
pagi ini, cuacanya sangat cerah Syifa sudah siap berangkat ke kampusnya.
dian berdiri di depan pintu Kosh'an nya, smbil melihat jam tangannya.
"udah jam segini kok Dimas masih belum datang yah... "
"awas aja kalau sampai terlambat nanti ke kampusnya, huh!" gerutu Syifa
tin.... tin..
suara klakson mobil membuat Syifa kaget, dan menoleh ke arah suara klakson tersebut
Seseorang laki-laki keluar dari mobil itu sambil tersenyum dan berjalan ke arah Syifa.
"Halo tuan putri, maaf lama menunggu" ujarnya sambil memegang tangan Syifa dan menciumnya.
*mencium tangannya maksudnya yah guys, kayak pangeran² biasa💅
"putri putri, kamu tau nggak sih aku udah nunggu lama"Syifa menarik tangannya sebelum Dimas mendaratkan kecupan di tangan kecil nan manisnya
"lagian ini juga, buat apa coba pakai acara cium ciumin tangan aku" Syifa mendongak menatap wajah Dimas dengan wajah kesalnya, dia kesal dengan tingkah Dimas yang aneh dan kekanak-kanakan
"iya maaf, janji nanti nggak akan buat kamu nunggu lama lagi" Dimas mengatupkan kedua tangannya sambil bertingkah manja kepada Syifa
"janji"
"hm" dimas mengangguk
"yaudah aku maaf'in, yuk kita berangkat. nanti kita telat ke kampusnya" Syifa menarik tangan Dimas dan berjalan ke arah mobil Dimas. Dimas hanya senyum dan menghela nafas melihat tingkah Syifa yang imut. sambil memandangi belakang Syifa dengan tatapan yang sulit dijelaskan dia membiarkan Syifa menarik tangannya dengan senang hati.
.
.
.
"dim!!??"
"dimas" Syifa melambaikan tangannya di depan wajah dimas
"helo dim sadar dong!?" Syifa mulai tidak sabr dan meninggikan suaranya
"ehh, iya kenapa?" Dimas tersadar dari lamunannya dan menatap Syifa dengan bingung
"kamu kenapa sih, kok malah melamun. perasaan tadi masih baik-baik aja" ujar Syifa dengan wajah bingung.
"nggak apa-apa kok, tadi cuma lagi mikirin sesuatu aja"
"mikirin apa Dim?"
Tiba-tiba dimas mendekat ke arah Syifa, membuat Syifa kaget
"di.... dim!!"
Syifa mundur ke belakang dan bersandar di mobil Dimas, Dimas masih tidak menghentikan aksinya dan masih berjalan melangkah mendekati Syifa.
Syifa menutup matanya dan mengepalkan tangannya di dadanya
Dimas tersenyum melihatnya dan mengangkat tangannya, kemudian menyentuh kepala Syifa
Syifa membuka matanya dengan wajah yang masih merah
"puft.... hahaha" Dimas tertawa melihat Syifa yang sepertinya malu melihatnya
"ini tadi ada daun di kepala kamu" dimas menunjukan daun yang ada di tangannya
"kamu mikir apa tadi, hayoo" goda Dimas
"ihh, apa'an sih" Syifa tersipu dan memukul dada bidang Dimas kemudian membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya
Dimas mengikuti Syifa dan masuk juga ke mobil, kemudian keduanya berangkat ke kampus
setelah perjanjian mereka kemarin, mulai sekarang dia dan Syifa akan berangkat ke kampus bersama dan menunjukan seperti mereka benar-benar berpacaran di depan umum.
"Dim, kenapa sih kita harus pura-pura pacaran nya kayak gini, nggak bisa apa pas ada cewek itu aja?" protes Syifa
__ADS_1
"nggak bisa dong, mau gimana lagi biar mereka semua percaya"
"Ooo, terus kalau nanti ada yang nanya kapan kita jadian gimana?"
"ya kamu tinggal bilang aja kita udah lama pacaran tapi kita LDR'an karena aku ada urusan di luar negeri, dan sekarang baru pulang" jelas Dimas
"panjang banget sih penjelasannya"
"terus kamu maunya gimana?"
"hmm terserah deh, dengerin apa kata kamu aja"
.
.
.
.
sesampainya di kampus, seperti yang sudah disepakati keduannya melakukan sandiwara mereka dengan sempurna.
"sayang aku mau ke kelas dulu ya"
"i... iya" balas Syifa
"semangat belajarnya sayang" ucapnya lagi
Dimas tersenyum dan mengelus kepala Syifa kemudian berlalu ku ruang kelasnya yang agak jauh, Syifa melihat Dimas berjalan menjauh sampai dia benar-benar menghilang baru kemudian dia masuk ke ruang kelasnya.
Kelas Syifa dan Dimas berbeda, Dimas satu angkatan dengan Julian dan mungkin juga usia mereka berdua tidak berbeda jauh
.
.
.
"oh Tuhan yang benar aja kenapa dia bisa imut begini" Dimas menutup mulutnya dan bercermin melihat wajahnya yang tersipu.
ternyata tadi dia tidak langsung masuk ke kelas, melainkan ke toilet untuk menetralkan degup jantungnya yang tidak karuan. setelah merasa baikan diapun keluar dan ke kelas, walau sedikit terlambat dan mendapat teguran dari dosen di hari pertama masuk dia tidak mempedulikannya.
kamar Risa**
kring.. .
sebuah pesan masuk ke handphone Risa saat dia sedang berdandan, Risa mengambil handphone nya yang ada di atas meja kemudian membaca pesan yang masuk.
"apaa" teriak Risa, kemudian dia menutup pintu kamarnya dan menelepon seseorang
"halo, kamu tidak memberikan informasi yang salah kan" tanya Risa kepada orang di seberang sana
"tidak bos, saya melihat denganata kepala saya sendiri" balas orang itu
"baiklah lanjutkan pekerjaan mu"
"baik"
kemudian sambungan telepon pun terputus
"bagaimana mungkin, jelas-jelas saat masih di luar negeri dia bahkan tidak pernah dekat dengan siapapun. apa mungkin dia tidak mendekati perempuan lain karena pacarnya itu" batin Risa
"tidak bisa, aku harus kesana dan memastikan nya sendiri" Risa mengambil tasnya dan memasukan handphone nya ke dalam tasnya, kemudian berjalan meninggalkan kamarnya.
"Risa kamu mau kemana?" tannya ibunya kepada Risa saat dia berjalan hendak keluar rumah
"eh, mama" Risa tersenyum melihat ibunya
"aku mau keluar, sebentar ya mah"
"kemana?"
"mau ke rumah Mala" jawabnya dengan asal
"oh yaudah, Hati-hati"
__ADS_1
"ok mah" Risa memeluk ibunya
"berangkat dulu ya"
"iya"
"eh... tunggu" saat sudah berjalan beberapa langkah Risa berhenti dan berbalik
"kenapa nggak kepikiran dari tadi ya" batinnya
"kenapa lagi, ada yang ketinggalan?" tanya ibunya
"nggak ma, kemarin Risa janji sama Mala buat bawa makanan yang mama masakin, soalnya dia kangen masakan mama"
"kenapa kamu nggak bilang sama dia buat kerumah kita aja"
"aku lupa ma, hehe"
"yaudah mama masakin ya, kamu tunggu aja sebentar"
"ok"
beberapa menit kemudian.....
"ini" ibunya memberikan sebuah bento kepadanya
"wahh, cepet banget ma" matanya berbinar-binar melihat bento itu dan menciuum bau masakan ibunya yang harum
"hmm harum nya juga enak"
"yaudah berangkat dulu ya"
"iya hati-hati"
"iya mama, dadah" Risa melambaikan tangannya dan berjalan menuju garasi rumah
Risa masuk ke mobilnya, kemudian mengambil handphone nya dan menelepon seseorang
"halo" sambungan telepon terhubung
"iya, ada apa kak? tanya Julian
"ini ada bekal dari mama, aku disuruh kasih ke kamu sekarang aku udah mau ke kampus kamu"
"oh, yaudah kesini aja"
"hm, udah dulu ya aku udah mau berangkat"
"iya."
.
.
.
sesampainya disana Risa tidak langsung mencari Julian melainkan mencari Dimas yang menurut informasi yang diterimanya dari detektif suruhannya bahwa Dimas pindah ke kampus ini.
Risa berkeliling mencari keberadaan Dimas dan akhirnya dia melihatnya di taman sedang duduk dan berbicara dengan seorang perempuan dengan mesra
kemudian ia membawa langkah kakinya berjalan menghampiri Dimas dan Syifa yang berada di seberang sana
"Dimas"
Dimas menoleh ke samping dan melihat Risa sedang berdiri di dekat mereka
"senior!?, apa yang kamu lakukan di sini?" Dimas berdiri dan pura-pura bingung
"aku kesini untuk menemui seseorang, tidak sengaja melihat kamu jadi aku kesini dan menyapamu, ngomong-ngomong siapa ini"tannya nya sambil melihat Syifa
"halo, nama saya Syifa saya pacarnya Julian" Syifa berdiri dan mengulurkan tangannya
"Hai, aku Risa senior Dimas" jawabnya
"oh halo, aku sudah pernah mendengar tentang kamu dari Dimas, dia bilang kamu cantik dan baik ternyata memang benar cantik" ujar Syifa
__ADS_1
"udah sayang, kamu apa-apa'an sih"
"maaf dia memang begitu, suka ceplas ceplos sembarangan"