
Wanita yang baru saja keluar dari mobil itu langsung menghampiri Arumi dan Laras yang sibuk beradu mulut.
Dia menatap tajam ke arah Arumi, sedangkan Arumi dan Laras kaget saat melihat Kyomi kini sudah berdiri di hadapan mereka.
"Hei, kamu bisa bawa mobil enggak, sih?" bentak Kyomi kesal.
Sorotan matanya kini tertuju pada Arumi, tatapannya mengintimidasi.
"Maaf, saya akan ganti rugi," ujar Arumi santai.
Arumi menyadari kesalahannya, tapi dia sama sekali tidak takut dengan tatapan tajam dari wanita yang berstatus sebagai istri sah pria yang dicintainya.
"Memangnya kamu bisa bayar semua ini? Kamu harus ganti rugi 50 juta," ujar Kyomi menantang Arumi.
Laras membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kyomi.
"Maaf, Nona. Kerusakan mobil ini paling mahal juga sekitar 5 jutaan, tapi kenapa Nona meminta 10 kali lipat?" tanya Laras tidak terima dengan apa yang diminta oleh Kyomi.
"Cih, gayanya sok kaya tapi untuk bayar 50 juta saja tidak sanggup." Kyomi meremehkan Arumi.
"Kyomi!" Tiba-tiba Tian datang.
Dia melihat mobil Arumi terparkir di pinggir jalan yang dilewatinya.
Dia meminta Nick untuk menghentikan mobilnya, dia ingin tahu entah apa yang terjadi.
Tak disangka ternyata Arumi tengah terlibat masalah dengan istrinya
"Tian, lihatlah gadis ini, dia sudah merusak mobil keka,--" Kyomi tidak dapat melanjutkan perkataannya karena dia tahu bahwa dia sudah salah berucap.
"Mobil siapa?" tanya Tian.
"Mhm," gumam Kyomi gugup.
"Sudahlah, aku akan membayar jumlah yang dimintanya." Arumi tidak ingin terjadi keributan yang lebih panjang.
Apalagi saat ini Tian sudah berada di sana. Arumi tidak mau pria yang disayanginya bermasalah dengan istrinya.
Arumi tidak ingin dia menjadi keretakan hubungan Tian dengan istri sahnya.
"Jangan, kerusakan mobil ini tak seberapa. Nanti aku yang akan membayar biaya ganti ruginya," ujar Tian.
__ADS_1
"Tian, aku ini istrimu. Kenapa kamu malah membela wanita jal*ng ini!" bentak Kyomi sambil meruncingkan telunjuknya tepat di depan wajah Arumi.
"Ada apa, Sayang?" Kekasih Kyomi turun dari mobil.
Dia tak sabar menunggu di dalam mobil karena melihat keributan antara Kyomi dan orang-orang di sana.
Pria itu langsung merangkul pinggang Kyomi, Tian melirik tangan nakal pria itu. Tian semakin muak melihat Arumi yang mau saja dipegang oleh pria lain di hadapannya.
Padahal status mereka saat ini masih sah sebagai suami istri.
"Siapa pria ini, Kyo?" tanya Tian tak bisa menahan emosinya lagi.
"Dia,--"
"Aku kekasihnya," jawab kekasih Kyomi memotong ucapan Kyomi.
Arumi dan Laras terdiam melihat perdebatan yang terjadi di antara Kyomi dan Tian.
Saat ini Tian benar-benar marah pada Kyomi. Sejak mereka menikah, Kyomi tidak pernah menghargai dirinya.
Bahkan hari ini kekasih istrinya berani memproklamirkan hubungan mereka tanpa ada rasa malu sedikitpun.
Justin sengaja melakukan hal itu karena dia tidak ingin Kyomi jatuh ke dalam pelukan suami sahnya.
Awalnya Tian masih punya hati untuk tidak langsung menceraikan Kyomi, tapi kali ini dia sudah tidak tahan melihat sikap liar sang istri.
Istri yang semalaman tidak pulang, dan paginya didapati tengah bersama pria lain yang mengaku sebagai kekasihnya, entah apa yang mereka lakukan semalaman ini, hanya mereka yang tahu.
Tian tidak ingin lagi berurusan dengan Kyomi. Dia tidak pernah berjanji untuk menjaga Kyomi pada almarhum Tuan Basuki, oleh karena itu dia bebas melakukan apa saja terhadap Arumi setelah tuan Basuki meninggal dunia.
"Tian! Kamu tidak boleh melakukan hal itu, aku baru saja ingin memulai rumah tangga kita," bantah Kyomi tidak terima diceraikan begitu saja oleh suaminya di hadapan gadis yang jelas-jelas dicintai oleh suaminya.
Dia merasa kalah dari gadis yang dicintai oleh suaminya itu.
"Sayang, biarlah. Setelah ini kita bisa menikah," ujar Justin santai.
Dia merasa senang karena kekasihnya sudah mendapatkan kebebasan, setelah ini dia akan memiliki Kyomi seutuhnya.
Justin sudah membayangkan dengan menikahi Kyomi dia akan mendapatkan harta kekayaan tuan Basuki.
"Tidak bisa, Justin. Aku tidak boleh bercerai dari Tian," teriak Kyomi tidak bisa menerima keputusan Tian.
__ADS_1
"Nick selesaikan masalah ini, aku akan antarkan Arumi dan Laras ke kantornya," ujar Tian memerintahkan asisten pribadinya untuk menyelesaikan masalah Arumi dengan Kyomi.
Tian pun menarik tangan Arumi meninggalkan tempat itu.
"Rum, gue ikut sama Nick saja," ujar Laras.
Laras memilih untuk memberi waktu pada sahabatnya untuk bisa berduaan dengan pria yang dicintainya.
Sekaligus dia mengambil kesempatan agar bisa bersama pria yang dicintainya.
Arumi tak bisa membantah karena Tian sudah menutup pintu mobilnya, dan mulai melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.
"Seharusnya aku menyelesaikan masalah tadi terlebih dahulu," ujar Arumi merasa tidak enak pada Nick.
Dia yang melakukan kesalahan kenapa Nick yang harus menyelesaikannya, begitulah Arumi dia merupakan gadis yang sangat bertanggung jawab.
"Tenanglah, Nick pasti bisa menyelesaikan masalah itu, aku tidak ingin lagi melihat wanita jal*ng itu," ujar Tian santai.
Dia masih fokus melajukan mobilnya,belah keramaian jalanan kota yang mulai padat.
"Lalu, kenapa kamu langsung menceraikan istrimu?" tanya Arumi merasa tidak enak hati.
Arumi tidak ingin dianggap sebagai seorang pelakor.
"Aku menceritakannya bukan karena aku ingin menghalalkan hubungan kita, tapi kamu sendiri melihat apa yang sudah dilakukannya. Selama kami menikah, Kyomi tidak pernah memperlakukan diriku sebagai suaminya, sekarang dengan jelas dia memamerkan hubungannya dengan pria lain di hadapanku. Di mana letak harga diriku dibuatnya," ujar Tian mengungkapkan rasa sakit yang dirasakannya selama dia berstatus sebagai suami Kyomi.
Arumi terdiam, dia sendiri merasa sakit melihat pria yang dicintainya sering dipermalukan di depan umum karena dia sempat melihat Kyomi beberapa kali mental pria yang dicintainya di depan umum.
"Memang wanita tidak tahu diri, dan tidak memiliki perasaan," gumam Arumi di dalam hati.
"Setelah ini aku akan mengurus perceraianku dengan Kyomi, lalu aku akan mempersiapkan pernikahan kita," ujar Tian.
Tian meraih tangan Arumi, dia menggenggam erat tangan gadis yang dicintainya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih memegangi setir mobil.
Dia menoleh sejenak ke arah Arumi.
"Aku akan menebus segala kesalahanku padamu, mulai hari ini aku akan menepati janji-janjiku yang pernah aku langgar, aku mencintaimu, Rum," ujar Tian dengan tegas menyatakan cintanya pada Arumi.
Arumi tersenyum, seketika wajahnya berubah warna merah karena menahan malu.
Arumi merasa tersanjung dengan ucapan dari pria yang dicintainya.
__ADS_1
Bersambung...