
sesaat setelah selesai dari toilet, Dimas mulai berjalan menuju ruang kelas barunya
belum lama Dimas berjalan tiba-tiba dia melihat Syifa sedang berdiri mematung menatap seorang laki-laki.
karena rasa penasaran dimas pun menghampiri Syifa yang sedang berdiri
"fa, kamu kenapa masih disini bukannya tadi bilang ke aku mau cepat-cepat ke kelas" tanya Dimas saat melihat Syifa, karena dia terlihat seperti tidak ada niat untuk beranjak dari tempat itu.
"dim, aku enggak sengaja nabrak orang" Syifa menjelaskan apa yang terjadi pada Dimas.
kemudian Dimas pun membantu Syifa berbicara dengan Julian karena merasa jika Syifa tidak bersalah
"maaf mas, teman saya tidak sengaja. mohon mas memaafkannya" ujar Dimas agar Syifa tidak dimarahi atau apapun itu, yah walaupun dia hanya bisa membantu dengan meminta maaf.
"ti "
"Julian" suara perempuan terdengar memanggil nama julian dari kejauhan yang membuat mereka semua kaget dan melihat ke arah sumber suara.
perempuan itu kemudian berjalan menuju mereka sambil tersenyum.
"Hai julian apa kabar, apa yang kamu lakukan di sini" tannya nya kemudian sambil tersenyum
"Risa!! apa yang kamu lakukan di sini, kapan kamu pulang?Julian kaget saat melihat Risa kakak perempuannya yang tiba-tiba datang ke kampusnya.
ternyata perempuan itu bernama Risa, dia adalah kakak perempuan Julian, yang sudah lama pergi ke luar negeri karena suatu alasan yang Julian pun tidak tahu.
teman-temannya nampak kaget,
__ADS_1
begitu pula dengan Dimas dan Syifa
"aku kesini untuk bertemu dangan kalian, apa lagi pula kita sudah lama tidak berkumpul bersama" jawabnya sambil tersenyum
mereka masih diam dan tidak berbicara hanya saling menatap satu sama lain, seperti sedang berkomunikasi menggunakan fikiran
"put kayaknya, ini perempuan ada maunya" ujar kevin
"bisa jadi, kan biasanya dia enggak peduli sama Julian terus sekarang tiba-tiba pulang" balas Putra
"oh" jawab Julian kepada kakaknya.
Julian dan kakaknya memang tidak terlalu dekat karena mereka jarang bertemu.
"kamu belum menjawab ku, kenapa kalian berdiri disini" tanya Risa kepada Julian den teman-temannya
Julian pun menengok ke arah Syifa dan Dimas tadi berada, namun keduanya sudah tidak ada di tempat itu.
"Dim, kenapa kita lari" tannya Syifa pada dimas yang menarik tangannya untuk menjauh dari tempat itu tadi, namun Dimas masih saja diam dan tetap menarik tangannya.
"Dimas!!" ujar Syifa yang membuat Dimas tersadar dan melepaskan genggaman tangannya dan menghentikan langkah kakinya.
"kamu kenapa sih, kenapa kita harus lari" Syifa kembali bertanya kepada Dimas. dan dia sempat diam sebentar untuk memikirkan bagaimana caranya menjelaskannya pada Syifa
hingga akhirnya dia pun buka suara untuk menjelaskannya
"perempuan itu tadi!!"
__ADS_1
"iya, perempuan itu siapa dim. kamu kenal sama dia" Syifa masih panasaran
"iya" jawab Dimas,
"terus kenapa kamu lari kalau kamu kenal sama dia" Syifa masih panasaran dan mencoba bertanya lebih banyak lagi.
Dimas pun menarik nafas dalam, dan kemudian menceritakan kepada Syifa apa yang sebenarnya terjadi selama dia di luar negeri
"baiklah aku akan menceritakannya padamu, tapi kamu harus merahasiakan ini." Dimas nampak serius dengan kata-katanya
"ok" jawab Syifa dengan wajah panasarannya
"jadi begini, saat aku sedang menempuh pendidikan di luar negeri, aku bertemu dangan perempuan itu." jelas Dimas pada Syifa
"namanya Risa. dia adalah senior ku di kampus, dia itu aneh sekali setiap kali selalu saja ingin mendekati-ku. bahkan dia bilang dia menyukaiku" Dimas mulai menceritakan kronologis nya dan menjelaskan mengapa dia menghindar dari Risa.
"aku sudah bilang padanya bahwa aku tidak menyukainya, tapi dia tetap saja tidak peduli"
"aku sudah tidak tahu harus bagaimana lagi, jadi aku memutuskan untuk pindah ke kampus ini. tapi aku juga menyangka kenapa dia bisa ada di sini"
"ohh, terus. "
"bukankah bagus jika ada yang menyukaimu"
"tapi aku tidak menyukainya fa, jadi aku ingin kamu membantuku. bisakah"
"membantu apa" tanya Syifa kembali pada Dimas
__ADS_1
"bisakah kamu pura-pura menjadi pacarku, agar dia tidak menggangguku lagi" pinta Dimas kepada Syifa yang membuat gadis itu kaget
"apa!!, kamu yang bener dim masa kamu nyuruh aku jadi pacar boongan kamu" Syifa kaget dan dengan spontan mengatakan apa yang ada di fikiran nya.