
"Baiklah, Tuan. Saya bersedia," jawab Tian.
"Baiklah, kalau begitu. Acara akan kita laksanakan." Tuan Basuki senang dengan kesediaan Tian menjadi menantunya.
Setelah itu, Tuan Basuki mulai memberitahukan pada penghulu dan saksi bahwa akad nikah akan dimulai.
Sedangkan Tian kembali ke tempat Nick berada.
"Ada apa?" tanya Nick penasaran.
"Tuan Basuki meminta gue buat nikahin putrinya," jawab Tian santai.
"Apa? terus lu jawab apa?" tanya Nick panik.
"Gue terima permintaannya, mana tahu dengan cara ini kita semakin mudah untuk merebut apa yang seharusnya menjadi milik kita," bisik Tian pada sahabatnya.
"Lu yakin?" tanya Nick khawatir.
"Iya," jawab Tian dengan penuh percaya diri.
Tak berapa lama, acara akad nikah pun akan dimulai.
Tuan Basuki membawa putrinya keluar dari kamar, lalu mendudukkan sang putri di samping Tian yang sudah berada di tempat akad nikah akan dilangsungkan.
Kyomi kaget saat melihat pengantin pria yang menggantikan posisi kekasihnya telah duduk di depan penghulu.
"Kenapa kamu mau menggantikan Stevan?" tanya Kyomi kesal pada Tian.
Tian hanya diam dia tidak menjawab pertanyaan Kyomi yang terlihat kesal padanya.
Setelah itu acara akad nikah pun dilangsungkan.
Kini Tian sudah resmi menjadi menantu Tuan Basuki, suami dari Kyomi putri satu-satunya tuan Basuki.
Para karyawan yang hadir dalam acara tersebut merasa iri dengan apa yang didapat oleh Tian saat ini, karena setahu mereka Tian merupakan karyawan baru di Global group.
"Selamat, Bro. Lu udah sah jadi laki orang," bisik Nick mengejek sahabatnya.
"Lu tenang saja, ini merupakan misi yang sudah disiapkan oleh Karin buat kita." Tian pun memberitahukan apa yang sudah direncanakan oleh Karin.
Setelah acara akad nikah, resepsi pun dilaksanakan di sebuah ballroom hotel bintang lima di ibu kota. Pesta pernikahan itu dihadiri oleh banyak tamu yang berasal dari kalangan keluarga, rekan bisnis serta teman-teman sosialita Kyomi.
Pada pukul 22.00. acara resepsi pernikahan pun selesai. Para tamu terlihat sudah pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
"Bro, gue pulang duluan, jika ada yang lu butuhkan, lu hubungi gue langsung," ujar Nick berpamitan pada sahabatnya.
Dia tidak mungkin menunggui sahabatnya yang akan melakukan malam pertama dengan wanita yang sudah sah menjadi istrinya.
Pernikahan yang dilakukan oleh Tian merupakan pernikahan yang bertujuan untuk balas dendam. Mau tak mau dia harus berkorban demi meraih kembali haknya.
" Oke, tolong beri gue obat tidur. Supaya gue selamat dari malam pertama," bisik Tian pada Nick.
Tian takut Kyomi akan langsung meminta haknya sebagai seorang istri, untuk itu Tian meminta Nick menyediakan obat tidur agar istrinya terlelap di malam pertama mereka.
"Siap." Nick pun keluar dari hotel sejenak.
Tak berapa lama dia kembali dengan apa yang sudah diminta oleh sahabatnya itu. Lalu dia pun pergi.
"Tian, terima kasih dengan apa yang sudah kamu lakukan," ujar Tuan Basuki menghampiri pengantin baru.
Tian tersenyum.
"Sama-sama, Tian," ucap Tian.
"Mulai sekarang, jangan panggil Tuan lagi, panggil saya Papa," ujar Tuan Basuki bahagia
Pria paruh baya itu sangat bahagia karena dia dapat menikahkan putrinya dengan pria yang diinginkannya.
"Kyomi, selamat ya, Nak. Ayo, bawa suamimu ke kamar VVIP yang sudah disiapkan untuk kalian," perintah Tuan Basuki pada putrinya.
"Baiklah, Pa," lirih Kyomi.
Kyomi merasa tersiksa dengan apa yang sudah terjadi hari ini.
Angan-angannya hidup bahagia bersama kekasih yang dicintainya gagal total.
Kyomi juga kecewa pada pria yang sudah mengingkari janjinya. Pria yang tidak hadir saat acara akad nikah mereka akan dilangsungkan.
Kyomi pun melangkah terlebih dahulu menuju kamar setelah Tuan Basuki meninggalkan mereka.
Tian mengikuti langkah istrinya dari belakang.
Saat berada di dalam kamar hotel, Kyomi mendorong Tian hingga Tian jatuh ke atas tempat tidur.
"Hei, pira bren*sek," bentak Kyomi melampiaskan amarahnya pada Tian.
Tian hanya mengernyitkan dahinya, dia heran dengan tingkah Kyomi terhadapnya.
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan sehingga kau bersedia menikah denganku?" tanya Kyomi penuh selidik.
"Maaf, Nona. A-aku hanya membantu tuan Basuki untuk menutup rasa malunya dari seluruh tamu yang hadir di acara tadi," ujar Tian pada Kyomi.
Kyomi terdiam saat mendengar jawab Tian.
"Baiklah kalau begitu, gue akan maafkan lu, tapi jangan pernah lu berharap bisa menyentuh tubuh gue," bentak Kyomi.
"Wow, Alhamdulillah. Ini yang gue mau," gumam Tian di dalam hati.
Tian bersyukur dengan apa yang dikatakan oleh Kyomi. Itu artinya dia tidak perlu bertanggung jawab pada wanita yang sudah dinikahinya itu.
"Malam ini lu tidur di sofa itu!" bentak Kyomi sambil menunjuk ke arah sofa panjang yang tersedia di kamar tersebut.
Kyomi pun mengambil pakaiannya di dalam koper, lalu dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum dia tidur.
Acara hari ini membuat dia lelah, dan gerah. Dia berharap rasa pegal tubuhnya hilang setelah berendam di air panas.
Tian pun tersenyum bahagia, meskipun dia terjebak dalam pernikahan ini. Dia tidak harus mencintai istrinya karena istrinya tidak mencintainya.
Saat ini Tian masih mencintai Arumi, di hatinya masih ada nama Arumi.
Tian tahu apa yang sudah dilakukannya, sudah menyakiti hati Arumi tapi, dia sudah berjanji di hatinya. Dia akan kembali pada Arumi jika dia sudah dapat merebut kembali Piramids Group.
Jika nanti Arumi tidak mau menerima dirinya lagi itu sudah menjadi konsekuensi jalan yang sudah diambilnya.
Selama ini hanya Arumi yang ada di hatinya.
Setelah satu jam, Kyomi keluar dari kamar mandi, dia sudah mengenakan piyama yang tertutup agar Tian tidak tertarik dengan tubuh indahnya.
Tian kini sedang duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya. Dia pun melangkah menuju kamar mandi setelah Kyomi keluar dari kamar mandi.
Saat Tian hendak masuk ke dalam kamar mandi, Tian melirik ke arah Kyomi yang sedang meminum segelas air putih yang sudah diberi Tian obat tidur. Setelah itu Kyomi pun membaringkan tubuhnya dan tertidur pulas.
Tian tersenyum.
"Meskipun kamu tidak menginginkan diriku, tapi lebih baik kamu tidur dengan nyenyak dari pada kamu mengusik malamku," gumam Tian di dalam hati
Tian sengaja memberi istrinya obat tidur agar wanita itu tidak mengusik malamnya, Tian tidak ingin istrinya menikmati wajah tampannya di saat dia tertidur nantinya.
Setelah itu Tian pun masuk ke dalam kamar mandi, dia pun mulai membersihkan dirinya yang terasa sangat lengket.
Bersambung...
__ADS_1