Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
episode 13 :Risa


__ADS_3

tau nggak istilah cemburu buta? atau misalnya ada perasaan yang nggak bisa dijelasin saat kamu ngeliat orang yang kamu suka dekat dekat sama orang lain??


nah inilah yang dirasakan oleh Risa, melihat dimas yang dekat dengan perempuan lain itu membuat hati Risa terasa perih, rasanya ia tidak sanggup melihat Dimas dekat dekat dengan perempuan lain.


ingin rasanya dia yang menggantikan posisi perempuan itu untuk berada di sisi Dimas namun apalah daya.


nyatanya orang yang ada disitu bukanlah dia, melainkan perempuan lain. dan yang lebih membuat Risa bingung lagi adalah saat Dimas dengan terang terangan membantu Syifa berbicara di depannya.


✳✳


"i.. iya" Risa bingung dengan sifat Dimas yang sepertinya berubah, selama ini dia mengenal dimas sebagai laki laki yang murah senyum


namun tidak pernah terlalu dekat dengan perempuan apalagi sampai membelanya atau sebagainya lah


Risa iri melihat kedekatan Dimas dan Syifa perempuan yang katanya pacar Dimas, baru kali ini dia merasakan yang namanya cemburu. hatinya terasa seperti disayat sayat apalagi saat keduanya tertawa bersama tambah membuat Risa sakit hati sekaligus marah, dia mencoba menguasai dirinya agar terlihat biasa saja didepan dua sejoli yang sedang bermesraan di depannya. Risa memaksakan senyumnya dengan menaikkan sudut bibirnya yang tipis dan berwarna merah jambu itu,


walau dalam hati ingin sekali dia menampar Syifa dan bilang kalau Dimas adalah lelakinya, namun ia urungkan niatnya.


"silahkan duduk mba, masa berdiri aja" ujar Syifa sambil menepuk kursi besi didekatnya


"em,, nggak usah saya masih harus menemui seseorang" jawabnya dengan cepat

__ADS_1


"kalian ngapain?" tanya Julian pada Risa


Julian yang baru saja selesai kelasnya, kemudian melihat kakaknya sedang berbicara dengan Syifa dan laki-laki yang kemarin membela Syifa, masih ingat kan? yang kebetulan pas Risa datang dan manggil Julian itu lohh!!


siapa lagi kalau bukan Dimas, pangeran yang datang dari luar negeri, dengan wajah imut seperti cha eunwoo, dan tampan seperti Lee Min Ho,


wahh siapa yang tidak terkesima ketika melihatnya. untung saja Julian laki-laki normal jadi dia tidak tergoda dan pesona Dimas yang bisa saja membuat laki-laki lain yang baik-baik berbelok gara gara keuwu an nya.


"eh Julian, ini bekal dari mama" risa menyerahkan bekal itu kepada Julian, dan Julian pun mengambilnya


"hm,, makasih kak" ujarnya sambil melihat kotak bento yang ada di dalam sebuah paper bag yang diberikan Risa padanya


"baunya enak nih, mamah masak apa tadi?" tanya Julian lagi


"oh, nganterin bekal ya mba" ujar Syifa sambil melihat Julian


"iya bekal buat adik saya" jawabnya dengan cepat, padahal sebenarnya kedatangannya bukan untuk mengantar bekal tapi untuk mencari tahu kebenaran dari informasi yang disampaikan oleh orang suruhannya tentang Dimas padanya, sedangkan mengantar bekal... yah itu hanya kedok semata.


"maaf ya mah, Risa jadi bo'ong sama mama, tapi ini juga buat masa depan Risa ma" ucap Risa dalam hati


" ini mba Syifa ya" ujar Julian sambil melihat Syifa yang sedang duduk di kursi yang tidak jauh darinya

__ADS_1


"Hai Mas, lama nggak ketemu masnya tambah ganteng aja" ujar Syifa yang membuat Dimas dan Risa melihatnya


"baru juga sehari mba" jawab Julian


"eh baru sehari yah" ujar Syifa sambil cengengesan


sedangkan Julian senyum melihat tingkah Syifa, berbeda lagi dengan Dimas dan Risa keduanya seolah terkejut melihat kedekatan keduanya dan sempat syok, kenapa tidak kemarin masih biasa biasa aja tapi sekarang udah kayak kenal banget, entah apa yang terjadi yah? kok bisa gitu? udahlah daripada mikir yang nggak nggak Dimas lebih memilih mendengarkan percakapan mereka dengan seksama dan dengan sebaik baiknya, eh... kok kayak upacara bendera ya?


"Btw mas Julian adiknya mba Risa ya" tanya Syifa pada Julian


"iya mba, ini saya adik nya kakak saya baru balik dari luar negeri" jelas Julian sambil tersenyum


"dari mana mas?" tanya syifa karena penasaran


"itu loh nagara Cina, kebetulan kakak.. "


"syut.. " Risa menutup mulut Julian dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir Julian


"biar aku aja yang cerita"


"saya kebetulan dapat beasiswa di sana, jadi saya tinggal disana" jelas Risa

__ADS_1


"oh" Syifa membulatkan bibirnya, dan mengangguk menandakan kalau dia sudah mengerti


__ADS_2