
Mereka semua menaiki mini bus yang disediakan oleh Tian.
Minibus itu membawa mereka ke Lotte World, yang mana di sana terdapat wahana bermain mall dan cafe.
Tian menyediakan fasilitas untuk semua siswanya, mereka dapat bermain mendapat di wahana tersebut sesuka hati mereka.
Sebelum mereka menikmati wahana bermain, Tian mengajak mereka untuk menikmati makan malam terlebih dahulu di salah satu resto yang terdapat di sana.
Mereka menempati beberapa meja yang ada di resto tersebut karena resto itu tidak menyediakan tempat untuk rombongan.
Para siswa laki-laki duduk di dua posisi sedangkan Laras dan Arumi duduk bersama Dian dan Ridho.
"Maaf, tuan mau pesan apa?" tanya si pelayan pada Tian dan yang lainnya.
Resto yang mereka kunjungi saat ini merupakan resto yang menyediakan menu makanan Indonesia, pelayan di sana pun merupakan orang Indonesia.
Sehingga pelayan di sana akan menggunakan bahasa Indonesia saat melayani pengunjung yang berasal dari Indonesia.
Laras mendengar suara seseorang yang tidak asing di telinganya, dia mencoba mencermati pelayan yang baru saja menyapa mereka.
"Kamu," pekik Laras kaget saat kekasihnya kini telah berada di hadapannya.
Nick sengaja mengenakan seragam pelayan agar Laras surprise saat melihatnya.
"Woi, Bro." Ridho juga kaget saat melihat sahabatnya Nick juga berada di sana.
"Kalian boleh pesan menu apa saja di resto ini," ujar Tian pada para siswanya.
"Kalian boleh pesan padanya," ujar Tian lagi sambil menunjuk ke arah Nick.
Nick baru saja menarik sebuah kursi dan hendak duduk tepat di samping Laras.
Dia sudah merindukan kekasihnya itu karena sudah beberapa hari tak berjumpa.
Demi berjumpa dengan Laras di Korea, Nick akhirnya menceritakan hubungannya dengan Laras pada Tian, hingga akhirnya Tian juga mengetahui bahwa temannya berkomunikasi di dunia maya waktu itu adalah Arumi.
Melihat tatapan Tian akhirnya Nick memanggil 3 orang pelayan.
"Iya, Tuan," lirih seorang pelayan menunduk di hadapan Nick dan Tian.
"Kalian layani mereka semua, beri pelayanan khusus," perintah Nick pada 3 orang pelayan itu.
"Baiklah, Tuan," sahut mereka.
__ADS_1
Ketiga pelayan itu mencatat pesanan mereka satu persatu setelah itu mereka pun mulai menyiapkan pesanan mereka di dapur.
"Eh, Pak Tian itu punya banyak teman yang sukses, ya," ujar Rendy memuji Tian.
Rendy merasa kagum dengan royalitas Tian terhadap mereka.
Melihat pelayanan yang mereka nikmati sejak menginjak Korea tak luput dari turun tangannya pelatih basket mereka.
"Iya, kayaknya Pak Tian punya link yang banyak, sekarang kita bisa makan gratis, besok kita dapat apalagi, ya," ujar Aldo ikut menanggapi ucapan Rendy.
"Dapat makan gratis aja gue udah bersyukur," ujar Putra yang hobi makan gratis.
"Dasar kau, Put. Makan aja isi otakmu," ledek Betrand.
"Hahaha." mereka tertawa.
Tian hanya tersenyum saat mendengar ucapan siswanya.
Laras menundukkan kepalanya saat Nick sudah duduk di sampingnya, dia merasa malu karena ternyata kekasihnya merupakan sahabat dari gurunya.
Tak lama menunggu hidangan yang mereka pesan pun datang, ketika pelayan itu menghidangkan makanan yang sudah mereka pesan, Setelah itu mereka mulai menikmati makanan spesial yang terdapat di resto tersebut.
Ridho heran melihat ekspresi Tian yang biasa saja saat mengetahui bahwa Nick sudah menjadikan peserta didik mereka sebagai kekasih.
"Rum, nanti ikut kita, ya," ajak Betrand pada Arumi.
Betrand melihat Laras sudah kedatangan kekasihnya, dia pun berinisiatif untuk mengajak Arumi jalan-jalan di Lotte World agar Arumi tidak menjadi anti nyamuk di antara Laras dan kekasihnya itu.
"Maaf, Betrand. Arumi tidak boleh jauh dari saya, karena saya takut terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan.
Betrand sedikit kecewa dengan sikap Tian, tapi dia sadar saat ini keselamatan Arumi lebih penting.
"Kalian boleh ke mana aja di kawasan ini, tapi ingat kita berkumpul di sini lagi pada pukul 22.00 malam," ujar Tian memberi izin pada siswanya.
"Baik, Pak," sahut para siswa.
Ridho baru menyadari sahabatnya itu bukan menyukai Laras, tapi sahabatnya itu menyukai Arumi.
Ridho memilih untuk bergabung dengan para siswa laki-laki dari pada dia menjadi anti nyamuk nantinya.
"Gue bawa Laras dulu, ya," ujar Nick.
Akhirnya Nick dan Laras berdiri lalu meninggalkan Arumi dan Tian berdua.
__ADS_1
Arumi masih duduk diam, dia menundukkan kepalanya. Jantungnya mulai berdebar kencang.
"Ayo, kamu mau ke mana?" ajak Tian pada Arumi.
Tian berdiri, lalu menarik tangan Arumi, dia melangkah keluar dari resto itu. Arumi mengikuti langkah pria yang saat ini mulai membuat jantungnya berdetak tak keruan.
Meskipun saat ini Tian berada di samping Arumi, bodyguardnya masih tetap memantau gerak gerik Arumi sesuai perintah dari Tian, keselamatan Arumi tidak boleh luput dari mata mereka.
Tian mengajak Arumi untuk menaiki salah satu wahana bermain.
"Kita naik komedi putar, yuk," ajak Tian.
Tian menarik tangan Arumi dan membawanya menaiki komedi putar. Di sana wahana komedi putar merupakan wahana yang paling banyak diminati oleh para pengunjung.
Di saat mereka berada di posisi paling atas, mereka dapat melihat suasana indah kota Korea dari tempat mereka saat ini.
Arumi menatap kagum dengan apa yang kini dilihatnya.
Tian berpindah duduk ke samping Arumi. dia menggenggam erat tangan gadis itu, dia menggenggam erat tangan gadis yang pernah dibencinya dan kini sudah mengisi kekosongan dalam jiwanya.
Hatinya kini sudah terpenuhi oleh sosok Arumi, rasa benci yang dulu pernah ada kini sudah berubah menjadi rasa cinta.
"Bagaimana Apakah kamu suka?" tanya Tian pada Arumi.
Arumi menatap dalam bola mata pria yang pernah dibencinya itu, sorotan mata yang dulu menyiratkan sebuah kebencian kini mulai menyiratkan kasih sayang dan penuh cinta.
Arumi masih diam dia belum bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Tian karena hatinya saat ini mulai berdetak kencang tak keruan.
"Jangan lihat aku seperti itu," pinta Tian merasa gugup saat Arumi menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kenapa kamu melakukan hal ini?" Tanya Arumi meminta penjelasan atas kebaikan Tian padanya.
Tian membalas tatapan Arumi.
"Aku melakukan ini semua karena hatiku yakin bahwa kamulah wanita yang saat ini aku cari," ujar Tian menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Arumi.
"Wanita yang kamu cari apa maksudmu?" tanya Arumi sampai mengernyitkan dahinya heran.
Tian hanya diam, dia tidak menjawab pertanyaan Arumi namun dia menatap dalam manik bola mata indah milik Arumi.
Kini mereka saling menatap menyelami rasa cinta yang ada di dalam hati mereka masing-masing.
Mereka pun mulai larut dalam lautan cinta yang ada di hati mereka.
__ADS_1
bersambung...