Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
Bab 16


__ADS_3

“Eh, udah jam 5 Ras. Gue pulang dulu, ya,” sahut Arumi saat melihat jam dinding di kamar Arumi sudah menunjukkan pukul lima lewat lima menit.


“Ya udah kalau gitu, besok jangan telat lagi lho,” ujar Laras mengingatkan sahabatnya.


“Siip.” Arumi pun melangkah keluar kamar Laras.


Setelah itu dia mencari Bunda Ranti hendak berpamitan pulang. Setelah pamit Arumi pun mengambil motor gedenya lalu melajukannya dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah sahabatnya.


Di sepanjang jalan Arum tak sabar ingin menghubungi Reynald untuk mengucapkan terima kasih atas bingkisan yang telah dikirimkannya.


Sesampai Arumi di depan mansionnya, dia langsung berlari ke kamarnya. Sesampai di kamar Arumi pun langsung mencari ponselnya yang sempat ketinggalan.


Tanpa mengganti pakaian dan membersihkan diri dia meraih ponselnya yang terletak di atas kasur.


Saat dia membuka ponselnya, terlihat di sana ada beberapa chat, Arumi langsung membuka pesan dari pria dunia maya nya yang bernama Reynald.


"P."


"Hai."


"Hai."


"Kemana sih"


"Sibuk ya?"


"Hai."


"Hello."


Ada puluhan pesan yang masuk ke ponsel Arumi dengan isi yang sama, Arumi tersenyum lalu langsung membalas pesan sang pria.


"Hai."


"Maaf."


"Tadi ponsel aku ketinggalan."


"Aku baru saja pulang sekolah."


Setelah Arumi mengirimkan pesan, dia menunggu balasan dari sang pria, tapi pria itu belum membalas pesannya, Arumi pun menunggu-nunggu balasan dari sang pria.


Hampir setengah jam Arumi menunggu balasannya dengan uring-uringan di atas kasurnya.


Akhirnya Arumi memutuskan untuk beranjak dari ranjang dan melangkah ke bathroom untuk membersihkan diri, mungkin pria itu sedang sibuk pikir Arumi.


Setelah mandi Arumi mengenakan pakaian piyamanya lalu melangkah menuju taman belakang masih menunggu balasan dari sang pria.


Ting (nada pesan masuk di ponsel Arumi) tidak menunggu lama Arumi langsung membuka pesan itu.


"Hai, sorry ada kerjaan dikit."


"Gak apa apa."


"Sekarang lagi apa?"


"Santai."


"Gimana bingkisannya?"


"Kamu suka?"


"Suka banget."


"Makasih, ya"

__ADS_1


"Anggap aja itu tanda perkenalan kita."


"Kamu bisa aja."


"Aku nggak ada kasih kamu apa-apa."


"Nggak masalah."


"Mhm."


"Apakah kamu mau menerima aku sebagai orang yang berarti dalam hidupmu?"


"Maksud kamu?"


Entah kenapa aku ngerasa sayang dan cinta sama kamu.


“Serius nih, apa jangan-jangan Reynald nembak gue?” gumam Arumi di dalam hati.


"Gimana?" (tanya sang pria karena Arumi belum juga membalas pesannya)


"Mhm, apanya?"


"Kamu mau nggak jadi pacarku?" (tanya sang pria to the point)


“What? Dia nembak gue? Gue harus jawab apa?” Arumi membathin bingung.


Sejujurnya Arumi udah nyaman dengan pria dunia mayanya ini. Karena selama mereka berkomunikasi dari hati ke hati.


Arumi selalu berbunga-bunga saat berkirim pesan. Hampir setiap hari mereka berkomunikasi lewat chat sehingga mereka hampir mengenal satu sama lainnya.


"Kamu nggak becanda, kan"


"Enggak.""


"Aku serius."


"Mhm, kalau gitu gimana kalau kita ketemuan?


"Hah?"


Iya kita ketemuan biar kita bisa saling mengenal satu sama lain..


"Kapan?"


"Terserah kamu aja."


"Ya udah minggu depan."


Oke...


"Aku mau kamu menjawab pertanyaanku tadi setelah kita ketemuan."


"Iya."


"Ya udah, aku lanjutin kerjaan yang lain dulu ya."


Arumi tersenyum bahagia setelah mendapatkan pesan dari Reynald, dia tak sabar menunggu minggu depan. Agar dia bisa berjumpa dengan pria yang telah mengisi hari-harinya selama ini.


Sementara itu di tempat lain Tian juga tersenyum bahagia memikirkan wajah wanita dunia mayanya yang belum pernah dia jumpai selama ini.


Dia hanya berkomunikasi lewat media sosial dan wanita itu telah membuat hatinya yang kosong terisi dengan bunga-bunga cinta.


Satu minggu kemudian...


Laras tengah duduk di sebuah cafe, terlihat dia tengah menunggu seseorang.

__ADS_1


Sedangkan Arumi memantau sahabatnya tak berapa jauh dari tempat sahabatnya. Beberapa kali Laras melihat jam di tanganya.


Tak berapa lama seorang pria datang menghampirinya.


“Wilona?” tanya sang pria pada Laras.


Laras tersenyum melihat sang pria tampan yang menghampirinya dia melemparkan senyuman manisnya pada pria tampan yang memiliki tubuh atletis serta senyuman yang sangat menawan.


“Cakep juga nih kekasih dunia maya Arumi,” bathin Laras.


“Reynald?” tanya Arumi.


Sang pria mengangguk. Dia sangat terpesona dengan kecantikan dan keramahan sang wanita yang ada di hadapannya.


“Kau pasti menyesal karena tak ingin menjumpai wanita ini secara langsung.” gumam Nick di dalam hati.


“Silahkan duduk,” ucap Laras mempersilakan pria yang mengaku sebagai Reynald itu untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.


Mereka pun terdiam kaku bingung harus berbicara apa, pasalnya mereka saat ini hanyalah sebagai tokoh pengganti dari sahabat mereka masing-masing.


Sebenarnya, Laras dan Nick sudah pernah bertemu, tapi mereka tidak pernah saling memperhatikan karena di saat mereka bertemu, mereka lebih fokus pada pertengkaran yang terjadi antara Arumi dan Tian.


Flash back On...


“Ras, bantuin gue, dong,” pinta Arumi memohon pada Laras saat pulang sekolah.


“Bantuan apa?” tanya Laras bingung melihat sahabatnya yang memelas.


“Bantuin buat gantiin gue ketemu sama Reynald. Gue belum siap menerima kenyataan kalau nanti cowok yang gue sukai di dunia maya ini tak sesuai dengan keinginan gue.” Arumi membujuk Laras.


“Ya udah gue bantuin lu, tapi gue enggak tanggung jawab kalau terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari," ujar Laras.


“Oke, gue yang akan bertanggung jawab atas apapun yang akan terjadi setelah ini," ujar Arumi senang karena sahabatnya mau membantunya.


“Oke.” Laras pun terpaksa menerima permintaan Arumi.


Sementara itu Tian yang masih sibuk dengan berkas-berkas


ljdi hadapannya memanggil Nick dari saluran telpon yang ada di mejanya.


Tak berapa lama Nick masuk ke dalam ruangan Tian, lalu dia duduk di sofa yang ada di ruangan sang CEO. Tian pun menghentikan kegiatannya lalu melangkah menghampiri nick.


“Nick, aku mau minta bantuan sama kamu!” perintah Tian dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Bantuan Apa?” tanya Nick heran.


“Gue mau minta bantuan lu untuk menggantikan gue berjumpa dengan gadis yang gue sukai,” pinta Tian sukses membuat Nick serangan jantung saat itu juga.


“ Apa? Tuan menyukai seorang gadis?” tanya Nick membulatkan matanya kaget mendengar ucapan sahabatnya sekaligus majikannya.


“Iya, gadis itu gue kenal dari sebuah medsos, entah mengapa gue merasa nyaman dengan gadis itu,” jelas Tian pada Nick.


Akhirnya Tian pun menceritakan awal perkenalan mereka yang hanya iseng-iseng saja. Dan berlanjut dengan rasa yang telah diungkapkan Tian pada wanita duni maya itu.


Nick hanya menggeleng-gelengkan kepalanya bingung pada sahabatnya.


“Lalu jika kamu mulai menyukainya kenapa tidak kamu saja yang menemuinya," ujar Nick merasa aneh dengan Tian.


“Aku hanya tak ingin kecewa jika nanti si gadis itu tak sesuai dengan yang gue bayangkan selama ini," ujar Tian.


“Baiklah,” ujar Nick tak mungkin membantah perintah majikannya itu.


Flash back off.


Dengan alasan yang sama Arumi dan Tian menyuruh sahabat mereka untuk menggantikan diri mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2