Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
Bab 90


__ADS_3

30 menit perjalanan, kini mobil Tian memasuki kawasan Rumy's Group.


Tian menghentikan mobilnya di depan lobi gedung perusahaan milik Arumi.


"Terima kasih," ucap Arumi saat dia hendak membuka pintu mobil.


"Rum," lirih Tian sambil meraih tangan Arumi.


Arumi mengurungkan niatnya yang ingin membuka pintu mobil.


"Mhm, ada apa?" tanya Arumi menoleh ke arah Tian.


"Aku sudah bercerai dengan Kyomi. Itu artinya aku akan menikahimu secepatnya," ujar Tian sambil tersenyum pada wanita yang sangat dicintainya.


Arumi tersipu malu mendengar ucapan Tian.


Dia tidak menjawab sepatah katapun ucapan dari Tian, Arumi langsung membuka pintu dan melambaikan tangannya pada Tian.


Setelah itu dia melangkah masuk ke dalam gedung perusahaannya. Arumi melangkah dengan hati yang berbunga-bunga.


Setelah sekian tahun dia berusaha melupakan Tian, kini pria yang dicintainya itu sudah kembali dan ingin menikahi dirinya.


Sementara itu, Tian melajukan mobilnya meninggalkan gedung perusahaan milik wanita yang itu. Tian melajukan mobilnya menuju perusahaan Global Group.


Sesampai di gedung perusahaan Global Group, Tian langsung masuk ke dalam ruangannya.


Tian kaget saat melihat Kyomi sudah berada di sana.


Tian mengabaikan wanita yang baru saja berstatus sebagai jandanya yang kini duduk di sofa ruangan itu.


"Tian!" teriak Kyomi tidak terima dengan sikap cuek yang dilakukan oleh Tian mantan suaminya itu.


"Mhm," gumam Tian tidak terlalu menghiraukan Kyomi.


"Kamu jangan kurang ajar padaku!" bentak Kyomi pada Tian.


Kyomi sangat emosi melihat sikap Tian saat ini. Biasanya pria itu selalu tunduk dan takut padanya,tapi kini Tian sama sekali tidak takut pada dirinya.


"Kyo, aku tidak kurang ajar padamu, aku hanya melakukan hal yang harus aku lakukan," ujar Tian santai


"Apa maksudmu berkata seperti itu, kamu masih bekerja di perusahaan milik papaku, itu artinya kamu masih anak buahku," teriak Kyomi kesal.


"Kyo, itu artinya selama ini kamu hanya menganggap aku sebagai bawahanmu, sehingga kamu selalu memandang remeh diriku," ujar Tian dengan senyum getir.


"Iya, kamu hanya bawahan bagi papaku, maka kamu tidak pantas mendampingi diriku." Kyomi mengungkap alasan dirinya tidak pernah menganggap Tian sebagai suami.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, itu artinya aku tidak perlu lagi susah payah mencari alasan untuk menceraikan dirimu," ujar Tian.


"Kalau kamu memang mau bercerai dariku, pergilah dari perusahaan ini! Perusahaan ini milikku," ujar Kyomi dengan tegas.


Tian tersenyum sinis pada mantan istrinya itu.


"Apakah kau tidak malu berkata seperti itu? Seharusnya kau cari tahu dulu siapa pemilik perusahaan ini sesungguhnya," ujar Tian.


"Sudah pasti perusahaan ini milik papaku," bentak Kyomi mulai bingung.


Selama ayahnya memegang perusahaan Global dia sama sekali tidak mau tahu tentang berbagai hal yang berkaitan dengan perusahaan.


Kyomi hanya bisa menghabiskan uang yang didapat oleh Tuan Basuki, dia datang ke perusahaan itu hanya meminta uang dari papanya.


Melihat tingkah Kyomi yang selalu bertindak sesuka hatinya membuat Tuan Basuki memilih Tian menjadi suaminya, berharap kehidupan Arumi masih dapat terjamin meskipun dia sudah tiada.


"Kamu salah." Tian berdiri lalu mengambil sebuah map dari rak yang ada di sampingnya.


"Bacalah! Setelah itu kamu akan tahu siapa pemilik perusahaan ini sebenarnya," ujar Tian pada Kyomi agar mantan istrinya dapat mengerti apa sebenarnya yang sudah terjadi.


Di dalam berkas itu, dapat dijelaskan siapa pendiri awal perusahaan Global Group, dan asa usul berdirinya.


Kyomi membaca dengan seksama, dia mencoba memahami isi berkas tersebut.


"Papamu mengambil alih perusahaan ini di saat papaku tengah tak sadarkan diri. Jadi, aku datang kembali ke sini untuk mengambil apa yang sudah menjadi hakku," jelas Tian pada Kyomi.


"Tidak! Kau bohong!" teriak Kyomi tidak percaya.


"Tuan Basuki menyerahkan kembali perusahaan yang sudah direbutnya dari papaku ke tanganku sebagai putra satu-satunya tuan Farhan Atmaja." Tian menekankan pada Kyomi bahwa dirinyalah pemilik Global Group saat ini.


"Bohong! Kau sudah membohongiku!" bentak Kyomi tidak percaya.


Mantan istri Tian itu tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Tian, dia masih percaya diri bahwa dirinyalah pemilik perusahaan Global Group saat ini.


"Lihatlah, aku akan membawa pengacara papaku!" bentak Kyomi tidak terima.


Dia tidak terima apa yang sudah dilakukan oleh Tian, dia merasa sudah ditipu oleh mantan suaminya itu.


"Apakah ini alasan dia mau menerima menikah denganku waktu itu?" gumam Kyomi di dalam hati.


Kyomi keluar dari ruangan Tian dengan penuh emosi, dia pun bersiap-siap untuk menemui pengacara papanya.


Tian menghela napas panjang. Setelah itu dia menghubungi Nick untuk langsung datang ke ruangannya jika urusannya sudah selesai.


"Lu di mana?" tanya Tian pada sahabatnya itu saat panggilan sudah tersambung.

__ADS_1


"Gue masih di jalan mengantarkan Laras ke kantornya," jawab Nick santai.


"Cepat datang ke ruangan gue! Jam segini masih juga asyik pacaran!" ledek Tian.


"Hahaha, iya. Aku datang," jawab Nick.


Nick pun langsung memutuskan panggilan dari sahabatnya.


"Apa? Dia sudah berani memutuskan panggilan dari gue? Awas saja tuh anak," gerutu Tian kesal.


Setelah itu, dia pun mulai fokus dengan berkas-berkas penting yang sudah menumpuk di atas mejanya, dia membuka berkas-berkas itu satu persatu.


Satu jam setelah itu, Nick masuk ke dalam ruangan Tian.


"Ada apa?" tanya Nick langsung saat dia sudah berada di dalam ruangan sahabatnya.


"Selesaikan masalah gue dengan Kyomi secepatnya! gue nggak mau dia menjadi penghalang bagi gue untuk menikah dengan Arumi," perintah Tian pada Nick.


"Jadi lu nyuruh gue datang ke sini cuma buat ini?" tanya Nick kesal.


Nick terpaksa bergegas mengantarkan kekasihnya, demi perintah Tian yang menyuruhnya datang lebih cepat.


Seharusnya Nick masih berduaan dengan Laras, tapi hal itu diurungkannya karena perintah dari Tian.


"Iya, memangnya kenapa?" tanya Tian tanpa ada rasa bersalah.


"Ya ampun, Bro. Seharusnya gue masih,--"


Nick kesal, dia tidak melanjutkan perkataannya lagi, dia pun langsung melangkah keluar dari ruangan Tian.


****


Malam semakin larut, terlihat seorang wanita masih belum bisa memejamkan matanya.


Wanita itu kini berdiri di balkon kamarnya, dia menatap kosong ke arah luar pekarangan rumahnya yang luas.


"Jika memang perusahaan itu bukan milik papa, jadi itu artinya aku akan menjadi orang miskin," lirih Kyomi.


Wanita yang sudah berstatus janda itu kini berdiri sendiri meratapi nasib yang akan menimpanya.


Semua yang sudah menjadi miliknya akan menjadi milik pria yang selama ini selalu diinjak-injaknya, pria yang selama ini selalu dianggapnya sebagai seorang pelayan dalam hidupnya.


"Arrrghh, kenapa hal ini menimpaku!" teriak Kyomi tidak terima.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2