
pagi itu terasa berat sekali rasanya untuk bangkit dari tempat tidur, ingin rasanya aku pura pura pingsan saja agar pertemuan itu dibatalkan, tapi apalah dayaku, aku tidak ingin membuat kecewa orang tuaku serta almarhum kakek ku, aku berusaha patahkan rasa malas ku dan bangun, ku berdiri lalu menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap, ku kenakan gaun berwarna putih,ku duduk didepan cermin riasku, ku usapkan foundation,bedak ,alis, maskara, blashon dan tak lupa ku oleskan lipstik, rambut ku kutata dengan ku gulung ke atas, disaat aku sedang bersiap pintu kamar diketuk.
tok tok tok " rachelle apakah kamu sudah siap sayang ?" tanya ibuku
" iya ma bentar " aku menyeka air mataku, aku berusaha kuat dan berusaha menjadi anak yg baik, dengan menuruti wasiat almarhum kakek
"yaampun anak mama cantik dan anggun banget iyakan pa? " puji ibuku
"iya ma, anak siapa dulu, anak papa "sahut ayah ku dengan raut wajah tersenyum.
tak berapa lama kemudian, aku dan keluarga bergegas untuk pergi ke rumah sahabat kakek, membutuhkan waktu yg sedikit lama untuk sampai kerumah mereka, setelah menunggu beberapa lama, sampai lah kami di rumah, eh bukan rumah tapi lebih bisa disebut istana, karna sangat luas dan besar hingga membuat keluargaku tercengang dan kagum, tapi tidak dengan ku, aku lebih memilih untuk diam .
" silahkan nyonya, tuan, serta nona masuk, kalian sudah ditunggu oleh tuan" kata penjaga.
__ADS_1
tanpa berlama lama kami masuk,begitu tercengangnya kami melihat didalam rumah ini, lantainya begitu berkilau, langit langitnya berhias dengan lampu gantung yg terbuat dari kristal ,kami pun disambut puluhan pelayan, aku merasa ini bukan kelurga biasa, tapi keluarga kerajaan, karna banyak penjaga yg berbadan tegap diluar, serta pembantu yg tak terhitung jumlahnya, mereka mengarahkan kami menuju ruang tamu, disana sudah ada beberapa tetua yg sudah menunggu kami .
"wahhh jadi ini calon istri dari cucuku, sangat manis dan anggun" puji seorang wanita yg sudah berumur, ku rasa itu nenek dari calon suamiku nanti .
aku hanya tersenyum tipis ,meskipun itu senyuman terpaksa .
tibalah saat nya pembicaraan tentang hari pernikahan ku, sebelum itu mereka memanggil seorang pelayan untuk memanggil putra mereka, tiba tiba tak berapa lama turunlah seorang pria yg ku lihat samar samar dan begitu terkejutnya aku bahwa laki laki yg dijodohkan dengan ku adalah murid baru, yg sombong, muka datar tanpa ekspresi serta sok cool.
"jadi dia yg kakek jodoh kan dengan ku, bagaimana ini bisa terjadi padaku tuhan, mengapa harus dia?kakek kau menyiksaku dengan menjodohkan ku padanya . " kataku dalam hati.
tetap dengan gayanya yg datar dan sok coll dia memperkenalkan dirinya
"aku bahkan sudah tau " kataku
__ADS_1
tanpa sadar ibuku mendengar perkataan ku. "wahh jadi kalian sudah saling kenal sebelumnya, sesuatu yg kebetulan sekali " kata ibu ku.
ayah ku pun menambahkan " wahh itu bagus, mereka tidak akan memerlukan waktu lama untuk saling mengenal satu sama lain, ditambah lagi calon menantuku ini sangat tampan "ujar ayahku yg membuatku merasa geli .
pembicaraan pun dimulai, mereka mulai membicarakan tentang tanggal dan tempat berlangsungnya pernikahan kami, tidak akan ada acara lamaran, karna menurut mereka pertukaran cincin kakek ku dengan kakeknya adalah sebuah ikatan pertunangan, dan setelah berjam jam akhirnya ditentukan bahwa penikahannya akan digelar 3 hari lagi dan bertempat di rumah rafael. sontak saja keputusan itu membuatku ingin menangis bagaimana tidak, dengan umur yg masih terbilang muda aku harus mengorbankan hidup ku demi kehormatan orang tua ku.
"lalu bagaiman dengan sekolah ku?apa aku masih bisa bersekolah,setidaknya sampai jenjang universitas? "tanyaku dengan suara sesikit bergetar karna menahan tangis
"tentu sayang, bagaimana mungkin kami menghancurkan harapan dan masa depan dari menatu kami ". jawab nenek
"dan satu lagi pernikahan ini hanya akan di hadiri keluarga inti saja, tidak ada tamu undangan, karna mengingat mereka masih bersekolah jadi kita rahasiakan pernikahan mereka di depan publik, agar tidak mengganggu sekolah mereka".tambah ayah rafel, mungkin, karna aku juga tidak terlalu yakin.
......................
__ADS_1
tak berapa lama kami meninggalkan rumah mewah itu dan bergegas untuk pulang karna besok aku mulai fiting baju pengantin.
huft, ini berasa mimpi buruk untukku gadis yg berusia belum genap 19 tahun, ini terasa benar benar berat untukku, aku tak bisa membayangkan akan menjadi nyonya rafael kusuma, pewaris dari perusahaan terbesar dikotaku.