Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
episode 9: REVISI


__ADS_3

"apa!!"


"fa aku juga enggak ada pilihan lain, masa kamu tega sih sama aku" Dimas memohon kepada Syifa


"kamu mau minta apa nanti aku beliin deh mau rumah, mobil, berlian apa aja pokoknya. masa kamu enggak mau sih" Dimas membujuk Syifa dengan berbagai macam cara.


hingga......


percakapan pun diakhiri dengan Syifa yang mengiyakan permintaan Dimas, dengan syarat Dimas harus membantunya mencari pekerjaan sampingan yang menghasilkan banyak uang, karena Syifa memang membutuhkan banyak uang baik itu untuk keperluan sehari-hari, sekolah dan untuk membangun usahanya sendiri seperti yang dijanjikan nya pada ayahnya.


*****


saat sudah selesai kelas, Syifa pun pulang dengan berjalan kaki yang membuatnya teringat kejadian tadi pagi. dia membawa langkahnya menyusuri trotoar jalan yang tidak terlalu luas sambil menikmati pemandangan yang masih nyaman seperti tadi pagi, banyak pohon-pohon yang membuat tempat di sekitar semakin indah, daun-daun pohon yang berterbangan karena ditiup angin dan juga suhunya yang sejuk membuat suasana menjadi damai.


saat hendak menyebrangi jalan terdengar suara motor yang melaju kencang ke arah Syifa, gadis itu menoleh dan melihat ke arah suara sepeda motor itu berasal namun, tidak disangka orang yang menggunakan sepeda motor itu justru mengambil tas yang dibawa oleh Syifa


"copet, tolong ada pencopet


.


.


Julian sedang dalam perjalanan pulang, tanpa sengaja mendengar suara orang meminta tolong, dia mencarinya dan melihat seseorang menggunakan sebuah motor yang sedang dikejar oleh Syifa. diapun mengejarnya dan mengambil kembali tas yang sudah dicuri oleh orang itu dengan susah payah akhirnya ia berhasil, walau ada sedikit luka lecet di tangannya.


" ini tas-nya mba" Julian memberikan tas itu kepada Syifa,


"terimakasih mas" Syifa kemudian mengambil tas yang ada di tangan Julian dan mengecek isinya


"syukurlah semuanya masih lengkap" ujarnya sambil mengelus dadanya.


"sekali lagi terimakasih ya mas, saya jadi ngerepotin mas-nya lagi. soal yang tadi pagi saya minta maaf yah, teman saya langsung ngajak saya pergi" ujarnya sambil mengatupkan kedua tangannya di dadanya


"enggak apa-apa kok mba, saya sudah maaf-in kok, lagipula mba kan enggak sengaja" jawabnya sambil tersenyum

__ADS_1


"mba mau kemana?"


"saya mau pulang mas" Syifa menjawab sambil tersenyum


"oh kalau begitu mau saya antar aja ya mba sampai ke rumahnya"


"enggak usah mas, takutnya ngerepotin, lagian kosan saya enggak terlalu jauh kok"


"enggak apa-apa mba. buat jaga-jaga siapa tau ada orang jahat lagi. lagian saya enggak merasa direpot-tin kok" Julian kembali memaksa Syifa agar memperbolehkannya mengantar Syifa pulang.


"yaudah kalau enggak merepotkan"


"nah gitu dong" sambil tersenyum Julian berjalan menuju mobilnya kemudian membukakan pintu mobilnya dan Syifa pun masuk ke dalam mobil.


diperjalanan Syifa dan Julian tidak banyak bicara, namun Julian membuka pembicaraan mereka dengan berkenalan


"mba apakah saya boleh menanyakan sesuatu!" tanya Julian sambil sesekali melihat kearah Syifa namun masih tetap fokus menyitir mobilnya


"mas mau bertanya apa?" pandangan Syifa sekarang tertuju kepada Julian yang sedang menyitir mobil dengan ekspresi bertanya-tanya, membuat Julian tersenyum melihat ekspresinya yang imut itu.


"ohh....mas mau tanya nama saya ya, nama saya Syifa mas, kalau mas sendiri namanya siapa?" sekarang giliran Syifa yang bertanya


"nama saya Julian" jawabnya dengan cepat


"oh... " hanya kata itu yang keluar dari mulut Syifa


kemudian suasana menjadi hening kembali, Julian tidak tahu harus berbicara apa, begitu pula dengan Syifa


Julian memfokuskan pandangannya ke jalan dan Syifa juga mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil yang menyuguhkan pemandangan indah di sekitar jalan dalam perjalanan ke kost an nya.


beberapa menit kamudian keduanya tiba di kost'an Syifa


Syifa turun dari mobil Julian

__ADS_1


"mas makasih ya sudah nganterin saya pulang"


"iya sama-sama, kalau gitu saya pulang dulu ya"


"langsung pulang mas, enggak mau mampir minum dulu" tannya Syifa basa-basi


"enggak usah mba saya masih ada kerjaan"


"kalau gitu saya pergi dulu ya, permisi"


"hati-hati di jalan, sekali lagi Terima kasih ya mas"


Julian mengangguk dan berjalan menuju mobilnya. dari belakang Syifa memperhatikan punggung Julian yang perlahan menjauh menghampiri mobil mewahnya.


Syifa menunggu sampai Julian menghilang dari pandangannya baru ia masuk ke dalam.


Namun saat sudah masuk ke mobil tiba-tiba Julian keluar dan menghampiri Syifa


"ada apa mas?" tannya Syifa yang bingung sekaligus penasaran


Julian berjalan mendekat dan menyodorkan hp nya "saya boleh minta nomor ponsel kamu"


"hah!!? " Syifa memastikan pendengarannya


"iya saya mau minta nomor ponsel lamu"


kemudian Julian menyerahkan ponselnya kepada Syifa dan Syifa pun menulis nomor kontaknya nya tanpa harus banyak bertanya.


hanya butuh waktu beberapa detik kemudian Syifa pun selesai menuliskan nomornya.


"ini mas" Syifa memberikan ponsel tersebut ke pemiliknya


"ya sudah saya pamit dulu ya, terimakasih sudah memberikan saya nomor kontak kamu" ujar Julian

__ADS_1


"iya mas, Sama-sama"


Julian kali ini benar-benar berlalu dari kos'an Syifa dan melakukan perjalanan pulang ke rumahnya.


__ADS_2