Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
Bagian 105


__ADS_3

"Ah makanan apa ini? Kenapa rasanya bisa seperti ini?"


Erina berdiri kaku mendengarkan komplain dari mama mertuanya tentang masakan yang baru saja ia buat. Tadi ia berinisiatif untuk memasak beberapa macam makanan hasil belajarnya di kelas pelatihan online.


Wanita itu sudah yakin jika masakannya sudah memiliki cita rasa yang sempurna karena Erina benar-benar niat untuk memasaknya. Ia tadi sudah sangat kegirangan saat mencicipi masakan itu.


Tetapi mengapa sekarang mama mertuanya justru melepehkan hasil kerja kerasnya.


"Bukannya ini udah pas ya, Ma rasanya?"


"Lidah kamu nggak beres atau gimana, ini jauh dari kata pas. Terus saya harus makan apa kalau kaya gini?"


"Kalau gitu Erina masakin lagi ya, Ma."


"Nggak perlu!"


Mama beranjak dari meja makan, meninggalkan Erina yang hanya menghela nafas lelahnya.


Erina mencicipi hidangan yang tadi dicicipi Mama, ya setelah dipikir-pikir rasanya memang aneh, namun itu juga tidak terlalu buruk.


"Mungkin aku harus belajar masak sama mbak Sisca."


Erina melirik jam dinding yang ternyata sudah menunjukan pukul setengah delapan malam tetapi Ditya belum juga kembali dari kantornya.


Segera ia mengambil ponsel dan menghubungi nomor Ditya, beberapa saat nada sambung terdengar tetapi selanjutnya suara mbak-mbak operator yang terdengar.


Tidak mau menyerah Erina kembali menghubungi nomor itu, dan setelah ketiga kalinya mencoba barulah panggilan itu diangkat.

__ADS_1


"Hallo."


"Kamu dimana kok belum pulang udah jam segini?"


"Ini aku lagi jalan pulang kok, tadi ada sedikit masalah di kantor makanya baru bisa pulang."


"Oh yaudah hati-hati yah."


"Iya."


Erina menutup panggilan itu, ia merasakan qda yang aneh dengan Ditya.


Erina masih belum bisa melegakan hatinya saat Ditya pergi di malam pertama pernikahan mereka, itu sangatlah melukai Erina. Dan sekarang menyusul sikap Ditya yang sepertinya sedikit menjauh darinya.


Awalnya Erina kira jika menikah denga iya Ditya bisa membuatnya lebih dekat denga iya Ditya dan mendapatkan cinta dari lelaki itu tetapi kenyataannya adalah justru Ditya semakin menjauh.


Erina tidak pernah tahu alasan dari Ditya berlaku seperti itu padanya, tetapi hal itu cukup aneh sehingga dirinya sangat curiga.


"Sayang."


Raina baru saja selesai mengganti bunga di ruangan itu, agar terasa segar dan wangi. Bukan bunga yang wanginya menyengat tetapi lebih ke menyegarkan ruangan.


"Iya, Mas?"


Raina beranjak duduk di kursi samping ranjang. Mengamati wajah lawan bicara dengan seulas senyuman.


"Maaf ya ke Disneylandnya jadi batal."

__ADS_1


Semenjak Rean masuk rumah sakit Raina bahkan sudah lupa tentang rencana ke Disneyland, itu sama sekali tidak penting dibandingkan dengan kondisi Rean.


Mikaila juga sama sekali tidak menanyakan tentang pergi kesana, saat kemarin datang Mikaila hanya tidur di samping ayahnya dan menceritakan banyak hal pada Rean tetapi tidak sama sekali menyinggung untuk pergi kesana.


"Masih, sempet-sempetnya ya Mas mikirin itu, yang penting kamu sembuh aja udah cukup."


"Tapi nanti setelah aku keluar dari rumah sakit udah susah lagi ngatur jadwal buat cuti, jadi kita beneran nggak jadi liburan."


"Enak aja, setelah keluar dari rumah sakit kamu nggak boleh terlalu banyak bekerja. Inget kondisi kamu, jangan sampai kecapean."


"Iya aku tahu sayang, emang akhir-akhir ini terlalu sibuk aja sampai drop."


"Mas kedepannya aku nggak mau ya, kamu sembunyiin apapun dari aku. Kita ini suami istri Mas, kalau kamu benar-benar anggap aku sebagai istri kamu seharusnya kamu bisa terbuka dong sama aku."


"Maaf."


"Janji ya, ini yang terkahir kalinya kamu menyembunyikan sesuatu."


"Iya sayang aku janji."


━━━━━ P K M T M K━━━━━


Maaf sekali pendek, ini lanjutan sebelumnya soalnya hehe.


Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!


Terimakasih and love you full.

__ADS_1


With love,


Khalisa🌹


__ADS_2