Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
Bab 93


__ADS_3

"Aakh," pekik Arumi menahan rasa sakit.


Si pelaku yang menusuk Arumi langsung berlari meninggalkan tempat itu, seorang satpam yang melihat si pelaku langsung mengejar si pelaku.


Tian membalikkan tubuhnya, dia kaget saat melihat Arumi sudah bergelimang darah di bagian perutnya.


"Arum," teriak Tian.


Tidak menunggu lama, Tian langsung mengangkat tubuh wanita yang dicintainya. Tian menggendong Arumi, dan membawanya ke dalam mobil.


Tian langsung membawa Arumi ke rumah sakit terdekat.


"Arum, kamu harus kuat, ya," ujar Tian terus mengendalikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Mereka sampai di rumah sakit setelah 20 menit perjalanan.


Tian langsung menghentikan mobilnya di depan ruang IGD. Lalu dia menggendong Arumi masuk ke dalam ruang IGD.


"Dokter! Tolong!" teriak Tian memanggil petugas kesehatan yang bertugas di sana.


Dua orang perawat datang membawakan brangkar pasien, Tian membaringkan tubuh wanita yang dicintainya itu di atas brangkar tersebut.


Petugas rumah sakit itu pun membawa Arumi masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


“Tuan, silakan tunggu di luar, ya,” ujar si petugas setelah dokter jaga juga masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


“Tapi, suster. Selamatkan Arumi,” ujar Tian sangat panik.


“Kami akan melakukan yang terbaik, Tuan,” ujar si perawat.


Setelah itu si perawat pun menutup pintu ruang pemeriksaan, Tian memilih duduk di bangku panjang yang ada di depan ruang pemeriksaan.


Tian membuka ponselnya, lalu dia pun langsung menghubungi Nick.


“Nick, lu lagu di mana?” tanya Tian langsung saat panggilan sudah tersambung.


“Gue masih di kantor,” jawab Nick.


“Lu sudah tahu apa yang terjadi?” tanya Tian pada sahabatnya itu.


“Sudah, gue sekarang lagi mengecek CCTV, satpam yang mengejar pelaku kehilangan jejak si pelaku,” jelas Nick.


“Tolong selesaikan masalah ini secepatnya!” perintah Tian pada Nick.


“Siap, gue akan cari tahu dalang dibalik semua ini,” ujar Nick siap melaksanakan perintah dari Tian.


“Beritahu keluarga Arumi masalah ini,” perintah lagi.


“Baiklah, sekarang bagaimana keadaan Arumi?” tanya Nick.


“Dokter masih memeriksanya,” jawab Tian.

__ADS_1


Tian pun menutup panggilan tersebut.


“Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi, aku harus selidiki semua ini secepat mungkin,” gumam Nick di dalam hati.


Nick masih memperhatikan semua rekaman CCTV perusahaan itu, dia mengecek satu per satu rekaman, di setiap sudut perusahaan itu. Namun, Nick tidak mendapatkan informasi sedikitpun. Pelaku menggunakan hoodie, masker dan kaca mata hitam sehingga Nick tidak dapat mengenali pelaku yang sudah menusuk Arumi.


“Arrghh!” teriak Nick kesal.


Nick pun keluar dari ruang informasi, dia langsung melangkah ke luar gedung perusahaan. Nick tidak berani menghubungi keluarga Arumi, dia memilih untuk menemui Laras di perusahaan Rumy’s Group.


Sesampai di perusahaan milik Arumi, Nick langsung menemui Laras yang kini sedang sibuk dengan berbagai laporan keuangan dari setiap divisi.


Tok tok tok.


Nick langsung mengetuk ruangan Laras saat dia sudah berada di depan ruangan asisten pribadi Arumi.


“Masuk!” teriak Laras.


Nick pun membuka pintu ruangan kekasihnya. Laras kaget saat melihat sosok sang kekasih berada di dalam ruangannya.


“Kamu ngapain di sini?” tanya Laras pada sang kekasih.


“Ya ampun, Ras. Kamu tidak tahu berita terbaru?” tanya Nick.


Nick mengira Laras sudah mengetahui apa yang baru saja terjadi di perusahaan Global Group.


“Memangnya ada kejadian apa yang tidak aku ketahui?” tanya Laras balik.


“Tuh!” jawab Laras santai sambil menunjuk ponselnya di atas rak yang sedang dicharger.


“Pantesan, kamu tidak tahu apa pun,” ujar Nick.


Nick pun mengeluarkan ponselnya, lalu memperlihatkan berita terkini pada kekasihnya.


Laras pun mencermati beberapa berita terkini yang diperllihatkan oleh Nick.


“Astaghfirullah, ini Arumi?” tanya Laras kaget.


“Lalu bagaimana keadaan Arumi saat ini?” tanya Laras panik.


Seketika Laras melupakan pekerjaannya yang menumpuk, dia berdiri dan menarik tangan Nick.


“Ras, tunggu!” ujar Nick pada Laras.


“Nunggu apa lagi? Aku mau lihat Arumi sekarang,” ujar Laras.


“Kamu tenang dulu, ya,” ujar Nick.


“Bagaimana aku bisa tenang, Sayang. Arumi dalam keadaan bahaya,” ujar Laras mencemaskan keadaan sahabatnya.


“Iya, aku tahu. Kita akan ke sana, tapi tolong hubungi kedua orang tua Arumi. Katakan bahwa saat ini Laras sedang berada di rumah sakit Medika,” ujar Nick mengingatkan Laras untuk memberitahukan masalah ini pada kedua orang tua Arumi.

__ADS_1


“Ya ampun, aku lupa. Laras pun menenangkan dirinya terlebih dahulu. Setelah merasa tenang, dia pun mengambil ponselnya yang sejak tadi dicharger.


Laras men-dial nomor ponsel Nyonya Moura. Laras memberitahukan apa yang sudah terjadi pada mami Arumi.


“Sekarang Arumi berada di rumah sakit Medika, Mi,” lirih Laras.


Laras tahu saat ini Nyonya Moura terpukul dengan kabar yang baru saja diberitahukan Laras padanya.


“Iya, Ras. Mami dan papi akan segera ke rumah sakit, terima kasih kamu sudah menghubungi mami,” ucap Nyonya Moura.


Setelah panggilan terputus mereka pun langsung berangkat menuju rumah sakit, baik itu Laras dan Nick maupun Nyonya Moura dan Tuan Arnold.


Di rumah sakit Tian kini terlihat tengah berdiri di depan ruang pemeriksaan Arumi, tak berapa lama menunggu, seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan tersebut.


Tian langsung menghampiri sang dokter.


“Bagaimana keadaan Arumi, Dok?” tanya Tian pada dokter.


“Alhamdulillah, luka tusukannya tidak mengenai organ tubuh di dalam. Jadi kami hanya melakukan jahitan dari luka tersebut. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat agar dapat beristirahat,” jelas Dokter.


Penjelasan itu membuat Tian merasa lega.


“Terima kasih, Dok.” Tian pun menjabat tangan sang dokter.


“Ya sudah, kalau begitu. Saya permisi dulu,” ujar sang Dokter berpamitan dengan Tian.


“Terima kasih, Dok,” ucap Tian sekali lagi.


Tak berapa lama dua perawat mendorong brangkar yang ditempati oleh Arumi. Tian pun mengikuti langkah perawat yang membawa Arumi menuju ruang Rawat.


“Pasien masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat,” ujar si perawat pada Tian setelah mereka memindahkan Arumi ke atas tempat tidur di ruang rawat tersebut.


"Terima kasih, Sus," ucap Tian.


Tian pun duduk di kursi yang tersedia di samping tempat tidur Arumi.


Tian dengan setia menunggui kekasihnya yang kini tengah terbaring lemah di atas tempat tidur.


Tian pun memberitahu Nick, bahwa saat ini Arumi sudah berada di ruang rawat. Dia memberitahukan kamar rawat tempat Arumi saat ini.


Pria tampan itu menatap dalam wajah Arumi yang kini terlihat tertidur pulas.


"Arum, apa sebenarnya yang terjadi?" lirih Tian sambil memegang erat tangan Arumi.


"Tian," panggil Tuan Arnold saat dia sudah berada di dalam ruang rawat.


"Om," lirih Tian.


Bagaimana keadaan Arumi saat ini?" tanya Tuan Arnold langsung.


Dia sangat mencemaskan keadaan putrinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2