Benih Titipan Tuan Mafia

Benih Titipan Tuan Mafia
Bagian 14


__ADS_3

Keesokan harinya..


Saat Nay membuka mata. Dia tidak menemukan Kai di dalam ruangan. Nay menurunkan kakinya lalu berjalan untuk mencari keberadaan Kai.


Kemana lelaki itu?


Tidak ingin ambil pusing, Nay bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Dia berniat membersihkan diri sebab jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Setelah membersihkan diri, Nay menatap lekat ke arah cermin. Tangannya terangkat dan mengusap wajahnya dengan ujung jari. Dia melihat orang lain di pantulan cermin tersebut.


Hasilnya sangat memuaskan. Tapi ini bukan aku..


Bukan tanpa alasan Nay mengeluh sebab dia tengah memikirkan bagaimana pendapat Hendra ketika bertemu dengannya.


Apa dia mengenali ku?


Tarikan nafas terdengar berhembus. Nay merasa tidak yakin jika Hendra mengenalinya apalagi Kai sudah menyiapkan identitas baru untuknya.


"Aku tidak mengerti cara kerja seorang Mafia. Kenapa dia bisa membuat biodata baru untuk ku." Nay tidak habis fikir setelah melihat sendiri buku nikah yang tertulis nama barunya.


Kai bahkan membuat akta kelahiran dan juga data kependudukan palsu namun menyakinkan. Fikiran Nay tidak sanggup menjangkau bagaimana Kai bisa melakukan itu semudah membalikkan telapak tangan.


"Sebaiknya aku cepat."


Nay keluar kamar mandi dan mendapati Kai sudah duduk di sofa. Dia hanya meliriknya lalu berjalan ke lemari untuk mengambil baju.


Terlihat jelas kegelisahan pada mimik wajah Kai. Hampir semalaman penuh dia tidak sanggup memejamkan mata karena perasaannya kian terasa aneh.


Apa aku gila? Kenapa aku tidak bisa tidur hanya karena melihatnya menutup mata.


Memang ini kali pertama bagi Kai berinteraksi dengan wanita. Namun bukan berarti dia tidak pernah berjumpa wanita cantik.


Sangat banyak wanita yang dulunya ingin mendekat sebelum dia menyandang ketua Mafia. Kai berusaha menjaga hati untuk satu nama tanpa kejelasan.


Tapi setelah status ketua Mafia di sandang. Kai jarang bersosialisasi dengan orang sekitar dan lebih memilih bersembunyi.


Apa karena aku sudah lama tidak bersosialisasi dengan orang lain?


"Kenapa Tuan?" Pertanyaan Nay membuyarkan lamunan Kai.


"Tidak ada." Jawab Kai berusaha bersikap tenang." Hari ini kamu hanya menemani Han sampai pukul sebelas siang." Imbuhnya mengingatkan.


"Ya Tuan. Aku ingat."


"Jangan lupa untuk teliti pada gerak gerik Jessica." Nay belum mengerti jika Jessica merupakan Istri dari Hendra.


"Pendamping Mas Hendra?"


"Hm. Aku tidak tahu hubungan mereka sejauh mana. Tapi mereka sering tinggal satu atap." Gerakan tangan Nay terhenti. Dia menoleh ke arah Kai yang juga tengah menatapnya.


"Maksud mu?"


"Jessica adalah wanita yang bersama mantan Suami mu kemarin." Sontak saja Nay menghembuskan nafas berat. Dia mengakui kedewasaan Jessica dari bentuk tubuhnya sehingga sangat wajar jika Hendra tergoda.

__ADS_1


"Kita memiliki satu tujuan." Nay kembali pada posisi dan memoles wajahnya.


"Tidak." Jawab Kai cepat.


"Katamu ingin menyingkirkan wanita itu?"


"Sebab dari wanita itu, aku bisa mengetahui lokasi Elang berada di mana. Ingat Nay. Kamu tidak boleh gegabah ketika bertindak nantinya. Sebelum misi ini selesai, kau di larang berkata jujur pada mantan Suami mu."


"Hm ya. Aku akan kembali menjerat Mas Hendra dengan wajah ini. Setelah semuanya beres, aku tinggal mengakui jati diri ku dan semua selesai."


Hati Kai kembali berkedut nyeri ketika Nay mengatakan perpisahan yang akan terjadi saat Nay berhasil memberikannya anak.


"Tugasmu mengorek informasi dari Hendra. Dia masih terlalu lugu, jadi mungkin itu memudahkan semuanya."


"Ingat untuk tidak melukai nya." Nay berdiri dari kursi rias. Dia memasukkan barang-barang yang perlu di bawa ke dalam tas sementara Kai memperhatikannya dari tempatnya duduk.


"Hm jika dia tidak terlibat." Jawab Kai seraya mendengus. Wajahnya berpaling karena tidak ingin Nay menyadari tatapannya.


"Aku yakin Mas Hendra tidak tahu apa-apa."


"Semua bisa buta karena kekuasaan."


"Aku yakin...."


"Hentikan keyakinan mu itu!" Sahut Kai cepat." Semua orang yang menghalangi jalanku harus ku musnahkan termasuk mantan Suami mu." Imbuh Kai tegas.


"Janjimu tidak begitu Tuan."


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Mungkin benar jika kamu adalah Tuannya tapi aku sedang bersama sesuatu yang mungkin bisa mengendalikan mu."


Nay meraih tas kecilnya lalu berjalan tenang di ikuti oleh Kai. Tentu saja dia merasa cemas dengan ancaman yang Nay lontarkan.


"Awas saja jika kau melakukan sesuatu dengan calon anakku."


"Aku akan menjaganya seperti kamu menjaga janjimu untuk tidak melukai Mas Hendra."


"Apa bagusnya lelaki itu!"


"Tidak bagus. Tapi aku mencintai nya." Masih saja Nay bersikukuh dengan keyakinan jika Hendra hanya sedang khilaf.


Keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam lift. Perdebatan itu membuat mereka tidak sadar jika sejak tadi Elang memperhatikannya.


Hubungan mereka sepertinya tidak harmonis..


Elang mengambil ponselnya lalu menghubungi sebuah kontak.


📞📞📞


"Buntuti wanita itu. Aku ingin tahu dia akan pergi kemana.


📞📞📞


Elang langsung menutup telepon dan kembali masuk ke dalam apartemen sambil menunggu kabar dari anak buahnya.

__ADS_1


.


.


.


.


Setibanya di lokasi. Kedatangan Nay di sambut oleh Han sementara Kai memutuskan pergi untuk mengecek keadaan Devan.


Han menjelaskan perihal pertemuan hari ini agar Nay tidak bingung. Namun tatapan Nay terlihat tidak fokus sebab dirinya ingin segera bertemu dengan Hendra.


"Saya harap anda bisa menjalankan semua sesuai dengan rencana Nona. Em.. Tuan saya tidak menyukai kegagalan." Nay mengerutkan keningnya.


"Saya tahu." Jawabnya dengan nada meninggi.


"Jika tahu kenapa anda tidak mendengarkan penjelasan saya?"


"Saya dengar." Han mengangguk-angguk seraya tersenyum.


"Coba sebutkan apa yang saya jelaskan tadi."


"Perencanaan pembangunan tahap awal dan rincian dana yang harus di keluarkan." Han terkejut dengan apa yang di dengar padahal Nay tadi terlihat tidak fokus.


"Saya terkesan."


"Aku akan melakukan tugas dengan baik."


"Saya percaya. Em mari ikut saya."


Nay berjalan di samping Han, melewati beberapa staf biasa yang terlihat tengah fokus berkerja. Dia cukup takjub melihat penampakan perusahaan besar tersebut walaupun sebenarnya perusahaan itu tidak ada apa-apa dengan Xu grup.


Pantas saja kamu memilih meninggalkan ku Mas. Wanita itu sudah memberikan sesuatu yang luar biasa sementara aku hanya memiliki cinta..


Di sebuah ruangan, Han berhenti dan tidak langsung masuk. Dia menyerahkan berkas ke Nay agar penyamaran berjalan lancar.


Ketika pintu kokoh itu terbuka, Nay hampir berhenti bernafas saat melihat Hendra dan Jessica menyambut kedatangan mereka.


Cukup gugup awalnya, namun Nay sanggup mencium mimik wajah palsu yang keduanya perlihatkan. Senyum mengembang yang berusaha mereka suguhkan, tidak lain ingin menutupi kemunafikan.


Sejak kapan Mas Hendra pandai berbohong? Senyumnya terlihat ganjil.


"Silahkan duduk Pak Han." Ujar Hendra mempersilahkan, maniknya cukup segar saat melihat wajah Nay sekarang. Sesuai tebakan, Hendra tidak mengenali jika wanita yang duduk di samping Han merupakan Mantan Istrinya.


"Maaf saya terlambat. Em sekertaris saya terjebak macet tadi." Hendra mengangguk dan bersikap salah tingkah menanggapi tatapan Nay padanya.


Sementara yang terjadi pada Jessica. Dia memperhatikan Nay penuh curiga. Apalagi paras di hadapannya begitu sempurna sehingga mungkin saja Hendra akan tergoda dan melupakan misi awal.


"Ingat sayang. Secantik apapun sekertaris nya. Kamu tidak boleh lengah dan harus fokus." Bisik Jessica seraya memasang wajah palsu.


Hendra hanya tersenyum simpul. Sejak kejadian tadi malam dia merasa kesal dengan Jessica bahkan sudah memutuskan untuk mencari wanita lain.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2