki yg ada di sebelah ku kini.


setelah kami memperlihatkan pakaian kami kepada nenek dan ibuku, aku dan rafael pun bergegas menuju ruang ganti, tapi entah kenapa tiba tiba aku ingin terjatuh,karna gaun ku tersangkut , sontak saja semua orang berteriak.


dengan sigap rafael menangkapku.


" mengapa jantungku berdetak sangat kencang hingga mungkin bisa terdengar olehnya" gumamku dalam hati.


karna aku sadar kami diperhatikan oleh semua orang ,akhirnya aku berusaha untuk rafael melepaskan ku. " lepaskan aku sekarang! ".


dia pun melepaskan aku secara tiba tiba, dan aku pun terjatuh.


brukkkkkkkk " auuu sakit tau? " teriak ku.


" tadi kau bilang bahwa aku harus melepaskan mu, tapi setelah ku lepaskan mengapa kau marah? " bela rafael.

__ADS_1


semua orang malah tertawa melihatku terjatuh, bahkan ibu sendiri, jika saja tuhan memperbolehkan ku untuk menjadi seperti ibu malin kundang, mungkin aku sudah mengutuk ibuku menjadi batu. astafirullah


__ADS_2