
Sejak hari itu Tian sudah resmi menikah dengan Kyomi, tapi hingga saat ini dia tidak pernah menyentuh Kyomi sedikit pun.
Kyomi memang memperlakukan Tian tidak baik, tapi dia tetap sabar dalam menjalankan misinya.
Kebencian Kyomi terhadap dirinya merupakan keberuntungan bagi Tian. Selama Tian menjadi suami Kyomi, mereka tinggal di sebuah apartemen yang mana di sana terdapat dua kamar.
Di apartemen itu mereka hidup bagaikan dua orang asing yang tidak memiliki kepentingan antara satu sama lain.
Mereka akan bersama jika ada acara perusahaan atau acara keluarga, tak ada rasa sedikitpun yang tumbuh di hati mereka.
5 bulan telah berlalu mereka sibuk dengan hidup mereka masing-masing.
****
Laras terdiam mendengar semua cerita yang mengalir dari mulut kekasihnya.
"Apakah aku harus menceritakan semua ini pada Arumi?" tanya Laras pada Tian
"Terserah kamu, jika memang Arumi tidak menerima apa yang kamu ceritakan, biarkan Tian yang menyelesaikan masalahnya dengan Arumi karena saat ini takkan mudah bagi Arumi menerim situasi yang dihadapi Tian saat ini," ujar Nick pada Laras.
Nick tidak mau Arumi marah pada Laras hanya gara-gara jalan hidup Tian yang berliku.
"Baiklah, kalau begitu aku lebih baik diam." Laras juga bingung bagaimana menyampaikan situasi yang dihadapi oleh Tian.
Awalnya Nick tidak akan menemui Laras hingga Arumi dan Laras berbaikan, tapi saat dia mengetahui Tian bertemu dengan Arumi di mall, Nick langsung memutuskan untuk menemui Laras secepatnya.
Nick juga sudah sangat merindukan sosok Laras, gadis yang sudah ditinggalkannya selama 4 tahun demi kesetiaannya pada kedua orang tua angkatnya dan sahabatnya.
Pertemuan Laras dan Tian malam itu mengembalikan hubungan mereka yang sempat berpisah selama 4 tahun.
Kesetiaan keduanya membuat mereka yakin untuk tetap melanjutkan hubungan cinta mereka.
****
Pagi ini Laras sudah datang menjemput Arumi di mansionnya.
Seperti biasa Arumi melangkah tertatih dengan tongkat yang ada di tangannya.
Terkadang Arumi mencoba berjalan tanpa menggunakan tongkat, tapi dia masih merasakan sakit di kakinya.
Laras turun dari mobil saat melihat Arumi keluar dari rumah, dia membantu Arumi melangkah menuju mobil.
Setelah Arumi masuk ke dalam mobil, Laras langsung melajukan mobil menuju kampus.
__ADS_1
"Hari ini lu bimbingan, kan?" tanya Laras pada Arumi saat mereka sudah di perjalanan.
"Iya, gue udah janjian sama Bu Rahma pukul 8.30," jawab Arumi.
"Oh, masih pukul 8 kurang, masih terkejar, kan?" ujar Laras.
"Masih," sahut Arumi.
Baru satu setengah perjalanan, tiba-tiba mobil yang dikendarai Laras mogok.
"Ada apa, Ras?" tanya Arumi.
"Enggak tahu, nih," jawab Laras.
Laras mencoba kembali menyalakan mobilnya, tapi sia-sia. Mobilnya tidak bisa menyala.
"Ya ampun, nih mobil kenapa, sih? Padahal kemarin baru di servis," gerutu Laras.
Laras pun turun dari mobil, dia membuka kap mobil, lalu mengecek mesin mobil. Namun, apa yang dilakukan oleh Laras sia-sia karena dia sama sekali tidak mengerti mesin.
Dia kembali masuk ke dalam mobil untuk mengambil ponselnya, dia mencoba menghubungi mekanik bengkel langganannya.
"Ada apa, Ras?" tanya Arumi sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
Arumi takut terlambat bertemu dengan dosen pembimbingnya, karena Bu Rahma merupakan salah satu dosen yang paling disiplin di kampusnya.
Arumi takut bermasalah jika dia datang terlambat.
"Ras, apa gue ke kampus naik taksi online aja? Gue takut terlambat," kejar Arumi.
"Hah? Lu serius, ah enggak. Gue enggak bisa tenang biarin lu naik taksi online," ujar Laras mengkhawatirkan keadaan sahabatnya.
"Tunggu bentar gue cek lagi semoga aja bisa nyala," ujar Laras kembali mencoba untuk menyalakan mobilnya.
Laras kembali keluar dia pun mulai mengotak-atik mesin mobil yang sama sekali tidak dimengertinya.
Arumi keluar dari mobil dia melangkah tertatih menghampiri Laras.
Saat mereka sedang melihat kabel-kabel yang ada di mesin mobil, sebuah mobil berhenti tepat di depan mobil mereka.
Seorang pemuda keluar dari mobil tersebut, Laras senang saat melihat pria yang datang itu merupakan kekasihnya.
"Ada apa, Ras?" tanya Nick pada Laras.
__ADS_1
"Aku tidak tahu di mana letak permasalahannya, tiba-tiba mesin mobil mogok begitu saja," jawab Laras.
Arumi heran melihat sikap Laras yang biasa saja saat bertemu dengan Nick.
"Kenapa Laras tidak marah pada Nick saat mereka baru pertama kali bertemu? Apakah ada sesuatu yang tidak aku tahu?" gumam Arumi di dalam hati.
"Ras, gue duluan aja, ya," ujar Arumi ingin cepat-cepat sampai di kampus.
"Eh, Arum, tunggu sebentar." Laras mulai panik.
Laras tidak pernah membiarkan Arumi pergi tanpa dirinya karena Laras tidak ingin terjadi hal yang buruk terhadap sahabatnya itu.
"Sampai kapan gue akan nunggu, ini sudah lewat pukul 08.00, gue takut terlambat bu Rahma akan marah besar sama gue ujung-ujungnya skripsi gue bakal gagal," ujar Arumi alasan mengungkapkan kecemasannya.
"Biar aku yang mengantarkannya," tawar seorang pria yang tiba-tiba keluar dari mobil yang dibawa oleh Nick.
Arumi menatap percaya pada pria yang kini berada di depannya.
"Tidak, gue tidak akan pernah mau pergi sama lu," bentak Arumi.
Arumi pun melangkah meninggalkan mereka.
Melihat sikap Arumi, Tian menyadari kesalahan yang sudah dilakukannya. Tapi, melihat Arumi yang melangkah tertatih dengan tongkatnya, Tian langsung melangkah lalu mengejar wanita yang dicintainya.
Tian langsung mengangkat tubuh Arumi, dia menggendong Arumi menuju mobil, dia mendudukkan Arumi di dalam mobil.
"Nick, lu bantuin Laras untuk mengurusi mobilnya," ujar Tian memerintah sahabatnya.
Setelah itu dia pun masuk ke dalam mobil, dia pun langsung melajukan mobilnya, dia akan mengantarkan Arumi menuju kampusnya.
Arumi terdiam dengan apa yang dilakukan Tian. Sepanjang perjalanan tak ada satu orang pun yang mengeluarkan sepatah kata pun.
Tian belum berani untuk mengajak Arumi bicara karena dia menyadari kesalahan yang sudah dilakukannya.
Dia sadar, gadis yang dicintainya itu pasti sangat kecewa terhadap dirinya.
Tian langsung mengantarkan Arumi menuju kampusnya tanpa bertanya pada Arumi tempat dia kuliah.
Arumi heran saat Tian mengantarkannya ke kampusnya, padahal dia tidak pernah memberitahukan kepada Tian di mana dia kuliah.
Sejak Tian menjabat sebagai manajer di perusahaan Global Group, dia mulai menyuruh Nick untuk mencari tahu segala hal mengenai Arumi.
Dia mencari tahu kegiatan Arumi mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, sedikit pun kegiatan Arumi tidak ada yang terlewatkan, sehingga dia dapat mengetahui apapun tentang kehidupan Arumi saat ini.
__ADS_1
Bersambung...