Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
Bab 84


__ADS_3

"Kamu sudah menikah?" tanya Arumi.


Lagi-lagi Arumi kecewa dengan apa yang sudah dilakukan oleh Tian.


"I-ya," lirih Tian menunduk.


"Aku tidak menyangka, d Ngan mudah kamu berpaling," ujar Arumi kecewa.


Dia menggelengkan kepalanya.


"Arum, dengarkan penjelasan ku dulu," ujar Tian memohon.


Dia berharap Arumi mau mendengar penjelasan selanjutnya.


Arumi terdiam, dia menunggu kata-kata yang akan keluar dari mulut pria yang sangat dicintainya itu.


"A-aku menikah bukan karena keinginanku, tapi aku terpaksa melakukan itu," ujar Tian memberi penjelasan.


"Lalu?" lirih Arumi masih merasa sakit di dalam hatinya.


"Meskipun aku dan dia sudah menjadi suami istri, tapi aku tidak pernah menyentuh wanita itu sedikitpun," ujar Tian berharap Arumi mengerti situasi yang dihadapinya saat ini.


"Aku menikah dengannya karena pernikahan itu menjadi wasilah dalam merebut apa yang seharusnya menjadi milikku," ujar Tian lagi menjelaskan alasan utama dia menikah dengan Kyomi.


Arumi menatap Tian, tidak ada kebohongan yang terpancar di wajah Tian.


Arumi yakin bahwa pemuda yang dicintainya itu telah berkata dengan jujur, tapi hatinya tetap saja terluka. Dia terluka harus berbagi pria yang sudah dicintainya itu bersama dengan wanita lain


Dengan menikahi wanita lain, itu artinya Arumi tidak bisa menjalin kembali hubungan mereka yang sempat terputus karena salah paham.


Tian memegang tangan Arumi, dia menggenggam tangan tersebut dengan sangat erat.


"Aku berjanji aku akan menceraikan wanita itu secepatnya, karena aku sama sekali tidak mencintainya," ujar Tian memberi janji pada Arumi.


"Lalu bagaimana dengannya jika dia tidak ingin berbicara denganmu?" tanya Arumi khawatir istri Tian tidak ingin melepaskannya nanti.


"Kamu tenang saja aku tidak mencintainya sama sekali, begitu juga dia, Kyomi juga tidak mencintaiku, kami saling tidak mencintai. Kyomi memiliki pria lain dalam hidupnya, dia sama sekali tidak pernah menghormatiku," jelas Tian.


Dia meyakinkan Arumi bahwa antara dirinya dan sang istri tidak ada rasa cinta sedikit pun di antara mereka.

__ADS_1


Selama ini hanya Arumi yang ada di hati Tian, sedangkan Kyomi sudah sangat mencintai calon suaminya yang gagal menikah dengannya.


Akhirnya Arumi pun bisa menerima kembali Tian di dalam hidupnya.


Dia memaafkan apa yang sudah terjadi, mereka sepakat akan kembali menjalin hubungan mereka yang dulu sempat terputus.


Tian mencium punggung tangan Arumi dengan lembut, matanya terus tertuju p dia juga ingin merasakan manisnya bi*ir mungil Arumi, tapi keinginan itu harus diurungkannya karena Laras dan Nick masuk mobil.


Seketika mereka gugup, jarak mereka yang sudah mulai mendekat, kini mereka kembali mengambil jarak.


Wajah mereka berubah warna menjadi merah karena menahan rasa malu, mereka tidak ingin kedua sahabat mereka meledek apa yang sudah terjadi di antara mereka.


Nick dan Laras hanya tersenyum melihat dua sahabat mereka yang menurut mereka sudah mulai baikan.


"Kita lanjut perjalanan, ya," ujar Nick sebelum melajukan mobilnya.


Nick kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, melanjutkan perjalanan mereka menuju lokasi pembangunan proyek apartemen yang sedang mereka tangani.


Mereka sampai di tempat tujuan setelah 3 jam perjalanan.


Sesampai di lokasi, mereka turun dari mobil, setelah itu Laras hendak menggandeng tangan Arumi membantunya untuk berjalan, tapi Tian menghalanginya.


Di sana terlihat para pekerja sedang melakukan pekerjaan mereka, seorang mandor datang menghampiri mereka.


Sang mandor mengajak mereka berkeliling balas sang mandor mengajak mereka berkeliling menjelaskan perkembangan proyek pembangunan apartemen yang sedang mereka kerjakan.


Setelah mereka berkeliling sejenak Arumi merasa lelah, dia menghentikan langkahnya.


"Kenapa ? Kamu capek, ya?" tanya Tian pada Arumi saat melihat Arumi yang berhenti.


"Lumayan, kakiku terasa sakit," jawab Arumi meringis kesakitan di bagian lututnya.


"Ya udah kalau begitu kamu di sini saja sama Laras. Biar kami yang keliling," ujar Tian menyuruh Arumi untuk beristirahat di sebuah bangku panjang yang ada nggak jauh dari posisi mereka saat ini.


"Tapi,--"


"Sudahlah kamu jangan membantah ikuti saja apa yang aku katakan," ujar Tian tidak ingin Arumi kelelahan.


Akhirnya Arumi mengikuti apa yang dikatakan oleh Tian.

__ADS_1


"Laras." Tian memanggil Laras untuk menemani Arumi duduk di sana.


Tian tidak ingin terjadi apa-apa pada wanita yang dicintainya, Dia meminta Laras untuk menemani Arumi.


Laras dan Arumi duduk di sebuah bangku panjang yang terdapat di lokasi mereka saat ini. mereka duduk sambil mengobrol mengenai proyek yang tengah mereka tangani sambil memperhatikan kegiatan Tian dan Nick bersama mandor.


"Rum, bagaimana hubunganmu dengan Tian saat ini?" tanya Laras mulai penasaran dengan hubungan sang sahabat dan mantan gurunya.


"Entahlah, dia sudah menjelaskan semua yang sudah terjadi selama ini, gue nggak nyangka dia menjalani hidup yang sulit." Arumi mulai menceritakan apa yang terjadi di mobil tadi di antara dia dan Tian.


"Syukurlah kalau begitu itu artinya hubunganmu dengan pria bren"sek itu akan terjadi lebih baik lagi," ujar Laras meledek sahabat.


Arumi tersenyum tersipu malu mendengar ledekan dari sang sahabat. Dia teringat selalu mengata-ngatai Tian dengan kata bren*sek, Dan ternyata cinta untuk pria itu masih ada di dalam hatinya.


"Gue senang kalau lu dengan Pak Tian sudah baikan, itu artinya gue tidak perlu diam-diam berjumpa dengan asisten pribadinya, hehehe," hujan Laras terkekeh.


Selama ini setiap kali dia ingin bertemu dengan asisten pribadi mantan gurunya itu dia harus bersembunyi dari sang sahabat agar sang sahabat tidak marah padanya.


Sekarang dia sudah leluasa untuk bertemu dengan sang asisten pribadi dari pria yang dicintai oleh sahabatnya.


"Berapa lama proyek ini akan selesai?" tanya Tian pada sang mandor.


"jika tidak ada kendala dalam di pertengahan jalan, proyek ini bisa dinyatakan selesai setelah 6 bulan kemudian," jawab sang mandor.


Tian dan Nick terus berkeliling melihat-lihat cara kerja para pekerja yang ada di sana.


Dia yakin proyek ini akan menghasilkan keuntungan yang bagi bagi para penanam saham dalam proyek ini.


Di saat Tian sedang asyik berkeliling, dia berbincang-bincang dengan salah satu pekerja yang sedang mengaduk semen sekadar berbasa-basi.


Di saat itu, Arumi melihat sebuah kerangka besi yang sedang di gantung di atas Tian. Arumi melihat ada kejanggalan pada tali yang mengikat kerangka besi tersebut.


Arumi merasa saat ini Tian dalam bahaya, dia pun langsung berdiri dan berlari menghampiri Tian.


Arumi mendorong tubuh Tian hingga mereka jatuh ke tanah dalam posisi Tian berada di bawah Arumi.


Prang prang bar brak brak!


Terdengar suara hempasan kerangka besi jatuh.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2