
" fa "
"hmm apa?" jawab Syifa sambil memainkan benda pipih di tangannya
"kamu kerja dimana?"
"eh.. aku belum kasih tau ke kamu ya?"Syifa kemudian menyimpan ponselnya dan melihat ke arah Dimas yang sedang menyetir
"menurut kamu?!"jawab dimas dengan malas
"hehehe, maaf lupa" syifa cengengesan
"jadi kamu kerja dimana?"
"hmm,, aku kerja di... toko bunga" Fania Flowers"
"kamu nyetir aja yang bener, kalau kamu nggak tau arah nanti aku kasih tau harus kemana. Dari sini lurus aja nanti ketemu persimpangan belok kanan"
"ok" balas Dimas
"kayak pernah dengar nama tokonya?!" fikir Dimas, tapi yaudah lah masa bodoh deh
***
๐ผsaat sudah sampai tempat tujuan๐ผ
"oh iya fa!, mama nyuruh kamu kerumah?" ujar Dimas, seperti biasa dia memang suka menyampaikan sesuatu di saat detik detik terakhir jadi yah gitu deh, syifa yang tadi nya ingin membuka pintu mobil mengurungkan niatnya
"ngapain?, buat apa?" pertanyaan beruntun
"mamah bilang katanya kangen sama kamu jadi nyuruh aku bawa kamu kerumah nanti malam, kamu nggak sibuk kan?" jelasnya dengan biasa
"nggak sibuk sih, aku fikir-fikir dulu ya" balas nya melihat kedepan sambil memegang dagunya dengan jari jempol dan telunjuknya
__ADS_1
"tapi mamah bilang malam ini katanya khusus masakin masakan kesukaan kamu loh!!" Dimas memanas manasi Syifa
"hah" Syifa melihat Dimas "kalau gitu kenapa nggak bilang dari awal, kalau udah dimasakin" tuh kan seperti biasa Syifa kalau bahas tentang makanan akal sehatnya langsung hilang
"ya!! aku mau dong"jawabnya dengan cepat
"tapi aku nggak ada baju yang bagus" wajahnya tiba-tiba murung, apalagi masalah nya kali ini, baju??
"lah buat apa?"Dimas bertanya dengan wajah bingung
"ya kan mau ketemu sama mamah kamu, masa iya pakai baju kucel kayak gini?!" ujarnya sambil menunjuk baju yang dipakainya
"prtt... "Dimas ketawa melihat Syifa yang seperti anak kecil
"kenapa kamu ketawa?" wajahnya sudah mulai datar melihat Dimas
"kamu kayak mau ketemu sama siapa aja, kamu tau kan mamah nggak akan mempermasalahkan penampilan kamu"jelas Dimas dengan cepat supaya Syifa tidak merasa jika dia sedang diejek oleh nya
"lagian aku udah cerita sama mamah tentang semuanya, mamah pasti ngerti" fikir nya, lama hati dan wajahnya sudah menunjukan senyum
"yaudah kalau gitu sekarang kita beli baju aja, biar aku yang beliin" ajaknya
"terus kerjaan aku gimana?"
"kamu tinggal minta izin aja hari ini"
"masa bodoh lah sama kerjaan" fikir nya
"ngomongnya sih gampang, ngelakuin nya yang susah aku baru kerja satu minggu lebih loh ya. masa udah minta izin cuti kerja" jelas Syifa panjang lebar
"terus gimana?" sekarang giliran Dimas yang bertanya kepada Syifa, aduh sekarang yang ada di gilirannya adalah apa semua perempuan itu kayak gini ya? hidupnya dibikin ribet banget, padahal tinggal izin aja kan
"pulang kerja nanti aja ya, biar sekalian nanti kerumah mamah kamu"
__ADS_1
"oke deh kalau gitu"
hmm.. gitu juga bagus
fikir nya
"hm"
"terus kamu ngapain masih disini?, turun lah. katanya mau kerja"
"eh iya lupa, hehe"
"yaudah aku kerja dulu ya, dadah" Syifa melambaikan tangannya dan Dimas pun pergi karena masih ada urusan
sementara itu di dalam toko bunga!!
"fa,, itu tadi siapa?" tanya Fani si tukang kepo
"oh itu, temen" jawabnya seadanya
"temen?? yakin cuma temen" goda fani lagi sambil menyenggol bahu Syifa
"...... "Syifa menatapnya dengan wajah datar tidak tahu harus ngomong apa lagi biasa nya salah sedikit saja pasti akan jadi senjata si Fani
***
"fa, gimana tadi
...-----------------------...
^^^pesan dari author^^^
^^^Hai para pembaca, episode kali ini rada pendek maaf ya๐๐^^^
__ADS_1
^^^besok kalau ada ide lagi, bakalan up yang panjang seperti biasanya^^^