Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
89. Pembuktian.


__ADS_3

"Saya adalah Erina mantan istri Mas Rean, saya datang kesini untuk menjelaskan semua hal yang sudah saya perbuat di masa lalu."


Semua orang yang ada disana diam, baik papa ataupun mama. Tidak ada yang berucap, antara malas meladeni ataupun takut jika berbuat berlebihan jika tidak menahan diri.


Saat ini di depan mereka tengah ada orang ketiga yang merusak rumah tangga anak mereka.


"Malam itu saya menjebak Mas Rean agar meniduri saya dengan obat perangsang tanpa ia tahu, setelah itu saya meminta pertanggung jawaban karena saya hamil. Awalnya Mas Rean enggan tapi karena saya memohon akhirnya ia bersedia ... Tujuan saya adalah untuk mendapatkan mas Rean sepenuhnya tetapi ternyata itu tidak berhasil, saya memang diberi uang dan tempat tinggal tetapi tidak dengan kasih sayang dan cinta."


Erina menghela nafasnya pelan sebelum kembali melanjutkan kalimatnya, tentu sangat memalukan menjelaskan semua perbuatannya ini. Jika bukan karena Ditya yang selalu setia disampingnya, Erina lebih memilih melarikan diri saja.


"Selama satu tahun pernikahan kami, Mas Rean tidak pernah menginap dan hanya datang untuk almarhum anak kami. Mas Rean tidak pernah mau menyentuh saya sekalipun saya sudah menggodanya. Semua ini memang salah saya, ini semua karena keegoisan saya."


Plakk,


Satu tamparan mendarat di pipi sebelah kanan Erina, pelakunya adalah ibu dari Raina.


Ditya yang berada di samping Erina juga hanya diam, tidak berniat melerai, ia tahu seperti apa kemarahan dari kedua orang tua Raina ini.


Tetapi uuntug hanya sekali saja tamparan yang dilayangkan.


"Kamu tau nggak, atas perbuatan kamu itu, berapa orang yang tersakiti?"


"Saya tahu itu semua salah saya, saya sedang berusaha untuk berubah."


"Kenapa baru sekarang sadarnya? Kenapa nggak dari dulu?"


"Kamu sudah menyakiti anak saya terlalu dalam, mana ada wanita yang rela dirinya di duakan dan dibohongi selama setahun dan itu semua kamu penyebabnya. Nggak punya hati ya kamu!"


Mama bergerak maju ke arah Erina hendak menjambak rambut wanita itu, tetapi belum sempat ia lakukan Ditya sudah berdiri di depan Erina mencipatakan benteng agar Erina tidak terluka.


Ia meminta Erina datang adalah untuk menjelaskan seluruh kesalahannya bukan untuk menerima luka fisik.

__ADS_1


"Erina sudah berani menjelaskan semuanya dan meminta maaf Tante, tolong jangan berbuat kasar."


"Kamu jangan lindungi pelakor ini! Kamu pikir kata maaf dapat menyembuhkan luka kami? Tidak!"


"Saya tahu mungkin kesalahan Erina tidak bisa dimaafkan, tetapi apakah Tante tidak ingin memberi kesempatan untuk dia berubah, saat ini Erina sedang berusaha memperbaiki dirinya, dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama."


Ditya meraih lengan Erina dan hendak membawanya beranjak.


"Kami datang kesini untuk menjelaskan semuanya, kami sudah selesai. Kami permisi."


Kali ini Ditya dan Erina melangkahkan kakinya pergi dari sana, menyisakan mama dengan tatapan kesal dan papa dengan pandangan kosongnya.


***


Dua orang lelaki itu saling beradu tatap, tetapi sorotan mata mereka memiliki arti yang berbeda, yang satunya terlihat kosong sedangkan yang satunya lagi terlihat tajam.


Salah satunya menghela nafas, sebelum membuka pembicaraan.


"Selingkuhan kamu itu memang sudah datang dan menjelaskan semuanya, tapi bukan berarti kamu mendapatkan maaf."


"Bukan masalah itu, perbuatan kamu yang menyembunyikan semuanya selama satu tahunlah yang membuat saya kecewa. Kamu seharusnya bisa jujur dan mengatakan semuanya dari awal, tidak sampai begitu lama kebohongan itu kamu sembunyikan."


"Rean nggak siap mengatakan semuanya karena takut Raina akan pergi, hal yang paling Rean takutkan adalah Raina berpaling."


"Saya nggak percaya."


"Tolong jangan pisahkan kami, Pa. Rean janji bakal bikin Raina bahagia dan akan memastikan hal yang sama tidak akan terulang lagi. Tolong kasih Rean kesempatan kedua."


Papa kembali menghela nafas, Raina adalah putri kesayangannya. Kebahagiaan anak itu memang yang utama.


Memang Raina juga sangat mencintai Rean, tetapi papa ingin memastikan agar Rean benar-benar menjaga Raina sepenuh hati.

__ADS_1


"Buktikan jika memang kamu bisa di pegang janjinya."


"Rean bakal buktiin kalau Rean benar-benar sayang sama Raina."


"Sebagai pembuktiannya saya ingin kamu menyetujui pencabutan kerjasama perusahaan kita."


Pencabutan kerjasama perusahaan itu artinya akan sama saja mendorong perusahaan Rean ke titik terendah. Pemutusan kerjasama itu meski juga berdampak tetapi papa tidak akan mendapatkan kerugian yang begitu besar.


Sedangkan untuk perusahaan Rean, harus menarik merk barang-barang yang tadinya berada dalam lingkup kerjasama. Tentu hal itu akan memberikan kerugian yang sangatlah besar.


Terlebih sedang dalam kondisi seperti ini, dimana Atmaja group masih belum pulih atas musibah kemarin.


"Saya ingin pembuktian, kamu lebih memilih tetap mempertahankan Raina atau Atmaja group hancur."


Atmaja group adalah perusahaan yang Rean rintis selama bertahun-tahun, tidak mudah membuat perusahaan itu mendulang sukses sebesar ini. Membutuhkan kerja keras dan juga usaha mati-matian.


Jika pemutusan kerjasama ini terjadi disaat perusahaannya tidak baru saja mendapat musibah mungkin masih mudah diselamatkan, tapi kondisi saat ini Atmaja group masih dalam krisis ekonomi.


Papa mengambil sebuah dokumen berisi pemutusan kerjasama yang sudah ditandatangani oleh dirinya.


"Kamu lebih memilih perusahaan kamu hancur atau Raina?"


Meski tidak bersama Raina tetap akan baik-baik saja bersama dengan keluarganya, Rean yakin itu. Tetapi ia tidak rela jika harus melihat Raina menikah lagi dengan orang lain. Tidak bisa menemui Raina dan anak-anaknya adalah sebuah mimpi buruk.


Rean mengambil bolpoint bertinta hitam itu dan lekas membubuhkan tanda tangannya.


Atmaja group memanglah bukti karirnya yang gemilang, tetapi Raina adalah dunianya.


...━━━━━ T O  B E  C O N T I N U E━━━━━...


SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.

__ADS_1


THANKS AND SEE YOU....


^^^Central java, 31 January 2022^^^


__ADS_2