
Tian semakin heran dan penasaran, akhirnya dia pun mengikuti langkah Nick masuk ke dalam ruang kerja Tuan Farhan.
Nick langsung menyalakan laptop yang ada di ruangan itu, Nick membuka rekaman CCTV yang ada di dalam rumah itu.
Tian menyaksikan apa yang terjadi di mansion keluarga Atmaja selama mereka tidak berada di dalam rumah.
Di rekaman CCTV tersebut, Tian dan Nick melihat kedua orang tuanya keluar dari mansion berdua, mereka tidak dapat mengetahui tujuan Tian Farhan dan Nyonya Sarah ke mana.
Yang mereka ketahui saat ini kedua orang tua Tian keluar rumah karena ada urusan.
"Mereka ke mana?" tanya Tian.
"Gue juga tidak tahu," jawab Nick juga penasaran ke mana kedua orang tua Tian.
Akhirnya mereka memilih menunggu Tuan Farhan dan Nyonya Sarah di ruang keluarga.
Mereka keluar dari ruang kerja Tuan Farhan dan melangkah keluar.
Tak berapa lama, Bi Susi (ART di mansion Atmaja) masuk ke dalam rumah, dia heran melihat pintu rumah yang sudah terbuka.
"Siapa yang ada di rumah?" gumam Bi Susi di dalam hati.
Setahu Bi Susi mansion sedang kosong karena dua orang PRT yang lainnya tengah berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar, sedangkan majikannya pergi makan siang bersama rekan bisnisnya.
Nick menoleh ke arah pintu masuk saat mendengar seseorang membuka pintu.
Dia langsung melangkah menuju luar.
"Eh, Bi Susi ternyata." Nick tersenyum pada PRT di rumah itu.
"Iya, Den. Saya kira ada maling tadi, tiba-tiba pintu rumah sudah terbuka," ujar Bi Susi.
"Bukan, Bi. Oh iya, Bi Susi tahu ke mana Tuan dan Nyonya pergi ke mana?" tanya Nick pada Bi Susi.
"Tian dan Nyonya pergi makan siang bersama rekan kerjanya yang lama," jawab Bi Susi.
"Oh, begitu. Ya sudah kalau begitu, Bi," ujar Nick.
"Baik, Den. Saya pamit masuk ke dapur dulu," ujar Bi Susi.
Bi Susi hendak melangkah menuju dapur.
"Eh, Bi. Apakah bibi tahu mereka makan malam di mana?" tanya Nick pada Bi Susi.
"Mhm, saya juga kurang tahu, Den. Bagaimana kalau coba dihubungi saja, Den," usul Bi Susi.
"Oh, ya udah, No kalau gitu, nanti saya coba hubungi mereka lagi," ujar Nick.
__ADS_1
Setelah itu, Bi Susi pun melangkah menuju dapur meletakkan barang belanjaannya di tukang sayur yang baru saja lewat.
Nick pun melangkah menuju Tian yang sudah menunggunya di ruang keluarga, Nick berharap Tian membawa informasi tentang keberadaan kedua orang tuanya saat ini.
"Bagaimana? Apakah lu sudah dapat informasi, mama sama papa ada di mana?" tanya Tian tidak sabar.
"Bi Susi bilang Mama sama papa pergi makan siang dengan rekan kerjanya dulu," jawab Nick.
"Siapa?" tanya Tian.
"Gue juga enggak tahu," jawab Nick.
"Lalu kita bagaimana?" tanya Tian pada Nick.
"Tenanglah, dulu. Kita tunggu mereka datang," ujar Nick.
Di dalam kepanikan hatinya, Nick selalu berusaha untuk menenangkan Tian.
Nick kembali membuka ponselnya, dia mengotak-atik ponselnya sambil berpikir apa yang harus dilakukannya.
"Ya sudah kalau begitu, gue ke kamar dulu," ujar Tian.
Saat ini Tian ingin meminta penjelasan kedua orang tuanya tentang isi map yang baru saja diberikan oleh Nick tadi di kantor.
"Pergilah, gue akan menunggu mama dan papa di ruang kerja lu," ujar Nick.
"Terserah, lu," ujar Tian.
Tian terlihat cuek, sebenarnya saat ini dia panik dan kacau, dia sengaja masuk ke dalam kamar agar Nick tidak mengkhawatirkan dirinya saat ini.
Dia memilih untuk membaringkan tubuhnya sejenak dan berpikir.
****.
Sebelum petang mengganti siang dengan malam.
Tuan Farhan dan Nyonya Sarah pun sudah datang, Yang dan Nick mengetahui kedatangan kedua orang tua itu, tapi mereka membiarkan kedua orang tua itu beristirahat terlebih dahulu.
Usai makan malam, Tian dan Nick mengajak kedua orang tuanya berkumpul di ruang keluarga untuk membahas masalah yang tengah mereka hadapi.
"Ada apa?" tanya Tuan Farhan penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Tian dan Nick.
Nick duduk di samping Tian, setelah itu Tian memberikan map yang di bawahnya tadi kepada papanya.
"Map apa ini?" tanya Tuan Farhan heran.
Dia menautkan kedua alisnya bingung dengan isi map tersebut.
__ADS_1
Tuan Farhan membuka map yang baru saja diberikan oleh putranya, iya mulai membaca satu persatu deretan kata yang tertera di map tersebut.
"Tidak mungkin," ujar Tuan Farhan sambil melempar map itu ke atas meja.
Dia tak percaya dengan isi surat tersebut, di sana tertera bahwa Tuan Farhan sudah memberikan perusahaan Piramids Group pada temannya.
Semua yang tertulis nyata lengkap dengan materai yang lengkap, sehingga kesungguhan isi surat tersebut memiliki kekuatan hukum.
Di sana dinyatakan bahwa perusahaan Piramids Group dihibahkan pada temannya yang bernama Tuan Basuki.
Tuan Basuki merupakan salah satu teman bisnis Tuan Farhan.
Tuan Farhan berusaha mengingat kapan dia menanda tangani isi surat tersebut.
Akhirnya dia teringat kejadian itu, di mana saat itu dia tengah asyik bercerita, Basuki datang membawa surat yang harus di tanda tanganinya tapi dia tidak sempat membaca isi surat tersebut.
"Apa jangan-jangan, waktu itu," gumam Tuan Farhan .
Tuan Farhan mulai menduga-duga, kapan dia menandatangani isi surat yang jelas-jelas merugikan dirinya.
"Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Tian bingung.
Perusahaan Piramids Group merupakan satu-satunya usaha yang berkembang pesat bagi keluarga Atmaja.
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali menyerahkan Piramids Group pada tuan Basuki." Nick menjawab pertanyaan Tuan Farhan.
Flash back off.
"Lalu apa yang terjadi setelah itu?" tanya Laras penasaran.
Nick menghela napas panjang, akhirnya dia pun menceritakan apa yang terjadi.
Keluarga Atmaja memilih untuk pergi keluar negeri dan menetap di sana.
Mereka pindah ke sebuah daerah terpencil.
Nick mendapat pilihan dari keluarga Atmaja untuk memilih ikut dengan mereka atau mencari pekerjaan yang lain.
Sebagai seorang anak angkat yang berbakti, Nick memilih untuk selalu ada bersama mereka sambil mencari cara untuk mengembalikan perusahaan Piramids ke tangan keluarga Atmaja lagi.
Dengan berat hati Nick harus meninggalkan Laras, dan berharap suatu hari nanti mereka bisa kembali bertemu dan berjodoh.
Laras mendengar cerita Nick dengan seksama, dia mengerti apa yang saat ini yang dirasakan oleh Tian.
"Lalu bagaimana dengan wanita yang bersama Tian waktu itu?" tanya Laras penasaran dengan apa hubungan Tian dengan gadis yang mereka jumpai di mall bersama Tian.
"Mhm, itu istrinya," jawab Nick jujur
__ADS_1
Bersambung...