
"Aku mulai jatuh hati padamu," lirih Tian.
Kata-kata Tian membuat jantung Arumi semakin berdetak kencang.
Dia tidak dapat menguasai hatinya yang kini merasa bahagia dengan apa yang baru saja diucapkan oleh pria yang pernah dibencinya.
Rasa benci dan cinta memang beda-beda tipis, kini Arumi juga merasakan hal yang sama terhadap pria yang dibencinya itu.
"A-aku,--"
"Kamu tidak perlu menjawab saat ini juga, yang penting bagiku saat ini kamu tak lagi membenciku," tutur Tian penuh harap.
Entah mengapa, Arumi langsung memeluk tubuh kekar Tian.
Dia merasa nyaman saat berada di dekat Tian, dia yakin Tian merupakan orang yang pantas untuk dicintai.
Tian kaget mendapatkan pelukan erat dari Arumi, dia merasa senang dengan perlakuan Arumi.
"Aku berjanji akan menjagamu dan mencintaimu semampuku," ucap Tian.
Mereka pun menikmati perjalanan wahana komedi putar itu dengan rasa yang sulit mereka artikan.
Tak terasa wahana itu pun sudah berhenti, Tian mengajak Arumi turun dan mereka pun berkeliling menikmati beberapa wahana yang tersedia di sana.
Di saat mereka tengah berjalan melewati sebuah toko boneka. Arumi berhenti melihat boneka beruang berukuran besar.
Boneka beruang berwarna biru itu menarik perhatian Arumi, dia berhenti dan hendak membeli boneka itu.
"Kamu mau boneka itu?" tanya Tian pada Arumi.
"Bonekanya lucu," seru Arumi.
Dia benar-benar tertarik dengan boneka yang terpajang di toko boneka itu.
"Ya udah, yuk kita tengok," ajak Tian.
Tian menarik tangan Arumi, dia mengajak Arumi masuk ke dalam toko. Arumi langsung menghampiri boneka beruang berwarna biru itu lalu memeluk boneka yang berukuran sama besar dengan tubuhnya.
"Kamu mau boneka ini?" tanya Tian memastikan kekasihnya menyukai boneka itu.
Arumi mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Tian.
"I inhyeong-ui gagyeog-eun eolmaibnikka? (berapa harga boneka ini?)" tanya Tian pada pelayan toko.
"I inhyeong-ui gagyeog-eun 20man-won (Boneka ini harganya 200 ribu won)," jawab pelayan toko.
"Ne, jeoneun i inhyeong-eul sassseubnida, (ya sudah saya beli boneka ini)." Tian meminta pelayan toko membungkus boneka pilihan Arumi.
__ADS_1
"Igeos-eun inhyeong-ida (Ini bonekanya)," ujar si pelayan toko sambil menyerahkan bungkusan boneka yang dipilih Arumi tadi.
Setelah itu Tian pun membayar boneka yang diinginkan oleh Arumi.
"Lho kenapa kamu yang bayar? aku ada uang kok," ujar Arumi hendak menghalangi Tian membayar tagihan boneka yang diinginkannya.
Arumi merasa tidak enak hati dengan apa yang dilakukan oleh Tian terhadap dirinya.
"Mhm, aku hanya ingin memberimu hadiah," ujar Tian.
"Tapi,--"
Arumi tidak ingin berhutang Budi pada Tian.
"Sudahlah, yuk," ajak Tian.
Pria itu menarik tangan Arumi melangkah keluar dari toko tersebut.
Saat mereka baru saja hendak keluar dari toko tersebut, Arumi mendengar sebuah kotak musik yang tidak asing di telinganya.
Seketika Arumi menghentikan langkahnya, bunyi kotak musik tersebut menarik perhatiannya.
Dia menoleh ke arah kotak musik yang sedang berbunyi, Dia teringat dengan kotak musik miliknya.
Suara dan bentuk kotak musik itu hampir sama dengan kotak musik miliknya.
Tian juga ikut menghentikan langkahnya saat Arumi berhenti.
Perhatian Tian juga tertuju pada kotak musik tersebut. Dia teringat dengan hadiah yang pernah diberikannya pada seorang wanita yang sama sekali tidak dikenalnya.
Dia tersenyum mengingat hal bodoh yang pernah dilakukannya.
Arumi masih saja diam, tidak menjawab pertanyaan dari Tian.
"Kalau kamu suka dengan kotak musik itu ya sudah ambil saja," ujar Tian pada Arumi.
"Tidak aku sudah memiliki kotak musik yang sama seperti ini," jawab Arumi sambil menggelengkan kepala.
Tian menakutkan kedua alisnya.
"Seseorang pernah mengirimiku hadiah sama persis dengan kotak musik ini," ujar Arumi lagi.
Arumi teringat dengan tindakan bodohnya yang pernah berkomunikasi dengan seorang pria yang tidak dikenalnya sama sekali di dalam dunia maya. Saat itu dia hampir larut dalam asmara dunia mayanya.
Namun, saat dia melihat sahabatnya menyukai pria yang ditemuinya saat pertemuan yang direncanakan oleh Arumi dan pria dalam dunia maya itu, Arumi memilih untuk melupakan komunikasinya dengan pria tersebut.
"Siapa?" tanya Tian penasaran.
__ADS_1
Tian juga mengingat bahwa dirinya pernah mengirimi seorang gadis kotak musik yang sama dengan apa yang mereka lihat saat ini.
"Aku juga tidak terlalu kenal dia, aku hanya kenal dia melalui media sosial," jawab Arumi jujur sambil menertawai kebodohannya.
"Benarkah?" tanya Tian pada Arumi.
"Apa jangan-jangan gadis yang aku kirimi kotak musik waktu itu adalah Arumi," gumam Tian dalam hati.
"Iya, waktu itu aku sempat janjian dengannya tapi aku menyuruh Laras untuk menemui pria tersebut, dan sekarang Laras sudah memiliki hubungan dengan pria itu," ujar Arumi menceritakan masa lalunya.
"Ya ampun, apakah kamu Wilona?" tanya Tian.
"Kenapa kamu bisa tahu nama samaranku?" tanya Arumi.
Arumi pun mulai memutar otaknya.
"Ya ampun, apakah kamu Reynald?" tanya Arumi.
"What's?" pekik Arumi dan Tian.
Mereka tak percaya dengan apa yang sudah terjadi. Mereka tertawa bersamaan saat mereka kini menyadari bahwa orang yang pernah mereka benci pernah berkomunikasi dengan baik dalam dunia maya.
"Ya ampun, ternyata kita, hahaha." Mereka menertawai diri mereka masing-masing.
Ternyata mereka sempat saling memberi perhatian satu sama lain. mereka pun sadar bahwa sahabat mereka yang menjadi tokoh pengganti waktu itu kini sudah saling menyayangi.
Tian merangkul tubuh Arumi dan kini mereka pun saling mencintai.
"Dunia itu memang sempit," lirih Tian.
Malam itu menjadi malam yang indah bagi Arumi dan Tian kini mereka sudah saling mencintai mereka sudah menjadi sepasang kekasih.
Meskipun hubungan mereka sudah jelas, namun Arumi meminta Tian untuk menyembunyikan status mereka.
Arumi tidak ingin status mereka diketahui oleh teman-temannya. Arumi melakukan hal itu karena Arumi tidak ingin Tian dibenci oleh siswa laki-laki di SMA Cendikia.
Arumi sadar bahwa dirinya selalu menjadi wanita incaran para siswa laki-laki di SMA Cendekia.
Ini semua dilakukan oleh Arumi demi menjaga nama baik Tian sebagai guru di SMA Cendekia.
Tian pun menyetujui permintaan Arumi.
Semua siswa menikmati keseruan bermain di wahana Lotte world.
Begitu juga dengan Laras, gadis itu menikmati indahnya malam di negara Korea bersama pria yang sudah resmi menjadi kekasihnya.
Nick memberikan apa yang diinginkan Laras, tapi Laras sadar diri bahwa sebuah cinta dan kasih sayang tidak perlu dibuktikan dengan harta benda atau barang-barang berharga.
__ADS_1
Cinta dan kasih sayang akan dapat dirasakan secara langsung jika hati memang sudah menyatu dan saling terikat.
Bersambung...