Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
Bab 50


__ADS_3

Saat mereka hendak melancarkan aksi bejat mereka pada Arumi, seseorang datang mengenakan sepeda motor.


Cahaya sepeda motor yang ditembakan pada posisi mereka membuat mereka menghentikan aksi mereka.


Mereka mengangkat tangan menutupi mata mereka dari silaunya cahaya lampu sepeda motor.


Seorang pria turun dari sepeda motor itu, dia melangkah menghampiri keempat penjahat itu.


"geu yeojaleul nwajwo! (Lepaskan gadis itu!)" bentak Tian dengan bahasa Korea.


Arumi mendengar suara yang tidak asing di telinganya, tapi dia tidak bisa mengenal pemilik suara itu karena dia menggunakan bahasa Korea.


Si penjahat masih memegangi Arumi dengan kuat.


"Nuguseyo? igeos-eun dangsin-i sang-gwanhal il-i anibnida! (Siapa kau? Ini bukan urusanmu!)" bentak si penjahat.


Mereka tak ingin melepaskan Arumi begitu saja.


Akhirnya 2 orang penjahat menyerang Tian, terlihat si penjahat kewalahan menghadapi Tian, melihat 2 temannya tergeletak di jalan mereka pun melepaskan Arumi lalu menghajar Tian.


Di saat seperti itu Arumi langsung mengambil kemejanya yang sudah dicampakkan ke tanah.


Dia menutupi tubuhnya yang terbuka, setelah itu dia menyaksikan Tian menghabisi semua penjahat.


Para penjahat sadar dengan kekuatan musuhnya mereka memilih untuk kabur dari tempat itu.


Tian menghampiri Arumi yang berdiri menunduk di hadapannya.


"Kamu enggak apa-apa?" tanya Tian pada Arumi.


Arumi hanya diam mematung dia tidak menjawab pertanyaan Tian sama sekali. Dia masih shock dengan apa yang baru saja menimpanya.


Melihat Arumi yang masih diam, Tian berinisiatif memeluk tubuh gadis yang kini sangat disayanginya. Entah mengapa rasa sayang itu semakin hari semakin bertambah.


Arumi tak menyangka Tian yang akan menjadi penolong baginya di saat dia dalam bahaya.


Tian memeluk Arumi dengan erat, dia memberikan kehangatan pada Arumi, Tian memberi rasa nyaman pada Arumi.


Akhirnya Arumi membalas pelukan Tian dengan erat.


"Ya sudah, kita balik ke hotel, ya," ujar Tian pada Arumi saat Arumi sudah merasa mulai tenang.


Arumi hanya diam, dia membiarkan Tian menggiringnya naik ke sepeda motor. Sebelum mereka meninggalkan tempat itu, Tian memberikan jaket miliknya pada Arumi, dia memasangkan jaketnya di tubuh Arumi.

__ADS_1


Setelah itu Tian pun membawa Arumi kembali ke hotel.


Saat mereka sampai di hotel semua teman-teman Arumi tengah berkumpul di lobi hotel.


"Arum!" pekik Laras saat melihat sahabatnya.


Laras berlari mendekati Arumi. Dia langsung memeluk Arumi.


"Rum, apa yang terjadi?" tanya Laras pada sahabatnya.


Dia mencemaskan keadaan sang sahabat saat melihat rambut Arumi yang acak-acakan.


Tian melangkah menghampiri Arumi dan Laras.


"Laras, bawa Arumi ke kamar. Aldo dan Rendy tolong antarkan mereka sampai kamar," perintah Tian dengan wajahnya yang tegang.


Semua orang mulai cemas. Mereka bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada Arumi.


Laras langsung menggandeng temannya melangkah menuju kamar mereka.


Aldo dan Rendy pun mengikuti langkah dua gadis itu menuju kamar mereka.


"Yang lain, semuanya langsung masuk kamar. Besok kita akan mengikuti pertandingan, kalian harus istirahat," perintah Tian pada peserta didiknya.


Ridho menghampiri Tian, dia menarik tangan sahabatnya itu, lalu mengajak Tian untuk duduk di sofa yang terdapat di lobby hotel.


"Apa yang terjadi, Bro?" tanya Ridho pada sahabatnya.


Tian terdiam, lalu dia mengingat apa yang baru saja terjadi.


Flash back On.


Setelah selesai makan malam, Tian mengantar Karin ke parkiran. Saat semua siswa sudah bubar dari restoran.


Saat Tian hendak masuk ke dalam hotel, Tian tidak sengaja melihat Arumi yang melangkah keluar hotel.


Tian pun mengikuti Arumi dari belakang, di saat dia melihat Arumi dibawa oleh sebuah mobil van, Tian langsung meminjam sepeda motor milik satpam yang bekerja di hotel.


Dia melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi mengejar mobil van yang membawa Arumi.


Tian sempat kehilangan jejak mobil karena dia terjebak di lampu merah, dia terus berusaha mencari-cari mobil yang membawa Arumi hingga dia mendengar teriakan Arumi yang meminta tolong.


Bersyukur Tian datang lebih awal, sebelum para penjahat itu melancarkan aksi mereka.

__ADS_1


Flash back Off.


"Apa modus penculikan yang dialami Arumi?" tanya Ridho khawatir kejadian itu terulang lagi.


"Menurut gue, penculikan itu dilakukan tanpa modus lain. Mereka menculik Arumi murni menjadikan Arumi mangsa, tapi gue akan sediakan bodyguard selama anak-anak berada di sini," ujar Tian mengantisipasi masalah yang menimpa Arumi tidak terulang lagi.


"Gue akan perintahkan beberapa anak buah gue untuk berjaga-jaga di kamar Arumi dan Laras," ujar Tian lagi pada Ridho.


Ridho mengangguk paham, dia sangat mengenal siapa sosok Tian. Terlebih mereka saat ini berada di salah satu hotel milik Tian yang ada di Korea.


Tian sudah lama mengembangkan sayap bisnisnya di negeri ginseng ini sehingga dia tidak canggung lagi berada di negara yang terkenal dengan oppa-oppa tampan.


"Terserah lu aja, gue tahu lu pasti akan melakukan yang terbaik buat siswa dan siswi kita," ujar Ridho.


"Yuk, masuk. Besok kita harus menemani anak-anak untuk mengikuti kompetisi," ujar Tian mengajak Ridho masuk ke dalam kamar mereka.


Tian menyuruh Nick membereskan semua yang diperlukannya di sini.


Nick juga mencemaskan keadaan Laras yang kini berada di Korea bersama kedua sahabatnya.


Nick pun memerintahkan bawahannya untuk menjaga semua siswa dan siswi SMA Cendikia yang menjadi utusan Indonesia dalam kompetisi Sains dan basket ball.


Nick pun memerintahkan orang kepercayaannya untuk menjaga Laras dan Arumi, dia tidak ingin terjadi hal buruk terhadap Laras dan Arumi.


Malam ini semua anak buah Nick langsung menjalankan tugas mereka.


4 orang bodyguard handal telah berjaga di depan kamar Arumi dan Laras.


Nick memantau keadaan mereka setiap saat. Saking khawatirnya Nick terhadap kekasihnya itu dia pun meminta Laras untuk mengaktifkan panggilan dengannya agar dia dapat terus memantau kondisi Laras sepanjang malam.


Di dalam kamarnya, Arumi masih diam. Dia berbaring menatap langit-langit kamar, kejadian yang baru saja menimpanya terus terlintas dibenaknya.


Laras pun memeluk sahabatnya, dan meminta Arumi untuk memejamkan matanya agar Arumi dapat melupakan apa yang sudah terjadi.


Laras sudah tahu apa yang terjadi karena Nick menceritakan apa yang menimpa Arumi, Nick mendapatkan semua informasi dari Tian.


"Rum, lu tenang ya. Lu sekarang sudah aman dan tidak akan ada orang yang bisa menyakiti lu lagi karena Pak Tian akan menjaga lu sebaik mungkin," ujar Laras pada Arumi.


Perlahan akhirnya Arumi mulai tertidur begitu juga dengan Laras, dia pun mulai memejamkan mata dan memulai alam mimpi yang indah.


"Tidak, jangan sakiti aku, hiks hiks," tangis Arumi pecah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2