
"Bukannya ini Syifa yang kaya raya itu yah" ujar seorang perempuan bernama pelif.
"kenapa sekarang jadi jalan kaki ke kampusnya" sambungnya
"Jangan-jangan udah jadi miskin ya" ejek nya kepada Syifa.
Syifa hanya diam dan tidak menanggapinya lalu meneruskan jalan nya.
seperti biasa jika bertemu dengan orang ini dia tidak ingin mempedulikannya.
"eh, kalau orang ngomong itu dengerin dong" pelif menarik pergelangan tangan Syifa dengan kasar
"aww....." Syifa mengaduh kesakitan
"sakit tau, kenapa sih datang-datang main tarik orang aja, udah kaya orang gil*" ujar Syifa sambil melepaskan tangan pelif yang sedang menggenggam pergelangan tangan nya.
"lo nyari gara-gara ya sama gua!!! " kemudian pelif menjambak rambut Syifa.
dan keduanya terlibat perkelahian di dekat kampus mereka
beberapa orang yang melihat pun ada yang mencoba memisahkan mereka berdua, sedangkan beberapa orang merekam kejadian itu.
"sini lo kalau berani" ujar Syifa dengan menggunakan bahasa kasar kepada pelif.
butuh waktu sampai keduanya berhasil dipisahkan oleh orang-orang yang ada di sana, tapi mereka berdua masih tetap beradu mulut.
"siapa juga yang takut sama lo, dasar miskin" balas pelif dengan nada tinggi
"jaga ya ucapan lo"
"emang bener kan, lo itu udah miskin jadi jangan sok-soan kayak tuan putri" balas pelif
" kapan sih gua sok-soan sama lo hah, lagian juga lo bukan siapa-siapa ngapain lo nyuruh-nyuruh gua" tanya Syifa dengan nada tinggi.
tin.....tinnn.....
suara klakson mobil, membuat pertengkaran Syifa dan pelif yang tadi sedang sengit tiba-tiba jadi hening.
kemudian pintu mobil itu tiba-tiba terbuka seorang laki-laki tampan keluar dari mobil dan menghampiri mereka.
"ada apa ini? " tanya orang itu, sambil berjalan mendekati kerumunan.
"Dimas." ujar Syifa yang membuat orang-orang yang ada disitu tersentak kaget
mereka melihat ke arah Dimas dengan seksama, seorang laki-laki tampan, dengan rambut warna coklat, kulit putih, hidung mancung dan tampak seperti blasteran indo-cina dan juga merupakan anak dari pengusaha kaya di jakarta.
"Syifa!!, apa yang kamu lakukan disini? "
ujar Dimas yang kaget melihat Syifa. dan yang lebih membuatnya kaget adalah ternyata Syifa sedang berkelahi disana.
"bubar, semuanya bubar" ujar Dimas dengan lantang dan membuat kerumunan orang itu bubar.
"kamu juga, sebaiknya cepat pergi dari sini" ujar Dimas pada pelif
__ADS_1
"tapi"
"sudah. ayo kita pergi" ujar seorang laki-laki kepada pelif.kemudian pelif mendengarkan kata-kata dari laki-laki itu dan keduanya berlalu meninggalkan tempat itu.
tampaknya, orang tadi mengenal siapa Dimas sebenarnya dan tidak ingin membuat masalah dengannya.
sekarang hanya tersisa Syifa dan Dimas saja di tempat itu.
"fa, apa yang kamu lakukan di sini, berkelahi!" tanya Dimas pada Syifa
"orang dia duluan yang mulai, aku kan cuma jalan, terus dia malah gangguin aku yah aku balas lah, aku kan enggak salah dim" jawab Syifa dengan mata memelas sambil memeluk Dimas.
Syifa dan Dimas memang sangat dekat, karena Dimas adalah sahabat Syifa.
jadi, tidak lah jarang Syifa bertingkah imut di hadapan Dimas, walaupun dia sama sekali tidak memiliki maksud untuk mendekati dimas bahkan sedikitpun tidak ada, tapi kita tidak tahu isi dari fikiran maupun hati orang lain kan, mungkin Syifa menganggap Dimas murni sebagai sahabat tapi belum tentu Dimas juga begitu.
"imut bangettt" batin Dimas, dan Dimas menutup wajah Syifa dengan menggunakan tangannya.
"kenapa sih" tanya Syifa dengan nada manja nya.
"aduh Tuhan, cobaan apa ini....!!! "batinya
deg..deg... deg..deg......
suara degup jantung Dimas kencang.
kemudian Dimas menjauhkan tubuh nya dari badan Syifa dan menenangkan hatinya.
"untung dia tidak mendengarnya, kalau enggak bisa gawat" Dimas memegang dadanya dengan menggunakan kedua tangannya.
"apa jangan-jangan aku tadi meluknya terlalu kenceng jadi kamu kesakitan, tapi kan cuma dipeluk masa iya langsung sakit jantung". Syifa bingung melihat Sahabatnya si Dimas itu.
" enggak apa-apa kok..... i'm ok"jawab Dimas
"ok apanya, itu muka kamu masih merah loh. yuk kita kerumah sakit aja siapa tau kamu sakit parah" ajak Syifa.
*muka merah bukan berarti sakit neng, gak peka bet sih*
"enggak usah, mending kamu jelasin sama aku kenapa kamu bisa kelahi sama cewek itu tadi" tanyanya kemudian
"kan aku udah bilang, aku gak bikin salah, eh dia malah kayak orang gila main jambak-jambak rambut orang sembarangan. " ujar Syifa menunjuk ke rambutnya yang jadi kusut dan berantakan gara-gara perkelahian tadi.
"kamu yakin gak bikin masalah!? " tanya Dimas lagi
"sebenarnya sih, aku sama pelif emang ada dendam, tapi aku enggak mau ngasih tau aku" batin Syifa
"yah enggak lah, mana ada jalan kaki itu jadi cari masalah dim " jawab Syifa dengan ketus kepada Dimas karena tidak percaya padanya.
"yaudah deh aku percaya, siapa suruh kamu itu sahabat aku. " ujar Dimas
"nah gitu dong, oh iya kamu ngapain ke sini" tanya Syifa pada Dimas
"oh aku mau ngasih surprise buat kamu, hari ini aku udah resmi pindah ke sini" jawabnya sambil tersenyum
__ADS_1
"hah" Syifa ternganga mendengarnya
"iya, kita duduk di kursi itu dulu yuk" jawab Dimas, sambil menunjuk ke arah kursi yang tidak terlalu jauh dari mereka berdua.
keduanya berjalan menuju kursi tersebut
setelah duduk Syifa kembali bertanya
"dim, kamu gak becanda kan? " tanya Syifa, karena masih tidak percaya bahwa sahabatnya itu akan pindah ke kampus yang sama dengannya.
"ya beneran lah, masa boongan sih"
"kamu pindah kesini, bukannya kamu udah betah tinggal di luar negeri."
......
disisi lain Julian, Putra dan Kevin juga sudah sampai ke kampus, ketiganya tampak sangat keren, bak model karena mereka memiliki ketampanan yang bisa dibilang wow, membuat banyak perempuan di kampus yang menyukai mereka.
"hahhh..... akhirnya sampai" ujar kevin sambil meregangkan tangannya
"kamu sempat-sempatnya regangngin tangan disiniπ" ucap Putra
"lah kenapa emang?"tanya Kevin
" emang kamu enggak malu, diliatin orang tuh" balas putra sambil menunjuk ke arah cewek-cewek yang memperhatikan mereka.
kemudian Kevin menoleh dan melihat ke arah yang ditunjukan putra
"hai... " sapanya kepada cewek-cewek yang tadi melihat nya.
"Hai..... " balas mereka nya dengan wajah tersipu.
"ada-ada aja kerjaannya nih anak, yuk kita masuk daripada nanti terlambat" ujar Julian yang berlalu meninggalkan Putra dan Kevin, kemudian disusul oleh Putra dan juga Kevin.
"oi, pagi ini masuk mapel apa? " tanya Kevin pada Julian
"kalau enggak salah sih kayaknya Ekonomi, kenapa" tanya Julian masih sambil berjalan.
"ohhh"
"oh, kenapa bego" tanya Putra dengan jutek.
"enggak apa-apa, cuma nanya aja"
.
.
bruk
sesuatu yang familiar seperti pernah terjadi, tapi terulang lagi.
Syifa kembali tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan dan orang itu ternyata adalah Julian lagi.
__ADS_1
"maaf, saya tidak sengaja" ujar Syifa sambil perlahan-lahan mendongak-kan kepalanya dan melihat siapa yang ia tabrak kali ini.
"kamu...." ujar Julian saat melihat Syifa.