
pagi itu seperti biasa aku berangkat sekolah.
"selamat pagi ma, pa" sapa ku
"pagi sayang, ayo kita sarapan dulu sebelum kesekolah " pinta ibu ku
aku pun bergegas untuk bergabung dengan ibu, ayah serta ferdi adikku. menu hari ini adalah menu kesukaan ku,nasi goreng dengan telur mata sapi dan sosis, lalu susu coklat. sarapan yg menyenangkan.
jam menunjukan pukul 06.44 aku lekas berpamitan kepada ayah dan ibuku.
"ma rachelle berangkat dulu ya " sambil mencium tangan serta pipi ayah dan ibu,
aku baru ingin beranjak ke dalam mobil tapi tiba tiba ibu ku memanggil dari jauh dan berlari menghampiriku,dengan membawa kotak bekal, entah untuk siapa kotak itu.
"ada apa ma"?tanyaku
"nih bekal" sambil menyerahkan kotak bekal kepadaku.
"ma rachelle kan udah sarapan, kenapa masih dibawain bekel? " tanyaku
" mama tau kamu sudah sarapan, tapi bekal ini bukan buat kamu, tapi buat rafael, mantu mama" kata ibuku seraya tersenyum
"lah yg anak mama kan rachelle bukan rafael pria ekspresi datar itu "jawab ku ketus
" eh engga baik ngomong kasar seperti itu, terlebih lagi dia calon suamimu " kata ibuku.
lebih tepatnya suami paksaan ,gumamku dalam hati.
tanpa berlama lama dan malas berdebat dengan mama akhirnya aku membawa kota bekal itu, rasanya ingin ku beri racun tikus saja .
tak berapa lama aku sampai di sekolah, ntah kenapa aku merasa sepanjang aku ingin masuk ke ruang kelas semua murid memperhatikan ku, atau mungkin itu perasaan ku saja.
"cassie" pekik ku
" hey beb, tumben kamu bawa bekel? emang papa mu lagi krisis moneter sampe kamu harus bawa bekel segala? " hinanya
"ah sudah lah jangan membuatku kesal pagi pagi begini, o oya CASS aku ngerasa kok murid murid pada merhatiin aku, emang ada yg salah dari aku ya? " tanyaku
"jelas saja kamu diliatin, secara kemaren kamu pergi bareng sama renkarnasi nabi yusuf, yg sudah jelas dia idola semua wanita termasuk aku, " jelas cassie
__ADS_1
." hmmmm".
"tapi sumpah deh ,bukan cuman mereka yg heran ,kenapa kamu kemaren bisa pergi bareng bahkan tangan mu digandeng sama rafael aku pun sama kek mereka heran juga, secara waktu pertama kali kamu ngeliat dia kan kamu udah engga suka tapi kok sekarang deket,ada apa sih sama kalian? ".cerocos cassie.
"ah tidak ada apa apa".jawabku singkat.
karna keasikan mengobrol ternyata aku dan cassie sudah sampai di kelas, kami pun bergegas masuk.
tak lama kemudian rafael pun datang bersama rombongan laki laki hitz dikelas, dan itu membuat kaum hawa menjerit memanggil manggil namanya.
:"rafael, rafael, rafael":
jijik sekali aku mendengarnya.
tak lama kemudian dia duduk, dan langsung saja kuhampiri untuk menyerahkan kotak bekal yg sudah disiapkan ibu ku tadi.
" nih" aku menyodorkan kotak bekal berwarna biru, sontak saja membuat semuanya menatap kearahku, ah meskipun begitu, persetan dengan tatapan mereka yg penting sudah ku jalankan amanah dari mama.
"apa ini?" tanya nya.
"bom molotov" jawab ku ketus
aku langsung berlalu dan kembali ke tempat duduk ku, cassie yg memandang heran langsung ku bungkam mulutnya saat hendak meminta penjelasan dariku.
pukkkkk" husttt diem jangan banyak omong"titahku.
jam pun sangat cepet berlalu bel pulang pun berbunyi *":tringgggggg*": tringgggg*": tringggg*":
aku pun bergegas untuk pulang ,karna pak maman supir pribadi ku sudah datang, bukan pak maman yg menyuruhku untuk bergegas namun si ferdi, dia tak sabar menungguku, jelas saja dia masih duduk dibangku SMP yang jam pulang dia lebih dulu dibanding aku, jadi daripada aku harus mendengar ocehannya lebih baik aku harus bergegas.
tak lama sampailah kami dirumah.
"mama aku pulang" teriak ferdi
namun entah kenapa tidak ada yg menyaut
tiba tiba mbok darmi keluar dari dapur
"mbok mama dimana kok sepi" tanyaku
__ADS_1
"nyonya sedang ada didapur non, sedang menyiapkan makan malam" sahut mbo darmi, asisten rumah tangga kami, ia sudah bekerja dengan keluarga kami sejak mama dan papa menikah, jadi kami sudah menganggap mbok darmi seperti keluarga sendiri.
setelah aku tau keberadaan ibuku, aku langsung bergegas untuk mengganti pakain serta mandi, setelah mandi dan berganti pakaian aku menyusul ibuku ke dapur.
"mama ada yg bisa aku banting ma? eh salah bantu maksudku" tanyaku sambil tersenyum
"eh calon pengantin udah pulang sayang? "tanya ibuku seraya menggoda ku
"ih apasih ma" seraya aku melepaskan pelukan ibuku
"gimana amanah mama udah kamu sampein ke calon mantu mama belom? "tanya nya
"hemmmm udah, dia bilang makasih " jawabku seraya mengiris wortel
tak berapa lama masakan pun siap, aku dan mama menatanya di meja makan, mbok darmi membuat alpukat kocok kesukaan ku. tak lama kemudian ayah pulang, kami pun menyantap makan malam bersama.
setelah selesai makan malam, aku berpamitan kepada ayah dan ibuku untuk pergi kekamar.
setibanya aku dikamar aku merasa sangat sedih, bagaimana tidak, besok adalah hari pernikahan ku, hari yg tak pernah kubayangkan akan secepat ini datang nya, bagaimana mungkin aku bisa menjadi seorang istri yg baik jika aku sama sekali tak memiliki perasaan apapun kepada calon suamiku, bagaimana pula dengan masa depanku, impianku yg ingin masuk universitas favorit, bagaimana tentang cita citaku menjadi seorang guru, ah memikirkannya saja kepala ku seakan ingin pecah. tak terasa air mata pun meluncur deras membasahi pipiku, tiba tiba pintupun diketuk.
tokkkkk tokkkk tokkk
"iya masuk" jawabku seraya menghapus air mata yg mengalir dipipiku.
"rachelle sayang kamu kenapa? "tanya ibuku.
aku hanya menggeleng
"sayang besok adalah hari dimana kamu akan menikah dan menjadi istri serta menantu dan kamu juga akan pergi kerumah mertuamu, yg otomatis akan meninggalkan mama " ujar ibuku dengan suara sendu.
" sayang ingat kata kata mama, jadilah istri yg baik untuk suamimu, jadilah menantu yg baik untuk mertuamu, jagalah nama baik kakek dan keluarga kita sayang, berjanjilah kepada mama rachelle "pinta ibuku
tangisku pun pecah, aku memeluk ibu ku, aku tak bisa membayangkan jika hidupku akan serumit ini.
"baiklah ma aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk melakukannya" jawabku meskipun berat
" baiklah kalau begitu, lekaslah tidur dan berhentilah menangis, agar besok saat kau menikah wajahmu tak sembab ok sayang" titah ibuku.
aku berharap ini hanya mimpi buruk, dan besok ketika aku terbangun dipagi hari semuanya akan baik baik saja.
__ADS_1