Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
Bab 52


__ADS_3

Kompetisi sudah dimulai. Kompetisi kali ini dilaksanakan dengan tim.


Laras dan Arumi satu tim yang membawa nama Indonesia.


Mereka diberikan pertanyaan berupa cerdas cermat dan beberapa percobaan kimia yang akan dinilai langsung oleh juri.


Di awal-awal kompetisi, Arumi masih bisa berkonsentrasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh panitia.


Namun, di akhir kompetisi, jiwanya kembali terguncang mengingat kejadian yang dialaminya hal itu membuat Laras kewalahan menjawab pertanyaan dan melewati beberapa percobaan sendirian sehingga mereka hanya dapat meraih juara harapan 1 untuk Indonesia.


Usai kompetisi Arumi memegangi kepalanya karena pusing. Tak berapa lama dia pun jatuh pingsan.


Betrand berlari mengejar Arumi untuk menggendong Arumi, tapi dia kalah cepat dengan Tian.


Betrand mulai memperhatikan sikap Tian yang terlihat sangat perhatian pada Arumi, dia dapat mengambil kesimpulan bahwa Tian juga menyukai gadis yang disukainya.


"Ridho, lu harus kembali ke hotel lebih dahulu mengantarkan mereka. Sepertinya Arumi harus banyak istirahat untuk saat ini." Tian memohon pada Ridho.


Saat ini Tian masih memiliki tanggung jawab untuk mendampingi anak didiknya dalam kompetisi Basketball yang sebentar lagi akan berlangsung.


"Baiklah," ujar Ridho.


"Kalian akan diantar oleh orang suruhan ku, aku akan menyuruh beberapa orang bodyguard menjaga kalian," ujar Tian memperlihatkan siapa dirinya sesungguhnya.


Ridho mengangguk. Setelah itu dia pun melangkah mengikuti Tian yang membawa Arumi menuju mobil yang sudah terparkir di depan Universitas.


Tian mendudukkan Arumi di dalam mobil, di saat itu Arumi tersadar dari pingsannya.


"Rum, kamu kembali ke hotel dulu, ya. Aku harus menemani teman-temanmu untuk bertanding, kamu harus banyak istirahat," nasehat Tian.


Arumi mengangguk.


Setelah itu, Laras masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Ridho.


Orang suruhan Tian pun membawa Arumi, Laras dan Ridho menuju hotel.


Pertandingan basket ball kali ini masih bisa dimenangkan oleh tim basket SMA Cendikia sebagai utusan negara Indonesia. Esok hari mereka akan bertanding dengan tim yang berasal dari Singapura.


Sesuai jadwal, mereka akan menetap di Korea selama satu Minggu. Kali ini mereka lolos di babak penyisihan, besok mereka akan bertanding untuk memperebutkan masuk semi final.


Sebelum petang semua siswa sudah berada di hotel.

__ADS_1


Malam ini Tian berjanji akan membawa peserta didiknya ke Lotte World, salah satu tempat wisata yang memiliki berbagai wahana bermain.


Perjalanan mereka ini murni dibiayai oleh Tian tanpa mengurangi dana yang sudah diberikan pihak sekolah maupun dari negara.


Tian hanya ingin menghibur peserta didiknya dan berharap dengan perjalanan itu peserta didiknya semakin semangat dan dapat bersaing dengan Singapura.


Semua peserta sudah siap untuk berangkat menggunakan mini bus yang sudah disediakan oleh Tian.


Tian juga mengajak Laras dan Arumi untuk ikut bersama mereka.


Sebelum berangkat, Tian memastikan keadaan Arumi baik-baik saja.


"Bagaimana keadaan Arumi, Ras?" tanya Tian pada Laras.


Tian datang ke kamar Arumi dan Laras, dan dia berbicara dengan Laras di depan pintu kamar.


"Udah mendingan, Pak. Tadi dia sudah banyak bicara, dia juga sempat menghubungi mami dan papinya di Indonesia, di sudah ceria," jawab Laras panjang lebar.


"Kalau begitu bersiaplah, kita akan pergi ke suatu tempat," ujar Tian pada Laras.


"Baik, Pak." Laras senang.


"Mhm, Pak Tian sama Pak Ridho mau ngajakin kita jalan," ujar Laras.


Laras memang tidak pernah pergi wisata keluar negeri merasa senang bisa menikmati suasana Korea di malam hari, meskipun dia sendiri tidak tahu akan dibawa ke mana oleh gurunya.


"Ke mana?" tanya Arumi penasaran.


"Gue juga enggak tahu," jawab Laras sambil mengangkat bahunya.


"Gue mandi dulu, ya. Siap-siap dulu," ujar Laras.


Arumi pun ikut bersiap-siap mengenakan pakaian celana jeans serta sweater panjang. Dia mengenakan jepit rambut di sebelah kanan kepalanya memberikan kesan elegan dalam penampilannya.


"Lu cantik banget," puji Laras saat melihat sahabatnya itu berpenampilan apa adanya.


"Lebay, lu kan udah biasa lihat gue seperti ini," bantah Arumi.


Arumi merasa saat ini sahabatnya itu tengah meledek dirinya yang kini dia mulai merasa nyaman berada di dekat pria yang selama ini dibencinya.


"Ehem, jangan-jangan lu udah punya rasa sama pria breng*ek itu," ledek Laras.

__ADS_1


"Apaan, sih. Gue cuma berterima kasih saja dia sudah membantu gue, tidak lebih dari itu," bantah Arumi.


Meskipun saat ini Arumi sudah merasakan sesuatu hal yang berbeda di hatinya, dia masih menutupi hal itu dari sang sahabat.


"Iya, deh. Gue percaya. Yang penting sahabat gue udah bisa ceria seperti semula, Lu harus lupakan kejadian malam itu," ujar Laras terus menyemangati sahabatnya agar melupakan apa yang sudah terjadi.


"Iya, gue akan lupakan kejadian itu. Dari kejadian itu gue bisa melihat sisi baik yang ada pada dirinya," gumam Arumi di dalam hati sambil tersenyum.


"Lu kenapa, Rum? Senyum-senyum sendiri," ujar Laras menggoda sahabatnya.


"Ish, lu sekarang mulai nyebelin, ya," ujar Arumi kesal.


Laras tersenyum melihat wajah sahabatnya yang memerah menahan malu.


"Hahaha, lu belum tahu aja kalau Tian itu adalah pria yang sempat memberikan perhatian pada lu di dunia maya," gumam Laras di dalam hati.


Sebenarnya Laras juga sudah tahu bahwa Arumi dan Tian pernah dekat di dunia maya, Nick sudah mengungkap semua kebenarannya karena Nick tahu bahwa Arumi dan Laras adalah siswa dari Tian.


Tian dan Ridho keluar dari kamar, Tian menyuruh Ridho untuk mengumpulkan siswa laki-laki di lobby hotel, sementara itu dia melangkah menuju kamar dua gadis itu.


Saat berada di depan kamar, Tian berbicara dengan empat orang bodyguard yang berjaga-jaga di depan kamar Arumi dan Laras.


"Kita akan pergi ke Lotte World, aku harap kalian tetap menjaga Arumi dan Laras di mana pun mereka, aku tidak ingin kalian melepaskan pengawasan dari mereka berdua saat kita berada di luar nanti," ujar Tian memberi perintah kepada anak buahnya.


"Siap, Tian," saut keempat anak buahnya.


Setelah itu, Tian mengetuk pintu.


"Kalian sudah siap?" tanya Tian pada Arumi dan Laras saat pintu kamar sudah terbuka.


"Mhm, sudah, Pak," jawab Laras.


Pandangan Arumi tertuju pada pria tampan yang sempat dibencinya, tapi pria itu kini sudah mulai memasuki jiwanya, pria yang mulai memberi kenyamanan kehangatan padanya.


"Ya sudah, yuk kita jalan," ajak Tian.


Dua gadis itu mengangguk lalu Tian mempersilakan dua gadis itu melangkah di depannya.


Mereka pun masuk ke dalam lift turun ke lantai dasar untuk bergabung dengan teman-teman lainnya di lobi hotel.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2