Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku

Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku
76. Cemburu.


__ADS_3

"Mas, kenapa jam segini kamu baru pulang?"


Jam sudah menunjukan pukul 22.09 wib tetapi Rean baru saja kembali dari kantor, Raina sudah berkali-kali menghubungi ponsel suaminya tetapi tidak aktif.


Raina hanya khawatir kejadian tempo dulu akan terulang lagi, dimana perselingkuhan Rean terkuak setelah ia selalu pulang malam. Raina trauma jika melihat Rean pulang malam.


"Kamu belum tidur sayang?"


"Malah balik nanya! Hp kamu juga nggak aktif kamu darimana sih?"


Rean tersenyum setenang mungkin, "tadi aku sama beberapa tim kerja yang ngurus proyek baru, ngerayain keberhasilan proyek aku traktir mereka deh."


Rean memang selalu seperti itu, saat melihat proyeknya sudah berhasil maka ia memberikan apresiasi kecil untuk tim yang bekerja mengurusnya.


"Ya tapi kamu nggak ngasih kabar sama sekali."


"Iyaa maaf sayang, tadi tuh hp aku mati, abis batrenya."


"Kebiasaan!"


"Maaf sayangku."


Tangan kanan Raina menegadah, "mana hp kamu!"


Rean merogoh handphonenya yang berada di saku kemejanya, "ini."


Raina membawa handphone itu untuk di cas, setelah hidup Raina lekas menjelajahi semua aplikasi yang mungkin untuk dijelajahi.


Sekarang ini Raina lebih posesif, lebih sering mengecek handphone Rean. Memastikan tidak ada seorang wanita pun yang berhubungan suaminya itu.


Namun, dari Raina mengernyit saat melihat ada satu chat suaminya dengan seorang perempuan, foto profil yang sangat cantik dan cenderung seksi dengan dua buah dada yang terlihat seperempatnya. "Mas ini Tania siapa?!"


Rean yang baru saja melepaskan pakaiannya dan akan mandi pun mendekat ke arah Raina.


"Oh itu model yang masarin produk terbaru kita yang bakal launching bulan depan."


"Ya kenapa chatannya sama kamu! Kan ada tim marketing, baru tau aku kalau direktur juga ngurus masalah kaya gini."


"Dia itu kan temen SMA aku jadinya ya aku sekalian yang chat."


"Sekalian kangen-kangenan gitu."

__ADS_1


Rean beranjak mendekap Raina, "sayang kok kamu gitu sih, bukak aja kalau nggak percaya itu isi chat nya cuma bahas kerjasama."


Raina membuka isi chat itu, terlihat chat itu memang membahas kerjasama tetapi juga beberapa kalimat yang saling menanyakan kabar. Raina tentu kesal dibuatnya, terlebih saat melihat wanita itu begitu cantik dan seksi, namanya juga model.


"Bahas kerjasama apaan orang ini juga tanya-tanyaan kabar."


"Ya wajar sayang kita kan temen lama, sayang."


"Iya temen lama yang lama-lama makin deket."


Rean menghela nafasnya sebelum mengulas sebuah senyuman di bibirnya.


"Kamu cemburu sama dia?"


"Aku nggak bakal maafin kamu ya kalau kamu memang ada hubungan lebih sama wanita ini!"


Tentu saja kesempatan itu hanya datang satu kali, Raina tidak akan memaafkan kembali Rean jika lelaki itu kembali menyelingkuhi dirinya. Sudah cukup hatinya sakit, cukup sekalu saja ia mendapatkan luka sedalam itu.


"Mana ada sih sayang, aku cuma cinta sama kamu. Lagian itu profil wa ku foto kamu, kalau aku emang niat mau deketin wanita lain aku pasti ganti jadi fotoku lah."


"Ya tapi kan bisa aja—"


Chup,


"Aku nggak mungkin macem-macem sayang, aku harus apa biar kamu percaya?"


"Hp kamu aku yang pegang!"


"Gimana kalau rekan bisnis aku nelfon."


"Aku nggak peduli, beberapa hari ini kamu kalau mau pake hp harus depan aku! Kamu juga nggak boleh bawa hp ke kantor, kalau nanti ada rekan bisnis yang hubungin, aku suruh hubungin nomor kantor!"


Rean tersenyum tanpa beban, "yaudah iya sayang ... Sekarang kamu tidur gih udah malem."


"Bentar."


Raina mmemasangkan pin di handphone Rean dengan menutupi layarnya dari lelaki itu sehingga Rean tidak bisa tahu pin itu.


"Aku privasi handphone kamu biar kamu nggak bisa buka!"


"Iya terserah kamu wanitaku yang paling cantik, sekarang kamu tidur ya sayang."

__ADS_1


"Kamu beneran nggak keberatan aku pin hp kamu?"


Rean menggeleng.


"Enggak sama sekali."


"Yaudah sana mandi aku siapain baju ganti buat kamu."


"Nggak usah, nanti aku ambil baju sendiri. Kamu tidur aja udah malem sayang."


"Aku tidur bareng kamu, udah sana ah mandi!"


Rean mengangguk, menuruti kalimat Raina untuk segera beranjak ke kamar mandi.


Tidak begitu lama Rean sudah kembali, dengan sebuah handuk yang melingkar di area bawahnya dan mengekspos bagian dada.


"Ini Mas."


Raina menyerahkan sebuah piama dan juga pakaian dalam untuk Rean. Tetapi pandanganya teralih pada tubuh Rean.


"Kok kamu kurusan sih, Mas?"


"Masa sih?"


"Iya, coba aku peluk."


Raina melingkarkan kedua lengannya di tubuh Rean yang hanya terbalut handuk itu, dada bidang lelaki itu terasa lebih keras dengan otot-otot lengan tidak sekekar dulu.


"Tuh kan, nggak enak dipeluk lagi. Kamu harus makan yang banyak dong biar nggak kurus banget kaya gini." ucap Raina setelah melepaskan pelukannya.


"Iya nanti aku makan yang banyak deh."


"Yaudah ganti baju dulu sana dingin."


"Iya sayang."


━━━━━ T O  B E  C O N T I N U E━━━━━


SELAMAT SIANG, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE DAN TULISKAN SEPATAH DUA PATAH KATA DI KOLOM KOMENTAR.


THANKS AND SEE YOU....

__ADS_1


Central java, 01 January 2021


__ADS_2