
Tian dan Nick saling berpandangan. Mereka juga ingin membalaskan dendam pada Tuan Basuki yang sudah berani menghancurkan kehidupannya.
"Baiklah, kalau begitu," ujar Tian setuju.
"Maaf, aku harus pulang, suamiku sudah menungguku," ujar Karin berpamitan pada Tian dan Nick.
Karin pun meninggalkan Tian dan Nick di kedai kopi.
Setelah itu Tian dan Nick juga meninggalkan kedai kopi.
Sejak hari itu, Tian dan Nick melancarkan aksi balas dendamnya pada Tuan Basuki.
Karin merekomendasikan Tian dan Nick untuk bekerja di perusahaan Global group yang notabene adalah perusahaan Piramids Group.
Mereka merubah penampilan mereka, ada beberapa orang pegawai Piramids Group yang masih bekerja di sana, tapi mereka tidak mengenali Tian dan Nick karena mereka hanya karyawan biasa.
4 bulan mereka bekerja di Global group, mereka mencari tahu seluk beluk perusahaan tersebut.
Sesuai rekomendasi dari Karin, Tian langsung dipromosikan menjadi manager dan secara langsung Tian meminta Nick sebagai sekretarisnya.
Tuan Basuki kagum dengan kepintaran dan kecerdasan yang dimiliki oleh Nick.
Banyak perusahaan mulai tertarik untuk bekerja sama dengan Global group sejak Tian dan Nick bergabung di perusahaan tersebut.
Kekaguman tuan Basuki pada Tian membuat dia tidak sadar bahwa Tian merupakan pemilik Piramids Group yang sudah diambil alihnya dengan mudah.
Tuan Basuki tidak pernah mengetahui bahwa Tian merupakan mantan CEO di Piramids Group karena setahunya Piramids Group dipimpin oleh Farhan temannya yang dianggapnya sangat bodoh.
"Tian, saya ingin mengundang kamu untuk makan malam bersama keluarga saya sebagai ucapan terimakasih atas keberhasilan tanda tangan kontrak hari ini," ujar Tian Basuki setelah klien meninggalkan mereka.
Seperti biasa Tian melirik ke arah Nick, sahabatnya itu menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
"Baiklah, Tuan. Nanti malam saya akan luangkan waktu," ujar Tian menanggapi permintaan Tuan Basuki.
Di moment makan malam itu, Tuan Basuki memperkenalkan keluarganya pada Tian dan Nick.
Tuan Basuki memiliki seorang putri yang cantik dengan tinggi badan ideal, kemolekan tubuhnya menjadi kebanggaan dirinya sehingga dia bersikap angkuh di hadapan Tian dan Nick.
"Perkenalkan ini putri saya, namanya Kyomi," ujar Tuan Basuki pada Tian dan Nick.
"Tian," lirih Tian mengulurkan tangannya pada Kyomi sebagai sikap basa basi pada tuan Basuki.
Kyomi hanya melirik tangan Tian yang menggantung di udara.
Melihat ekspresi dan sikap Kyomi, Tia pun menarik tangannya.
"Ya sudah, silakan. Mari kita menikmati hidangan ini," ujar Tian Basuki mencairkan suasana.
Mereka pun menikmati makan malam bersama, dalam suasana makan malam itu Kyomi enggan untuk berkomunikasi dengan Tian.
Tuan Basuki memilih mengajak Tian dan Nick membahas berbagai hal tentang dunia bisnis.
__ADS_1
Hati itu merupakan hari pertama Tian berjumpa dengan Kyomi, pertemuan pertama mereka meninggalkan kenangan yang tidak mengenakkan bagi Tian.
Hari-hari terus berlalu, Tian dan Nick terus menjalankan misinya, sementara itu Karin juga melakukan apa yang seharusnya dilakukannya.
Pada sore hari, pukul 15.00, Nick masuk ke dalam ruangan sahabatnya.
"Nih, ada undangan," ujar Nick menyodorkan sebuah undangan pada sahabatnya.
"Undangan siapa?" tanya Tian pada Nick.
"Kyomi, putri tuan Basuki. Pria tua itu meminta kita hadir lebih awal dalam acara pernikahan itu," ujar Nick memberi informasi pada sahabatnya.
"Kapan?" tanya Tian tanpa membaca undangan tersebut.
"Besok," jawab Nick.
"Ya ampun, baru saja gue mau istirahat," ujar Tian pada Nick.
Nick mengangkat bahunya.
"Itu sih urusan lu," ujar Nick.
"Si*lan lu," umpat Tian.
"Yuk balik, udah sore," ujar Nick mengajak Tian pulang.
Mereka tinggal di Jakarta, di sebuah apartemen yang diberikan Karin kepada mereka.
Keesokan harinya, Tian dan Nick bersiap-siap untuk menghadiri acara pernikahan Kyomi dengan kekasih hatinya.
Acara akad nikah akan dilangsungkan pada pukul 10.00.
Kyomi sudah selesai berhias, dia terlihat semakin cantik dengan polesan make up sentuhan MUA terkenal di ibu kota.
Kemolekan tubuhnya semakin terpancar dengan balutan gaun pengantin yang indah dan elegan melekat di tubuh indahnya.
Satu jam berlalu, si pengantin pria tak kunjung datang. Kyomi mulai gelisah, dia mencoba menghubungi nomor ponsel kekasihnya tapi nomor itu tidak tersambung.
"Kyo, di mana Stevan?" tanya Tuan Basuki ikut panik.
Tamu undangan sudah mulai berdatangan, tamu-tamu mulai gelisah karena mempelai pria tak kunjung juga datang.
"Bentar, Pa. Mungkin dia sedang dalam perjalanan," jawab Kyomi mulai resah.
Tuan Basuki dan keluarga mulai cemas dengan kegagalan pernikahan putri satu-satunya keluarga Basuki.
Berkali-kali tuan Basuki melirik jam tangannya. Hingga dua jam sudah berlalu. Namun, sosok si pengantin pria masih belum menunjukkan batang hidungnya.
"Ke mana pria breng*ek itu?" bentak Tian Basuki pada putrinya.
Sebenarnya Tuan Basuki tidak menyetujui pernikahan putrinya dengan Stevan karena Tuan Basuki ingin putrinya menikah dengan Tian. Demi mengikuti permintaan Kyomi dia pun menyetujui permintaan putrinya.
__ADS_1
"A-aku tidak tahu," jawab Kyomi mulai menangis.
Dia kecewa dan merasa dikhianati oleh kekasihnya.
"Papa tidak mau tahu, hari ini kamu akan tetap menikah dengan pria pilihan papa." Tuan Basuki mengambil keputusan sepihak.
Dia tak lagi peduli dengan tangisan dan keinginan putrinya.
Tuan Basuki keluar dari kamar putrinya, dia langsung mencari Tian yang kini tengah duduk di taman belakang rumahnya.
"Tian," panggil Tuan Basuki.
Tian mengernyitkan dahinya lalu berdiri menghampiri Tuan Basuki.
"Ada apa, Tuan?" tanya Tian bingung.
"Ikut, aku." Tuan Basuki menarik tangan Tian lalu mengajak Tian masuk ke dalam sebuah kamar yang ada di rumahnya itu.
"Saya mau minta tolong padamu," pinta Tuan Basuki memohon.
"Saya minta, bantu saya untuk menggantikan posisi pengantin pria yang sejak tadi tak kunjung datang," ujar Tuan Basuki terus terang.
"Apa?" Tian tak percaya dengan apa yang baru saja diminta oleh Tuan Basuki.
Drrrttt drrrttt drrrttt.
Ponsel Tian berdering, pembicaraan Tuan Basuki dan Tian terhenti sejenak.
"Maaf, Tuan. Saya angkat dulu telpon ini," ujar Tian.
Tian mengangkat panggilan dari Karin, dia mengira ada hal penting yang akan dibicarakan oleh Karin.
"Halo," ucap Tian saat panggilan sudah tersambung.
"Tian, apakah Tuan Basuki memintamu untuk menggantikan mempelai wanita dalam pernikahan putrinya?" tanya Karin pada Tian.
"Dari mana kamu tahu?" tanya Tian heran.
"Laksanakan apa yang dimintanya. Misi kita akan berhasil," ujar Karin pada Tian.
"Tapi, Rin. Aku tidak mencintai putri Tuan Basuki," bantah Tian.
"Kamu tenang saja, pernikahan ini tidak akan merugikanmu," ujar Karin meyakinkan Tian agar Tian melakukan apa yang diminta oleh Tuan Basuki.
"Baiklah," ujar Tian.
Panggilan pun terputus.
Tian pun kembali menghampiri tuan Basuki.
"Bagaimana, Tian. Apakah kamu bersedia?" tanya Tuan Basuki.
__ADS_1
Bersambung...