Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta
Bab 91


__ADS_3

"Setelah ini apa yang harus aku lakukan? Hiks." Kyomi mulai menangisi nasibnya.


Saat ini dia hanya tinggal seorang diri di mansion megah miliknya.


Dia terduduk di lantai, dia meratapi nasib yang kini menimpa dirinya.


Kyomi sudah membayangkan dirinya akan menjadi seorang miskin tanpa ada pekerjaan yang bisa dilakukannya.


Selama ini Kyomi hanya bisa berfoya-foya menikmati harta kekayaan yang didapat oleh papanya.


Dirinya tidak pernah tahu-menahu tentang dari mana uang yang digunakannya. Yang dia tahu hanyalah, buku rekening dan kartu kreditnya dapat digunakan saat dia berbelanja atau saat dia membutuhkan.


Saat Kyomi masih meratapi nasibnya, seseorang melangkah masuk ke dalam kamar wanita itu.


Langkah demi langkah, tapak kaki kekar pria it uterus mendekati Kyomi yang kini meringkuk di lantai balkon kamarnya.


“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya si pria saat sudah berada tepat dihadapan Kyomi.


Perlahan Kyomi mengangkat wajahnya, dia menatap sang pria dari bawah hingga atas. Kyomi kaget saat si pria yang dibencinya kini telah berada di hadapannya.


Kyomi terdiam di tempatnya, dia masih bergeming. Dia tidak tahu harus bagaimana.


Sang pria pun memegangi lengan Kyiomi, lalu membantunya untuk berdiri.


“Apa yang kau lakukan di sini, nanti kamu masuk angin,” lirih Tian merasa kasihan pada Kyomi.


Meskipun Kyomi sudah berbuat semena-mena terhadap dirinya, tetapi dia masih memiliki rasa kasihan terhadap wanita yang sudah ditalaknya tadi pagi.


“Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Kyomi dengan nada penuh amarah.


“Oh, jadi kamu datang ke sini untuk mengambil mansion ini? Kamu juga akan mengusirku dari rumahku sendiri? Hah?” bentak Kyomi menuduh Tian begitu saja.


“Kau memang manusia paling kejam! Kau pria bring*ek!” bentak Kyomi lagi.


Kyomi yang tengah frustasi langsung memukul-mukul dada bidang Tian.


“Aku benci kau! Aku benci!” teriak Kyomi pada Tian.


Tian berusaha menenangkan Kyomi, Tian pun memeluk tubuh Kyomi yang sejak tadi terus berusaha memberontak dari cengkramannya.


“Hei, tenanglah!” lirih Tian pelan.


Tian berusaha memberi ketenangan kepada Kyomi yang terus saja memukul-mukul tubuh mantan suaminya itu.

__ADS_1


“Tenanglah!” bisik Tian.


Perlahan Kyomi mulai melunak, dia menghentikan pergerakannya.


Tian membiarkan Kyomi merasakan kehangatan yang tulus diberikannya pada mantan istrinya itu.


Setelah Tian merasa Kyomi lebih tenang, dia melepaskan pelukannya, lalu dia memegangi lengan Kyomi.


Tian menatap dalam pada Kyomi, berusaha memberikan perhatian lebih pada mantan istrinya itu agar kyomi tidak mengamuk lagi.


“Kyo,” lirih Tian.


Kyomi hanya diam, hatinya seketika merasakan tenang dnegan perlakuan sang mantan suami.


“Aku tidak akan melakukan itu semua padamu, meskipun papamu sudah menghancurkan hidupku. Aku tidak akan membalaskan semua yang sudah terjadi padamu, karena aku tidak sekejam itu.” Tian meminta Kyomi menerima apa yang diucapkannya.


Tian pun membawa Kyomi masuk ke dalam kamar lalu mendudukkan mantan istrinya itu di tempat tidur.


“Selagi aku masih hidup, kamu takkan pernah kekurangan apa pun, aku sudah berjanji pada Tuan Basuki untuk tetap menjagamu, meskipun perusahaan global Group sudah berada di tanganku sepenuhnya.


Kyomi terdiam mendengarkan apa yang sudah dikatakan oleh Tian.


“Tak ada yang harus kamu pikirkan atau kamu risaukan, sekarang beristirahatlah,” ujar Tian.


Perlahan Tian membaringkan tubuh Kyomi di atas tempat tidur.


“Tidurlah,” lirih Tian.


Tian pun hendak berdiri, tapi Kyomi menahan tangannya.


“Tian, tolong jangan pergi,”lirih Kyomi.


Kyomi merasa tersentuh dengan perhatian yang dilakukan Tian terhadap dirinya.


“Kyo, aku harus pergi.”Tian mencoba untuk melepaskan tangannya yang digenggam oleh Kyomi.


“Tian, aku mohon temani aku di sini,” pinta Kyomi terus memohon.


Tian membalikkan tubuhnya, lalu dia duduk di pinggir tempat tidur.


“Kyo, aku akan temani kamu di mansion ini, aku akan tidur di kamar sebelah,” ujar Tian.


Tian berharap Kyomi dapat memahami maksud dirinya, Tian tidak mau terjebak bersama Kyomi di saat seperti ini, karena dia harus menjaga hati seorang wanita yang sangat dicintainya.

__ADS_1


“Tidurlah,” pinta Tian.


Akhirnya Kyomi pun mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Tian, dia mengangguk lalu membiarkan Tian melangkah keluar dari kamarnya.


“Ya ampun, apa yang sudah terjadi padaku. Kenapa di saat aku sudah kehilangan dirinya, aku merasa sangat nyaman berada di sampingnya,” gumam Kyomi di dalam hati.


Kyomi mulai menyesali sikapnya terhadap Tian selam ini, dia tidak pernah menghargai Tian sebagai seorang suami. Bahkan Kyomi selalu menganggap Tian sebagai pelayan dalam hidupnya.


Kyomi menatap sedih punggung Tian yang sudah keluar dari kamarnya.


Tian pun masuk ke dalam kamar yang ada di sebelah kamar Kyomi, dia langsung mengunci pintu kamar dari alam, dia tidak mau mantan istrinya itu nekat masuk ke dalam kamarnya nanti.


****


Pada pukul 06.00 Tian sudah berada di ruang makan, dia sudah siap untuk menyantap sarapan pagi karena dia harus berangkat ke kantor pagi ini.


Sesuai jadwal yang sudah diberitahukan oleh Nick, hari ini mereka memiliki banyak jadwal meeting, sehingga Tian bersiap lebih awal dari pada sebelumnya.


Tian menyantap sarapan pagi yang sudah terhidang di atas meja seorang diri, Tian belum mendapati Kyomi turun dari kamarnya.


“Bi, siapkan sarapan pagi untuk Nona Kyo, saya yang akan mengantarkannya ke kamar Kyo nanti,” pinta Tian pada salah satu PRT yang sedang bekerja di ruang makan itu.


“Baiklah, Tuan.” Si PRT pun langsung meyiapkan sarapan pagi untuk Kyomi dan meletakkannya di atas nampan.


Sementara si PRT menyiapkan makanan untuk Kyomi, Tian pun menyantap menu sarapan pagi yang sudah ada di hadapannya.


“Ini, Tuan,” ujar si PRT meletakkan sebuah nampan di atas meja.


“Oh, ya udah, terima kasih ya, Bi,” ucap Tian.


“Sama-sama, Tuan,” ucap si PRT.


Tian memang terkenal ramah di mansion keluarga tuan Basuki, hampir semua pelayan yang ada di sana dikenalnya dengan baik.


Setelah menghabiskan makanan yang ada di piringnya, Tian pun berdiri lalu dia membawa nampan berisi makanan untuk Kyomi ke lantai 2 menuju kamar Kyomi.


Tian mengetuk pintu kamar Kyomi sebelum masuk ke dalam kamar,berkali-kali dia mengetuk belum ada tanda-tanda Kyomi mendengarkan ketukan pintu. Hingga akhirnya Tian pun masuk ke dalam kamar.


Saat berada di dalam kamar Kyomi, Tian mendapati gadis itu masih terlelap dengan nyenyaknya.


Tian meletakkan nampan berisi makanan itu di atas nakas, setelah itu duduk di pinggir tempat tidur.


Tian hendak membangunkan Kyomi, tapi tiba-tiba Kyomi menarik tangan Tian, hingga Tian terjatuh tepat di atas tubuh Kyomi.

__ADS_1


Wajah mereka berada di jarak yang sangat dekat, mereka saling menatap antara satu sama lain.


Bersambung…


__ADS_2