
Julian sudah sampai di rumahnya. seperti biasa dia akan langsung kekamar mandi untuk membersihkan diri baru kemudian berangkat ke kantornya untuk bekerja seperti biasa.
saat sedang mandi Julian tiba-tiba teringat dengan Syifa, gadis yang dijodohkan oleh keluarganya dengannya.
"namanya Syifa ya, namanya bagus juga hmm wajahnya juga lumayan"gumam Julian
"eh tunggu dulu, apa yang aku fikirkan"
dia menepuk jidatnya pelan mengingat tingkahnya yang aneh, baru kali ini dia bersikap aneh seperti ini. biasanya dia bahkan tidak peduli pada perempuan selain ibu dan kakak nya Risa.
bahkan dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan ada waktu untuk memikirkan orang yang tidak penting baginya.
selesai mandi Julian berjalan menuju lemari bajunya dan memilih kemeja yang akan dia gunakan hari ini.
tok tok tok "tuan muda ini sudah waktunya makan siang, makanan nya sudah siap di meja makan. tuan mau makan dibawah atau bibi bawakan ke kamar" tanya seorang pembantu rumah tangga di rumah Julian, bibi tersebut bernama bibi muji. bi muji adalah saudara kembar dari bi miji yang bekerja di rumah orangtuanya Julian
"baik bi sebentar lagi saya turun" jawabnya sambil mengancing kemejanya
"baik tuan ada yang bisa saya bantu lagi? "
"emm ada bi, tolong buatkan coklat panas untuk saya ya" jawab Julian
"baik tuan muda" bi muji pun berjalan menuju dapur dan melanjutkan pekerjaan nya.
tidak lama setelah itu telepon Julian berdering
"halo ada apa" tanya Julian datar sepertinya dia sudah tahu siapa yang akan menelpon nya jika sudah jam segini.
"halo bos, ini mba Risa ada di kantor, katanya mau ketemu dengan anda"ujar orang yang ada di seberang sana yang tidak lain adalah asisten sekaligus sekertaris Julian yang bernama Supri
"oh yaampun" Julian kembali menepuk keningnya, tadi fikiran nya entah kemana sampai dia melupakan janjinya pada seng kakak tadi saat di kampus tadi pagi.
"bilang sama kakak saya suruh dia kerumah saya aja"ucap Julian seraya berjalan menuju ruang makan.
" baik bos" kemudian sembungan telepon pun terputus dan Supri pun menghampiri Risa yang ada di ruang tunggu perusahaan Julian itu.
"mba, bos bilang katanya mba disuruh kerumahnya aja"
__ADS_1
"hemm🧐 yaudah deh, makasih informasinya. aku pergi dulu yah" Risa yang sedari tadi duduk sambil membaca buku kemudian berdiri dan mengambil tas nya yang ada di meja kemudian hendak berlalu meninggalkan kantor itu.
"iya, hati-hati mba" jawab Supri sambil membungkuk kan badannya
Risa dan Supri sebenarnya adalah teman dari kecil, Supri adalah anak dari orang kepercayaan ayah Risa jadi mereka sering bermain bersama saat masih kecil. hanya saja saat sudah mulai remaja Risa sekolah di luar negeri. dan jarang sekali dia pulang ke Indonesia, hingga hubungan keduanya tidak sedekat dulu lagi.
Risa berjalan menuju lift yang tidak terlalu jauh dari ruang tunggu tadi, kemudian masuk dan memencet tombol di lift untuk turun kebawah, sekarang Risa sedang ada di lantai lima gedung itu jadi butuh waktu agar bisa turun kebawah. untungnya dia menggunakan lift pribadi milik Julian, jadi dia tidak perlu berdesak-desakkan dengan karyawan yang lain. karena ini sudah jam makan siang dan karyawan di perusahaan itu lumayan banyak.
Risa sudah keluar dari lift dan hendak berjalan ke parkiran tapi langkahnya berhenti karena terdengar suara seseorang memanggil namanya dari kejauhan, dia berbalik dan melihat orang yang memanggil namanya.
"Risa apa kabar" ujar seorang wanita sambil berjalan ke arah Risa
"Mala!! kabar aku baik, kamu gimana" tanya Risa
"aku juga baik, udah lama aku enggak ketemu kamu. kamu betah banget sih di luar negerinya sampai lupa sama aku" Mala berbicara panjang lebar seraya memeluk Risa sambil tersenyum, keduanya adalah teman dari kecil sama halnya Risa dan Supri.
"hehe kamu bisa aja sih, nih buktinya aku sekarang ada di sini, aku enggak
mungkin lupa sama kamu" jawab Risa sambil tersenyum bahagia, hari ini adalah hari pertama dia pulang ke Indonesia, dia bahkan belum bertemu dangan kedua orang tuanya. tapi dia sudah disambut oleh senyum bahagia sahabat masa kecilnya itu.
"kamu sekarang kerja disini?" tanya Risa pada Mala
"mana mungkin susah, orang Ayah kamu bukanya punya banyak perusahaan di bidang properti" Risa tidak percaya dengan ucapan Mala, karena Mala adalah anak dari seorang pengusaha kaya dan merupakan rekan bisnis ayah Risa juga.
"udah enggak usah dipikirin, kita ke kafe aja yuk lagian udah lama kita enggak nongkrong bareng" ajak Mala
"hmm, ok" Risa lupa kalau dia mau ke rumah Julian, dan langsung melakukan mobil nya ke kafe seafood yang baru dibuka seminggu yang lalu, karena Mala ingin sekali ke sana.
ditempat lain Julian sedang menikmati makan siangnya, sambil mengutak atik laptop nya, karena dia tidak ke kantor hari ini dan memilih mengerjakan pekerjaan nya di rumah saja.
Sambil menunggu sang kakak yang tadi katanya ingin mendiskusikan sesuatu padanya, sesekali dia melihat benda hitam yang melingkar di pergelangan tangannya, yang sudah menunjukan pukul dua siang.namun, sang kakak masih belum sampai juga.
"apa aku telpon saja ya, takutnya kakak kenapa- kenapa" kemudian Julian merogoh saku celananya namun dia tidak menemukan ponselnya disana.
"dimana aku menaruh ponselku ya" gumam Julian sambil mengingat-ingat kemana ponselnya itu berada.
"ah, kenapa aku pelupa sekali. bukankah tadi aku menaruhnya di saku bajuku yang aku pakai tadi pagi" Julian kemudian berjalan menuju kamarnya dan mencari bajunya di keranjang baju-baju kotor. Namun, dia tidak menemukan bajunya disana.
__ADS_1
"tunggu dulu jangan bilang bibi sudah mencucinya" Julian berlari menuju ruangan tempat dimana mesin cuci berada. dan benar saja ternyata bi Muji sudah akan memasukan pakain-pakian kotor Julian ke dalam mesin cuci.
segera Julian menghentikannya " tunggu bi!!"ucapnya sambil terengah-engah karena berlari,kemudian bi muji menghentikan pekerjaan nya.
"ada apa tuan muda? " tanya bi muji bingung
"itu dibaju saya ada handphone saya bi"
"astaghfirullah, untung bibi belum memasukan nya ke mesin cuci"kemudian bi muji menaruh pakaian itu kembali ke keranjang dan mencari handphone Julian
" nah ini" bibi memberikan handphone itu kepada Julian
"syukurlah" ucap Julian seraya memeluk handphone nya
"yaudah enggak ada yang lain lagi kan tuan" tanya bi muji
"enggak ada bi, silahkan lanjut aja nyucinya saya mau nelpon kakak saya"
"baik tuan muda, tapi kapan nona Risa pulang ke Indonesia" tanya bi Muji
"katanya sih tadi pagi"
"ohh.. "
" yaudah bi lanjutin aja kerjanya saya juga masih ada kerjaan, dan jangan lupa buat coklat panas buat saya ya"
"baik tuan muda" bi Muji berjalan menuju dapur dan membuat secangkir coklat panas untuk Julian.
kemudian Julian berjalan kembali ke meja makan nya dan menelepon kakaknya.
pengumuman.......... ..
mulai besok authdor akan merevisi ulang apisode 1-9 agar pembaca dapat lebih memahami isi dari cerita yang authdor buat, dan mungkin diperkirakan dalam sehari authdor akan merevisi satu episode😉, saat sudah selesai baru akan dibuat episode baru lagi😋
dan author mengucapkan selamat hari raya idul fitri buat kalian semua😇
like, komen and favorit-kan yah😁
__ADS_1
see you🥰